Soal dan Jawaban materi Peran Roh Kudus dan Allah Tritunggal - Agama Katolik 10 SMA/SMK


Berikut adalah soal mata pelajaran Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas X SMA/SMK materi Peran Roh Kudus dan Allah Tritunggal lengkap dengan kunci jawaban.

Soal Essay:
  1. Apa arti dari Pentakosta?
  2. Apa saja peran Roh Kudus dalam Gereja Katolik?
  3. Jelaskan 3 lambang Roh Kudus!
  4. Sebutkan beberapa contoh doa yang mengungkapkan iman Gereja akan Allah Tritunggal!
  5. Apa arti 3 pribadi dalam satu Allah?
Kunci Jawaban:

1. Pentakosta berarti “hari kelima puluh”, yaitu 50 hari sesudah perayaan Paskah. Lima puluh hari setelah kebangkitan-Nya Yesus memenuhi janji-Nya untuk mencurahkan Roh Kudus kepada Para Rasul, sebagaimana Ia janjikan sebelum kenaikan-Nya ke surga (Kis. 1:8; 2:1⎯13).

2. Peran Roh Kudus dalam Gereja Katolik, yaitu:
  • Kehadiran Roh Kudus memberikan kekuatan dan keberanian untuk memberi kesaksian akan iman tentang karya keselamatan Allah Bapa yang dinyatakan secara penuh dalam dan melalui Yesus Kristus. Berkat Roh Kudus, Petrus dan Yohanes mewartakan Injil dengan berani sekalipun mendapat ancaman (Kis. 4). Stefanus dipenuhi Roh Kudus, sehingga dapat bersaksi sampai akhir hidupnya (Kis. 6 dan 7). Hal yang sama juga dialami Paulus dan Barnabas (lih. Kis. 13:2).
  • Roh Kudus menggerakkan mereka melakukan mukjizat dan tanda- tanda yang membuat orang percaya. Tetapi juga menggerakkan mereka melakukan karya-karya kreatif yang menghadirkan keselamatan, seperti nampak dalam keinginan mereka melayani dan memperhatikan orang-orang miskin di luar komunitas mereka (Kis. 6).
  • Roh Kudus membimbing para rasul (Gereja) pada saat mereka harus mengambil keputusan berkaitan dengan ajaran atau sikap terhadap suatu masalah yang dihadapi. Misalnya, pada terjadi perbedaan pendapat tentang boleh-tidaknya membaptis Kornelius, yang defacto seorang tentara Romawi (yang dianggap kafir). Petrus dengan bimbingan Roh Kudus meyakinkan para rasul yang lain bahwa siapapun bisa diterima sebagai murid Kristus (Kis. 10:44⎯48).
  • Roh Kudus telah terbukti sebagai Pelindung dari serangan kaum bidaah yang berusaha menyerang ajaran Gereja dan mengajarkan ajaran yang tidak sesuai dengan ajaran Yesus sendiri. Roh Kudus bekerja melalui para Paus dan Santo-Santa untuk mempertahankan ajaran yang benar.
3. 3 lambang Roh Kudus, yaitu:
a. Air
Dalam upacara Pembaptisan, air adalah lambang tindakan Roh Kudus. Sesudah menyerukan Roh Kudus, air menjadi tanda sakramental yang berdaya guna bagi kelahiran kembali dalam pembaptisan itu.

b. Urapan
Urapan dengan minyak suci dalam inisisiasi Kristen melambangkan Roh Kudus. Dalam inisiasi Kristen, khususnya dalam Sakramen Penguatan/ Krisma, dengan urapan minyak suci seseorang dikuatkan oleh Roh Kudus.

c. Api
Api melambangkan daya transformasi Roh Kudus. Roh Kudus turun atas para Rasul pada hari pentakosta dan memenuhi mereka (bdk. Kis. 2: 3⎯4) dalam rupa lidah-lidah api. Roh Kudus dalam lambang api itu mengubah para rasul dari penakut menjadi pemberani dan bersemangat untuk mulai menjadi saksi Kristus sampai ke ujung bumi.

4. Contoh doa yang mengungkapkan iman Gereja akan Allah Tritunggal, yaitu:
a. Tanda Salib
Membuat Tanda Salib (menandai diri dengan salib) sebelum dan sesudah berdoa merupakan ungkapan yang khas bagi Umat Katolik. Pada saat membuat tanda salib kita mengucapkan kata-kata yang mengungkapkan iman akan Tritungggal: “Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus, Amin”.

b. Doa Kemuliaan (Gloria)
Madah kemuliaan yang biasanya kita nyanyikan merupakan pujian atas kebesaran karya keselamatan Allah. “Kemuliaan kepada Allah di Surga.” Dalam madah ini, kita juga memuji Putra Allah yang setara dengan Bapa, yang “menghapus dosa dunia”, yang menebus kita. Dalam penutup madah ini, kita sekali lagi mengingat hidup Allah Tritunggal; dan Kristus Penebus kita, yang mewahyukan Bapa bersama dengan Roh Kudus, sekali lagi menjadi pusat cinta kasih dan pujian kita: “Karena hanya Engkaulah kudus, hanya Engkaulah Tuhan, hanya Engkaulah Mahatinggi, Ya Yesus Kristus, bersama dengan Roh Kudus, dalam kemuliaan Allah Bapa. Amin.

c. Syahadat/Credo
Isi Syahadat/Credo, dengan sangat jelas mengungkapkan iman akan Allah Tritunggal Mahakudus. Syahadat atau credo merupakan ringkasan seluruh sejarah karya penyelamatan Allah, mulai dari penciptaan, penjelmaan, kesengsaraan, wafat, kebangkitan, kenaikan ke Surga, kedatangan Roh Kudus, kedatangan Kristus kembali, misteri Gereja, sakramen-sakramen sampai dengan kehidupan kekal.

d. Doksologi
Doksologi artinya doa pujian. Doa ini diucapkan pada akhir dari Doa Syukur Agung pada waktu Perayaan Ekaristi. Doa Doksologi berbunyi: “Bersama dan bersatu dengan Kristus dan dengan perantaraanNya, dalam persatuan dengan Roh Kudus, disampaikanlah kepada-Mu Allah Bapa yang Mahakuasa, segala hormat dan pujian, kini dan sepanjang segala masa”. Umat menjawab “Amin”.

5. Arti 3 pribadi dalam satu Allah, yaitu:
  • Allah Tritunggal adalah satu dan TIGA pribadi sekaligus (Bapa, Putra, dan Roh Kudus). Dalam bahasa sehari-hari, kata “pribadi” dikenakan pada manusia. Manusia adalah makhluk yang mempribadi. Hanya manusia yang merupakan makhluk ciptaan yang berpribadi dan berelasi. Artinya, hanya manusia yang dapat menyapa, mengkomunikasikan diri, bergaul, solider, dan sebagainya.
  • Allah adalah satu dan tiga pribadi, artinya Allah adalah Dia yang berelasi, menyapa, merangkul, menghadirkan diri, dan mengkomunikasikan diri. Jika Allah adalah Allah yang berelasi, relasi macam apakah yang dihadirkan oleh Allah? Relasi Allah adalah relasi kesatuan, kesempurnaan, ketunggalan, dan keutuhan dalam keilahian-Nya. Artinya, masing-masing berada dalam satu kesempurnaan ilahi yang tidak kekurangan sedikit pun. Relasi Allah Tritunggal adalah relasi sempurna, total, penuh, dan tuntas. Relasi kesatuan semacam itu hanya dapat dijelaskan kalau merupakan relasi KASIH. Jadi, tiga pribadi Allah yang relasional adalah Allah yang saling mengasihi, yang saling mencintai secara penuh, total, selesai, dan sempurna. Misteri Allah Tritunggal, dengan demikian adalah misteri ALLAH YANG MENGASIHI.