Soal dan Jawaban materi Ancaman terhadap Negara dalam Bingkai Bhinneka Tunggal Ika – PPKn 10 SMA/SMK


Berikut adalah soal mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) Kelas X SMA/SMK/ MA/MAK materi Ancaman terhadap Negara dalam Bingkai Bhinneka Tunggal Ika lengkap dengan kunci jawaban.

I. Soal Pilihan Ganda:
1. Pada hakikatnya kebhinekaan yang terjadi di Indonesia merupakan sebuah potensi sekaligus tantangan. Dikatakan sebagai sebuah potensi, karena….
a. mudah tumbuhnya perasaan kedaerahan yang amat sempit
b. membuat penduduk Indonesia berbeda pendapat yang lepas kendali
c. dapat menjadi ledakan yang akan mengancam integrasi nasional
d. dapat menjadi ledakan yang akan mengancam persatuan dan kesatuan bangsa
e. memiliki kekayaan yang melimpah baik kekayaan alam maupun kekayaan budaya

2. Kebhinekaan bangsa Indonesia juga merupakan sebuah tantangan bahkan ancaman, karena dengan adanya kebhinekaan….
a. mudah tumbuhnya perasaan kedaerahan yang amat sempit
b. membuat penduduk Indonesia berbeda pendapat yang lepas kendali
c. dapat menjadi ledakan yang akan mengancam integrasi nasional
d. dapat menjadi ledakan yang akan mengancam persatuan dan kesatuan bangsa
e. membuat bangsa Indonesia bangsa yang besar karena memiliki kekayaan yang melimpah

3. Posisi negara Indonesia yang berada di tengah-tengah dunia dilewati garis khatulistiwa, diapit oleh dua benua yaitu Asia dan Australia, serta berada di antara dua samudera yaitu Samudera Hindia dan Pasifik, jika ditinjau dari aspek penduduk berada di antara ….
a. ideologi komunisme di utara dan liberalisme di selatan
b. kebudayaan timur di utara dan kebudayaan barat di selatan
c. sistem ekonomi sosialis di utara dan sistem ekonomi kapitalis di selatan
d. daerah berpenduduk padat di utara dan daerah berpenduduk jarang di selatan
e. demokrasi rakyat di utara (Asia daratan bagian utara) dan demokrasi liberal di selatan

4. Posisi negara Indonesia dilewati garis khatulistiwa, diapit oleh dua benua dan dua samudera, jika ditinjau dari aspek kebudayaan dunia adalah ….
a. terletak antara ideologi komunisme di utara dan liberalisme di selatan
b. berada di antara kebudayaan timur di utara dan kebudayaan barat di selatan
c. berada di antara daerah berpenduduk padat di utara dan daerah berpenduduk jarang di selatan
d. berada di antara sistem ekonomi sosialis di utara dan sistem ekonomi kapitalis di selatan
e. berada di antara demokrasi rakyat di utara (Asia daratan bagian utara) dan demokrasi liberal di selatan

5. Posisi negara Indonesia dilewati garis khatulistiwa, diapit oleh dua benua dan dua samudera, jika ditinjau dari aspek ideologi, dimana ideologi Pancasila berada di antara….
a. ideologi komunisme di utara dan liberalisme di selatan
b. kebudayaan timur di utara dan kebudayaan barat di selatan
c. daerah berpenduduk padat di utara dan daerah berpenduduk jarang di selatan
d. sistem ekonomi sosialis di utara dan sistem ekonomi kapitalis di selatan
e. demokrasi rakyat di utara (Asia daratan bagian utara) dan demokrasi liberal di selatan

6. Posisi negara Indonesia dilewati garis khatulistiwa, diapit oleh dua benua dan dua samudera, jika ditinjau dari aspek sistem pertahanan dan keamanan, dimana sistem pertahanan dan keamanan Indonesia berada di antara ….
a. kebudayaan timur di utara dan kebudayaan barat di selatan
b. sistem ekonomi sosialis di utara dan sistem ekonomi kapitalis di selatan
c. daerah berpenduduk padat di utara dan daerah berpenduduk jarang di selatan
d. demokrasi rakyat di utara (Asia daratan bagian utara) dan demokrasi liberal di selatan
e. sistem pertahanan kontinental di utara dan sistem pertahanan maritim di barat, selatan dan timur

7. Posisi negara Indonesia dilewati garis khatulistiwa, diapit oleh dua benua dan dua samudera, jika ditinjau dari aspek demokrasi, dimana demokrasi Pancasila berada di antara ….
a. kebudayaan timur di utara dan kebudayaan barat di selatan
b. sistem ekonomi sosialis di utara dan sistem ekonomi kapitalis di selatan
c. daerah berpenduduk padat di utara dan daerah berpenduduk jarang di selatan.
d. demokrasi rakyat di utara (Asia daratan bagian utara) dan demokrasi liberal di selatan
e. sistem pertahanan kontinental di utara dan sistem pertahanan maritim di barat, selatan dan timur

8. Usaha pertahanan dan keamanan negara dalam rangka mengatasi ancaman yang datang dari luar dilaksanakan melalui ….
a. sistem pertahanan sipil
b. sistem keamanan oleh Polri
c. sistem pertahanan negara oleh TNI
d. mobilisasi segenap angkatan perang yang ada
e. sistem pertahanan dan keamanan rakyat semesta

9. Sistem ekonomi kerakyatan merupakan senjata ampuh untuk melumpuhkan ancaman di bidang ekonomi dan memperkuat kemandirian bangsa. Untuk mewujudkan hal tersebut dapat dilakukan dengan hal-hal di bawah ini, kecuali ….
a. Mempererat kerja sama dengan sesama negara berkembang
b. Sistem ekonomi dikembangkan untuk memperkuat produksi domestik
c. Diadakan perekonomian yang berorientasi pada kesejahteraan rakyat
d. Tidak bergantung pada badan-badan multilateral seperti IMF, Bank Dunia, dan WTO
e. Memperkuat kepercayaan rakyat dengan cara menegakkan pemerintahan yang bersih dan berwibawa.

10. Pancasila dapat dijadikan sarana dalam menghadapi pengaruh dari luar yang dapat membahayakan kelangsungan hidup sosial budaya bangsa Indonesia, dalam bentuk….
a. Wahana pengintegrasian seluruh unsur kebudayaan nasional dan kebudayaan yang berasal dari luar
b. Filter terhadap budaya negatif yang akan masuk dan menyesuaikannya dengan sendi-sendi budaya nasional
c. Sarana untuk memadukan dan menyatukan seluruh unsur budaya luar yang masuk yang menguntungkan negara
d. Penyaring terhadap budaya-budaya yang menguntungkan secara ekonomi dan berdampak pada ekonomi rakyat
e. Pemersatu budaya luar yang masuk dengan budaya nasional yang bersifat dinamis dan memperkaya kebudayaan nasional

II. Soal Essay:
  1. Pada hakikatnya kebhinnekaan bangsa Indonesia merupakan rahmat Allah SWT sekaligus merupakan sebuah potensi sekaligus tantangan bagi bangsa Indonesia. Jelaskan maksud pernyataan tersebut!
  2. Ancaman militer pada hakikatnya berkaitan dengan ancaman di bidang pertahanan dan keamanan. Jelaskan dan berikan contoh terkait dengan ancaman di bidang militer!
  3. Agresi suatu negara yang mengancam kedaulatan suatu negara, keutuhan wilayah, dan keselamatan segenap bangsa Indonesia mempunyai bentuk- bentuk mulai dari yang berskala paling besar sampai dengan yang terendah. Jelaskan dan berikan contoh bentuk agresi yang berskala paling besar yang pernah dialami bangsa Indonesia!
  4. Ancaman non-militer pada hakikatnya disebabkan oleh pengaruh negatif dari globalisasi. Jelaskan hubungan ancaman non-militer dengan pengaruh globalisasi!
  5. Pada hakikatnya ancaman dalam kebhinnekaan yang berdimensi politik dan bersumber dari dalam negeri dapat berupa pengerahan massa dan separatisme. Jelaskan maksud pernyataan tersebut!
I. Kunci Jawaban Pilihan Ganda:
  1. E
  2. E
  3. D
  4. B
  5. A
  6. E
  7. D
  8. E
  9. E
  10. B
II. Kunci Jawaban Essay:

1. Pada hakikatnya kebhinnekaan bangsa Indonesia merupakan rahmat Allah SWT sekaligus merupakan sebuah potensi sekaligus tantangan bagi bangsa Indonesia. Maksud pernyataan tersebut adalah dikatakan sebagai sebuah potensi, karena hal tersebut akan membuat bangsa kita menjadi bangsa yang besar dan memiliki kekayaan yang melimpah baik kekayaan alam maupun kekayaan budaya yang dapat menarik minat para wisatawan asing untuk mengunjungi Indonesia. 

Disamping itu, kebhinekaan bangsa Indonesia juga merupakan sebuah tantangan bahkan ancaman, karena dengan adanya kebhinekaan tersebut mudah membuat penduduk Indonesia berbeda pendapat yang lepas kendali, mudah tumbuhnya perasaan kedaerahan yang amat sempit yang sewaktu-waktu berpotensi meledak yang akan mengancam integrasi nasional atau persatuan dan kesatuan bangsa.

Oleh karena itu, segenap warga negara mesti mewaspadai segala bentuk ancaman yang dapat memecah belah bangsa Indonesia dengan senantiasa mendukung segala upaya atau strategi pemerintah dalam mengatasi berbagai ancaman tersebut.

2. Ancaman militer berkaitan ancaman di bidang pertahanan dan keamanan. Ancaman militer adalah ancaman yang menggunakan kekuatan bersenjata dan terorganisasi yang dinilai mempunyai kemampuan membahayakan kedaulatan negara, keutuhan wilayah, dan keselamatan segenap bangsa. 

Contoh ancaman militer dapat berupa agresi/invasi, pelanggaran wilayah, pemberontakan bersenjata, sabotase, spionase, aksi teror bersenjata, dan ancaman keamanan laut dan udara.

3. Bentuk agresi yang berskala paling besar yang pernah dialami bangsa Indonesia yaitu agresi dengan menggunakan kekuatan militer bersenjata yang dikerahkan untuk menyerang dan menduduki wilayah Indonesia.

Contoh bentuk agresi yang berskala paling besar yang pernah dialami bangsa Indonesia yaitu ketika Belanda yang ingin kembali menjajah Indonesia sebanyak dua kali, yaitu 21 Juli 1947 dan 19 Desember 1948.

4. Hubungan ancaman non-militer dengan pengaruh globalisasi yaitu:

Ancaman nonmiliter pada hakikatnya ancaman yang menggunakan faktor-faktor nonmiliter dinilai mempunyai kemampuan yang membahayakan kedaulatan negara, kepribadian bangsa, keutuhan wilayah negara, dan keselamatan segenap bangsa. Ancaman ini salah satunya disebabkan oleh pengaruh negatif dari globalisasi.

Globalisasi yang menghilangkan sekat atau batas pergaulan antar bangsa secara disadari ataupun tidak telah memberikan dampak negatif yang kemudian menjadi ancaman bagi keutuhan sebuah negara, termasuk Indonesia.

Ancaman nonmiliter di antaranya dapat berdimensi ideologi, politik, ekonomi dan sosial budaya.

5. Pada hakikatnya ancaman dalam kebhinnekaan yang berdimensi politik dan bersumber dari dalam negeri dapat berupa pengerahan massa dan separatisme. Maksud pernyataan tersebut adalah Ancaman yang berdimensi politik yang bersumber dari dalam negeri dapat berupa penggunaan kekuatan dan pengerahan massa untuk menumbangkan suatu pemerintahan yang berkuasa, atau menggalang kekuatan politik untuk melemahkan kekuasaan pemerintah.

Selain itu, separatisme merupakan bentuk lain dari ancaman politik yang timbul di dalam negeri. Sebagai bentuk ancaman politik, separatisme dapat dapat ditempuh melalui pola perjuangan politik tanpa senjata dan perjuangan bersenjata.

Pola perjuangan tidak bersenjata sering ditempuh untuk menarik simpati masyarakat internasional. Oleh karena itu, separatisme sulit dihadapi dengan menggunakan kekuatan militer. Hal ini membuktikan bahwa ancaman di bidang politik memiliki tingkat resiko yang besar yang mengancam kedaulatan, keutuhan, dan keselamatan bangsa.