Soal dan Jawaban materi Berempati Itu Mudah, Menghormati Itu Indah – Agama Islam 7 SMP/MTs


Berikut adalah soal mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Budi Pekerti Kelas VII SMP/MTs materi Berempati Itu Mudah, Menghormati Itu Indah lengkap dengan kunci jawaban.

Soal Essay:
  1. Apa yang kamu ketahui tentang empati?
  2. Mengapa kita harus memiliki sikap empati?
  3. Mengapa kita harus menghormati orang tua?
  4. Bagaimana caranya menghormati orang tua kita yang masih hidup?
  5. Bagaimana caranya menghormati orang tua kita yang sudah meninggal?
  6. Siapakah guru itu? Dan mengapa kita harus menghormatinya?
  7. Buatlah contoh perilaku empati dalam kehidupan sehari-hari!
  8. Buatlah contoh perilaku menghormati kedua orang tua!
  9. Buatlah contoh perilaku menghormati guru!
  10. Buatlah kesimpulan dari cerita Imam Syafi’i!
Kunci Jawaban:

1. Empati adalah keadaan mental yang membuat orang merasa dirinya dalam keadaan, perasaan atau pikiran yang sama dengan orang lain.

2. Kita harus memiliki sikap empati, karena islam menganjurkan hambanya memiliki sifat terpuji. Dengan empati kita dapat menjalin hubungan interaksi yang baik, dan apabila hubungan tersebut baik maka terciptalah sebuah perdamaian.

3. Kita harus menghormati orang tua, karena orang tua yang membesarkan dan mendidik kita hingga mandiri dan menjadi dewasa, terutama ibu yang mengandung dan melahirkan kita.

4. Cara menghormati orang tua kita yang masih hidup, yaitu: memperlakukan kedua orang tua dengan sopan dan hormat, membantu pekerjaanya, mengikuti nasihatnya (apabila nasihat itu baik), serta membahagiakan keduanya.

5. Cara menghormati orang tua kita yang sudah meninggal, yaitu:
  • Mendoakan mereka setiap saat agar mendapat ampunan Allah Swt.,
  • Melaksanakan wasiatnya
  • Menyambung dan melanjutkan silaturahmi yang dahulu sudah dilakukan oleh kedua orang tua
  • Menjaga nama baik mereka.
6. Guru itu adalah orang tua kita di sekolah. Kita harus menghormati guru karena guru yang membimbing dan mendidik kita serta mengajarkan kita ilmu pengetahuan.

7. Contoh perilaku empati dalam kehidupan sehari-hari, diantaranya:
  • Memberikan bantuan dan dukungan kepada orang-orang yang sedang tertimpa musibah
  • Menolong orang lain yang sedang membutuhkan pertolongan
  • Membagi rejeki yang diperoleh kepada orang-orang di sekitar, terutama yang membutuhkan.
  • Menjenguk dan menghibur teman yang sedang sakit.
  • Memberikan apa yang seseorang butuhkan dengan ikhlas, meski sekadarnya.
  • Membela teman yang dibully di dalam kelas.
  • Memberikan uang sumbangan pada teman yang keluargnya meninggal dunia/wafat.
8. Contoh perilaku menghormati kedua orang tua, diantaranya:
  • Berperilaku dan berkata sopan kepada kedua orangtua.
  • Melaksanakan nasehatnya (apabila berupa kebaikan).
  • Membantu pekerjaan rumah, seperti menyapu, mencuci piring dan memasak.
  • Mendoakan kedua orangtua agar diberi ampunan apabila orangtua sudah meninggal.
  • Melaksanakan wasiatnya, apabila orangtua sudah wafat.
  • Memandikan jenazah orangtua yang sudah meninggal dan mengantarkan ke pemakaman.
  • Menjaga nama baik mereka
9. Contoh perilaku menghormati guru, diantaranya:
  • Menyapa atau memberi salam ketika bertemu dengan guru
  • Mendengarkan materi pelajaran yang disampaikan guru
  • Selalu mengerjakan tugas yang diberikan guru baik dikelas maupun PR
  • Tidak memotong pembicaraan guru
  • Mentaati perintah guru
  • Rendah hati
  • Bersikap sopan dan menghargai
10. Kesimpulan dari cerita Imam Syafi’i, yaitu:
Dikisahkan, Imam Syafi’i yang sedang mengajar santri-santrinya di kelas, tiba-tiba dikejutkan kedatangan dengan seseorang berpakaian lusuh, kumal dan kotor. Seketika itu Imam Syafi’i mendekati dan memeluknya. Para santri kaget dan heran melihat perilaku gurunya itu. Mereka bertanya: “Siapa dia wahai Guru, sampai engkau memeluknya erat-erat. Padahal ia kumuh, kotor, dan menjijikkan?”

Imam Syafi’i menjawab: “Ia guruku. Ia telah mengajariku tentang perbedaan antara anjing yang cukup umur dengan anjing yang masih kecil. Pengetahuan itulah yang membuatku bisa menulis buku fiqh ini.”

Sungguh mulia akhlak Imam Syafi’i. Ia menghormati semua guru-gurunya, meskipun dari masyarakat biasa.