Soal dan Jawaban materi Menghormati dan Menyayangi Orang Tua dan Guru – Agama Islam 11 SMA/SMK


Berikut adalah soal mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas XI SMA/SMK/MA/MAK materi Menghormati dan Menyayangi Orang Tua dan Guru lengkap dengan kunci jawaban.

Soal Essay:
  1. Mengapa kita diwajibkan untuk menghormati orang tua dan guru?
  2. Tulislah hadis yang menjelaskan bahwa ibu adalah manusia yang paling pertama untuk dihormati sebelum seorang bapak/ayah! Berikan alasannya mengapa ibu menduduki posisi istimewa!
  3. Jelaskan pengaruh durhaka kepada orang tua dalam kehidupan anak!
  4. Jelaskan kedudukan profesi guru dalam Islam!
  5. Bagaimana cara menghormati orang tua dan guru? Jelaskan!
Kunci Jawaban:

1. Kita diwajibkan untuk menghormati orang tua dan guru, karena:
  • Kedua orang tua kita telah melahirkan, mendidik dan membesarkan kita dengan susah payah.
  • Guru telah mengajarkan kita berbagai ilmu pengetahuan dan mendidik kita sehingga menjadi orang yang mengerti dan dewasa.
2. Berikut adalah hadis yang menjelaskan bahwa ibu adalah manusia yang paling pertama untuk dihormati sebelum seorang bapak/ayah:

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ جَاءَ رَجُلٌ إِلَى رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ :يَا رَسُوْلَ اللهِ، مَنْ أَحَقُّ النَّاسِ بِحُسْنِ صَحَابَتِي؟ قَالَ أُمُّكَ، قَالَ ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ أُمُّكَ، قَالَ ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ أُمُّكَ، قَالَ ثُمَّ مَنْ، قَالَ أَبُوْكَ

Artinya:
Dari Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu, belia berkata, “Seseorang datang kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam dan berkata, ‘Wahai Rasulullah, kepada siapakah aku harus berbakti pertama kali?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Dan orang tersebut kembali bertanya, ‘Kemudian siapa lagi?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi?’ Beliau menjawab, ‘Ibumu.’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi,’ Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Kemudian ayahmu.'” (HR. Bukhari no. 5971 dan Muslim no. 2548)

Alasan mengapa ibu menduduki posisi istimewa adalah karena ibu yang telah mengandung kita, merawat kita dari dalam kandungan, merawat kita saat bayi, kecil hingga beranjak dewasa.

3. Pengaruh durhaka kepada orang tua dalam kehidupan anak, yaitu:
  • Anak akan menghadapi masalah yang sulit
  • Anak akan sulit mencari rezeki, meraih kebahagiaan dan kesuksesan bahkan tidak jarang hampir putus asa dalam hidupnya.
  • Anak yang durhaka kepada orang tua akan dimurkai dan dilaknat oleh Allah Azza wa Jalla.
  • Celaka di dunia dan akhirat.
  • Sholatnya tidak akan diterima oleh Allah.
  • Tidak melihat Rasulullah SAW pada hari Kiamat.
  • Diancam dimasukkan ke dalam neraka dan tidak akan mencium bau aroma surga.
4. Kedudukan profesi guru dalam Islam yaitu menempatkan guru pada posisi sangat mulia karena guru adalah seseorang yang dikaruniai ilmu oleh Allah SWT dan menyampaikan ilmunya itu serta mendidik muridnya untuk menjadi manusia beradab dan untuk mendapatkan, memperoleh serta menuju kebaikan baik di dunia maupun di akhirat.

5. a. Cara menghormati orang tua, diantaranya:
  • Melaksanakan nasihat dan perintah yang baik dari keduanya.
  • Merawat dengan penuh keikhlasan dan kesabaran apalagi jika keduanya sudah tua dan pikun.
  • Merendahkan diri, kasih sayang, berkata halus dan sopan, serta mendoakan keduanya.
  • Rela berkorban untuk orang tuanya.
  • Meminta kerelaan orang tua ketika akan berbuat sesuatu.
  • Berbuat baik kepada orang tua, walaupun ia berbuat aniaya. Maksudnya anak tidak boleh menyinggung perasaan orang tuanya walaupun ia telah menyakiti anaknya.
b. Cara menghormati guru, yaitu:
  • Menghormati dan memuliakannya, serta mengikuti nasihatnya.
  • Mengamalkan ilmunya dan membaginya kepada orang lain.
  • Tidak melawan, menipu, dan membuka rahasia guru.
  • Memuliakan keluarga dan sahabat karib guru.
  • Mengikuti sifat guru yang baik akhlak, tinggi ilmu dan keahlian, berwibawa, santun dan penyayang.
  • Mengagungkan guru dan meyakini kesempurnaan ilmunya. Orang yang berhasil hingga menjadi ilmuwan besar, sama sekali tidak boleh berhenti menghormati guru.
  • Menghormati dan selalu mengenangnya, meskipun sudah wafat.
  • Bersikap sabar terhadap perlakuan kasar atau akhlak buruk guru.
  • Berusaha untuk memaafkan perlakuan kasar, turut mendoakan keselamatan guru.
  • Menunjukkan rasa berterima kasih terhadap ajaran guru.
  • Sopan ketika berhadapan dengan guru, misalnya; duduk dengan tawadu’, tenang, diam, posisi duduk sedapat mungkin berhadapan dengan guru, menyimak perkataan guru sehingga tidak membuat guru mengulangi perkataan.
  • Tidak dibenarkan berpaling atau menoleh tanpa keperluan jelas, terutama saat guru berbicara kepadanya.
  • Berkomunikasi dengan guru secara santun dan lemah lembut.