Soal dan Jawaban materi Yesus Mewartakan dan Memperjuangkan Kerajaan Allah - Agama Katolik 10 SMA/SMK


Berikut adalah soal mata pelajaran Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas X SMA/SMK materi Yesus Mewartakan dan Memperjuangkan Kerajaan Allah lengkap dengan kunci jawaban.

Soal Essay:
  1. Jelaskan beberapa paham Kerajaan Allah, yang dihayati oleh kelompok- kelompok orang Yahudi zaman Yesus!
  2. Jelaskan Gambaran Kerajaan Allah pada jaman Yesus!
  3. Sebut dan jelaskan tiga pelanggaran serius yang dilakukan Yesus, menurut para pemimpin agama Yahudi!
  4. Apa makna peristiwa wafat Yesus?
  5. Mengapa Kristus turun ke Tempat Penantian?
  6. Jelaskan 3 unsur pokok dalam penampakan Yesus!
  7. Mengapa Kristus harus bangkit?
Kunci Jawaban:

1. Beberapa paham Kerajaan Allah, yang dihayati oleh kelompok-kelompok orang Yahudi zaman Yesus yaitu:
a. Paham Kerajaan Allah bersifat nasionalistis.
Mereka memahami bahwa Kerajaan Allah akan terwujud bila bangsa Israel bisa terbebas dari penjajahan bangsa asing. Untuk mewujudkan hal tersebut, mereka harus melakukan perlawanan agar mampu mengusir penjajah dari tanah air mereka. Untuk itu dibutuhkan seorang Mesias yang berperan sebagai pemimpin perang melawan penjajah. Paham Kerajaan Nasionalis sangat kuat di kalangan Kaum Zelot.

b. Paham Kerajaan Allah bersifat apokaliptik.
Kelompok ini memahami bahwa Kerajaan Allah akan dinyatakan pada akhir zaman. Pada saat itulah Mesias akan datang untuk melakukan pengadilan kepada manusia. Mereka yang hidupnya jahat dan berdosa akan mendapat penghukuman; sementara mereka yang hidupnya berkenan kepada Allah akan memperoleh ganjaran hidup kekal. Setelah pengadilan itu terjadi, Allah akan membangun peradaban baru atau bumi baru yang lebih baik dari sebelumnya.

c. Paham Kerajaan Allah bersifat legalistik
Paham ini sangat kuat berkembang di kalangan para rabi (para Pengajar/ guru agama Yahudi). Menurut mereka saat ini Allah sudah meraja, dan bangsa Israel adalah warga Kerajaan-Nya akan tegak kembali bila penjajah bisa dihalau dari negeri mereka. Cara yang paling tepat untuk mencapai itu, bukan dengan cara mengangkat senjata, melainkan menjalankan kembali Hukum Taurat dengan setia.

2. Gambaran Kerajaan Allah pada jaman Yesus adalah adalah situasi di mana Allah meraja dalam hati manusia, sehingga hati manusia digerakkan oleh Allah, sehingga lahirlah keselamatan. Indikasi dari perwujudan Kerajaan Allah adalah terwujudnya perdamaian dan keadilan, kebahagiaan dan kesejahteraan, persaudaraan dan kesetiaan, kelestarian lingkungan hidup, yang dirindukan oleh setiap orang dari pelbagai agama dan kepercayaan.

3. Tiga pelanggaran serius yang dilakukan Yesus, menurut para pemimpin agama Yahudi yaitu:
a. Masalah pelanggaran hukum Taurat
1) Yesus mempersalahkan sikap mereka yang mengutamakan adat istiadat, tapi melalaikan kehendak Allah (bdk. Mrk. 7:8).
2) Yesus membiarkan para murid-Nya memetik gandum pada hari Sabat.
3) Contoh lain dapat dilihat dalam pemahaman tentang halal- najisnya makanan yang oleh Yesus ingin diperbaharui cara pandangnya:"Apakah kamu juga tidak dapat memahaminya? Tidak tahukah kamu bahwa segala sesuatu dari luar yang masuk ke dalam seseorang tidak dapat menajiskannya, karena bukan masuk ke dalam hati tetapi ke dalam perutnya, lalu dibuang di jamban?" Dengan demikian Ia menyatakan semua makanan halal.

Kata-Nya lagi: "Apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya, sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan” (Mrk. 7:18⎯21).

b. Ancaman terhadap Bait Allah
Yesus pada saat mengusir para pedagang di halaman Bait Allah: "Rombak Bait Allah ini, dan dalam tiga hari Aku akan mendirikannya kembali."(Yoh. 2:19).

c. Tindakan Yesus makan bersama para pemungut cukai dan para pendosa (bdk. Luk. 7:36; 11:37; 14:1) bagi mereka merupakan tindakan yang salah, sebab selama ini mereka mengimani bahwa orang berdosa itu najis yang perlu dijauhi. Siapa saja yang bergaul dengan orang berdosa sama artinya dengan menajiskan diri.

4. Makna peristiwa wafat Yesus adalah:
  • Wafat Yesus sebagai bukti ketaatan Yesus kepada Bapa. Tindakan penyerahan diri Yesus secara total kepada Allah itu, ditegaskan oleh Santo Paulus kepada umat di Filipi: “Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib” (Fil. 2:8)
  • Wafat Yesus adalah wujud solidaritas Allah pada manusia. Dalam diri Yesus yang tersalib, Allah tidak hanya peduli terhadap manusia berdosa dan ingin menyelamatkannya, tetapi juga benar-benar mengalami sendiri penghinaan dan pengucilan seperti biasa dialami manusia berdosa, “Yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri , dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia” (Fil. 2:6⎯7).
5. Mengapa Kristus turun ke Tempat Penantian:
  • Agar Kristus dapat mengambil seluruh dosa. Akibat dosa adalah kematian⎯yaitu keterpisahan antara tubuh dan jiwa – manusia terputus dari kuasa Allah, tidak dapat naik ke sorga namun berada dalam tempat penantian (bdk. Mzm. 88: 4⎯5).
  • Dengan turun ke tempat penantian Yesus Kristus menjumpai orang- orang yang sudah meninggal sebelum Kristus, yang selama hidup mereka menantikan kedatangan Mesias, sehingga semua orang yang meninggal lebih dahulu sebelum Yesus itu juga mengalami kebangkitan bersama Kristus.
  • Untuk mengalahkan iblis secara total. Selama hidup-Nya Yesus sudah menunjukkan kuasa-Nya untuk mengalahkan kuasa iblis.
  • Tempat penantian bukan neraka terkutuk. Kompendium Katekismus Gereja Katolik 125 memberikan ringkasan sebagai berikut: “Tempat penantian ini berbeda dengan neraka terkutuk. Ini adalah situasi semua manusia, baik yang benar maupun jahat, yang mati sebelum Kristus.
6. 3 unsur pokok dalam penampakan Yesus yaitu:
a. Unsur Prakarsa
Inisiatif datang dari Yesus. Yesus sendiri yang memprakarsai penampakan. Yesus “menampakkan diri” atau “memperlihatkan diri”. Istilah ini menunjukkan dua hal:
1) Pertama, sesuatu yang biasanya tidak kelihatan, kini kelihatan. Setelah bangkit, Yesus tidak termasuk lagi pada dunia yang kelihatan. Agar dapat dilihat oleh murid-murid-Nya, Yesus harus menjadikan diri-Nya kelihatan.
2) Kedua, penglihatan para murid yang “melihat Tuhan” setelah kebangkitan-Nya bukanlah penglihatan biasa.

b. Unsur Pengakuan
Yesus dikenal dan diakui sebagai Kristus dan Tuhan. Dia yang menampakkan diri-Nya tidak lain dan tidak bukan adalah Yesus dari Nazareth yang wafat di kayu salib. Dia kini hidup dalam kemuliaan. Pengakuan ini diungkapkan, “Yesus bangkit dari antara orang mati pada hari ketiga” (Luk. 24:46).

c. Unsur Kesaksian
Para rasul menerima tugas dari Tuhan untuk memaklumkan ke- Tuhanan-Nya. Salah satu hal yang mencolok dalam cerita tentang penampakan ialah para murid mula-mula tidak mengenal Yesus. Mereka membutuhkan waktu untuk mengenal Yesus kembali. Unsur yang cukup mencolok ini mempunyai dua arti, yakni:
1) Membuktikan bahwa penglihatan mengenai Yesus yang bangkit tidaklah diciptakan oleh daya khayal para murid sendiri, tetapi mendatangi mereka dari luar.
2) Menunjukkan betapa Yesus diperbaharui oleh kebangkitan-Nya. Ia tidak lagi persis sama seperti sebelum wafat dan bangkit.

7. St. Thomas Aquinas menjelaskan bahwa ada lima alasan mengapa Kristus bangkit.
  • Untuk menyatakan keadilan Allah. Kristus yang rela taat pada kehendak Allah, menderita dan wafat sudah selayaknya ditinggikan dengan kebangkitan-Nya yang mulia.
  • Untuk memperkuat iman kita. Rasul Paulus menuliskan, “Tetapi andaikata Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah pemberitaan kami dan sia-sialah juga kepercayaan kamu.” (1Kor. 15:14) .
  • Untuk memperkuat pengharapan. Kebangkitan Yesus Kristus dari alam maut serta merta membawa orang-orang kudus ikut serta bangkit bersama dengan-Nya. Dengan begitu, kita pun bisa berharap kelak dibangkitkan oleh Allah berkat jasa Yesus Kristus.
  • Agar kita dapat hidup baik. St. Thomas menegaskan bahwa pada saat pembaptisan kita sudah menerima rahmat turut dikuburkan bersama Kristus, dan karenanya kita boleh berharap ikut dibangkitkan dari antara orang mati. Tetapi hal itu hanya mungkin kita peroleh bila pembaptisan disertai dengan pembaharuan hidup kita sendiri yang semakin baik seturut teladan hidup Yesus, “Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.” Roma 6:4.
  • Untuk menuntaskan karya keselamatan Allah. Karya keselamatan Allah tidak berakhir pada kematian Kristus di kayu salib, namun disempurnakan oleh kemenangan Kristus atas maut, yaitu dengan kebangkitan-Nya.