Soal dan Jawaban materi Perang Melawan Hegemoni dan Keserakahan Kongsi Dagang - Sejarah Indonesia XI SMA/SMK


Berikut adalah soal mata pelajaran Sejarah Indonesia XI SMA/SMK materi Perang Melawan Hegemoni dan Keserakahan Kongsi Dagang lengkap dengan kunci jawaban.

Soal Essay:
  1. Jelaskan mengapa terjadi perlawanan rakyat Aceh terhadap Portugis pada pertengahan abad ke-16?
  2. Ceritakan secara singkat perlawanan rakyat Maluku terhadap dominasi Portugis!
  3. Mengapa Sultan Agung bersikeras untuk mengusir VOC dari Batavia? Mengapa tidak berhasil?
  4. Bagaimana pendapat dan penilaian kamu tentang pandangan bahwa Aru Palaka itu bukan merupakan pengkhianat tetapi justru merupakan tokoh pejuang dari Bone?
  5. Jelaskan apa, mengapa, dan bagaimana “Siasat Hadiah Sultan”!
  6. Coba lakukan telaah hal ihwal tentang surat izin bermukim atau “surat pas” bagi orang-orang Cina dan coba kaitkan dengan fenomena kehidupan masyarakat Indonesia sekarang.
  7. Coba jelaskan jalannya perlawanan Pangeran Mangkubumi dan Raden Mas Said, tunjukkan pula pembagian wilayah perlawanan antara kedua pasukan itu! Siapa De Clerq, bagaimana nasibnya?

Kunci Jawaban

1. Perlawanan rakyat Aceh terhadap Portugis pada pertengahan abad ke-16 terjadi karena upaya Portugis memonopoli perdagangan rempah-rempah dan upaya Sultan Iskandar Muda untuk membebaskan Malaka dari pendudukan Portugal.

2. Perlawanan rakyat Maluku terhadap dominasi Portugis dilakukan terjadi sebanyak dua kali. Berikut perlawanan rakyat Maluku tersebut.
  • Perlawanan rakyat Maluku terhadap Portugis pertama kali dilakukan di bawah Kesultanan Ternate yang dipimpin oleh Sultan Hairun. Perlawanan rakyat Maluku tersebut terjadi pada awal tahun 1565.
  • Perlawanan kedua dipimpin oleh Sutan Baabullah yang merupakan putra dari Sultan Hairun. Perlawanan Sultan Baabullah dilakukan pada tahun 1570, tepat setelah Portugis melalukan tipu daya dan pembunuhan Sultan Hairun.
3. Sultan Agung bersikeras untuk mengusir VOC dari Batavia karena:
  • Tindakan monopoli yang dilakukan VOC
  • VOC sering menghalang-halangi kapal-kapal dagang Mataram yang akan berdagang ke Malaka
  • VOC menolak untuk mengakui kedaulatan Mataram
  • Keberadaan VOC di Batavia telah memberikan ancaman serius bagi masa depan pulau jawa
Upaya Sultan Agung untuk mengusir VOC dari Batavia tidak berhasil karena kekuatan tentara VOC jauh lebih unggul, sehingga dapat memukul mundur semua lini kekuatan pasukan Mataram.

4. Pendapat dan penilaian saya tentang pandangan bahwa Aru Palaka itu bukan merupakan penghianat tetapi justru merupakan tokoh pejuang dari Bone. Apa yang di lakukan oleh Aru Palaka itu tidak salah dan sebuah langkah yang benar, karena mereka ingin membuat kerajaan sendiri. Namun, untuk rakyat Gowa apa yang di lakukan oleh Aru Palaka adalah penghianatan besar. bahkan, tega saling bunuh membunuh tanpa memikirkan kalau kolonial yang mendapat keuntungan besar dalam peperangan itu yang mengharuskan Sultan Hasanuddin menandatangani perjanjian Bongayya sebagai tanda kekalahan rakyat dan kerajaan Gowa.

5. Siasat Hadiah Sultan adalah Sultan Siak berpura-pura berdamai dengan cara memberikan hadiah kepada VOC. 

Alasan Sultan melakukan Siasat Hadiah Sultan tersebut, karena Pasukan Sultan Siak Sulit menembus pertahanan VOC yang berlapis lapis dan memiliki persenjataan yang lebih unggul di bandingkan pasukan Sultan Siak oleh sebab itu Sultan Siak melakukan Siasat Hadiah Sultan untuk menjebak VOC.

Proses terjadinya “Siasat Hadiah Sultan” yaitu setelah memberi hadiah untuk damai dan VOC menyetujui. Lalu sultan dan VOC mengadakan perundingan damai. saat perundingan dimulai Sultan Siak dipaksa untuk tunduk pada VOC. Sultan segera memberi kode pada anak buahnya dan segera menyergap dan membunuh beberapa orang belanda. Sultan dan anak buahnya pulang membawa kemenangan.

6. Surat izin bermukim atau “surat pas” bagi orang-orang Cina awal untuk mendata jumlah orang Tionghoa saat itu yang bermukim di Batavia, masalahnya adalah surat izin ini menjadi komoditi perdagangan yang membuat beberapa orang mendapat keuntungan berlebih dan di sisi lain orang yang masuk menjadi enggan untuk mendaftar.

Kaitannya dengan fenomena kehidupan masyarakat Indonesia sekarang adalah saat pemerintahan berkonsep desentralisasi masih ada pejabat daerah yang memanfaatkan surat surat ijin sebagai bahan dagangan. Meski demikian pemerintah pusat mengambil inisiatif untuk mengatur secara sentralisasi atau nasional. Hal ini lah yang membuat praktik praktik suap dan korupsi bisa dikurangi saat pembuatan KTP ataupun visa ijin tinggal untuk warga asing. 

7. Jalannya perlawanan Pangeran Mangkubumi dan Raden Mas Said adalah sebagai berikut:

Pada tahun 1743, Pangku Buwono II  menyerahkan pantai utara pulau jawa kepada VOC. Pangeran Mangkubi dan Mas Said tidak setuju karena wilah kota-kota di pantai utara merupakan wilaya pelabuahan dagang yang menjadi sumber dari pendapatan dari Mataram.

Pangeran Mangkubi melawan Paku Buwono II kerena raja ini tidak menepati janjinya  yang akan memberikan daerah Sukawati(Sragen) bahkan dalam pertemuan para bangsawan di istana pada tahun 1746.

Mangkubi di permalukan oleh gubernur Jendral Van Imhoff. Ketika perang mulai berkobar Pangku Buwono II digantikan oleh putranya yang bergelar Pangku Buwono III. Dalam perangnya melawan VOC Mangkubi Dan Mas Said menggunakan taktik gerilya. Ketika pertempurannya di sungai Bogowonto pasukan VOC banyak yang binasa dan VOC De Clerk juga tewas. De Clerq merupakan salah satu pemimpin VOC yang meninggal ketika sedang memimpin pasukannya di sungai Bogowonto ketika penyerangan Pangeran Mangkubumi dan Raden Mas Said.

VOC akhirnya berhasil membujuk pangeran Mangkubumi untuk menandatangani Perjanjian Gayanti(1755) bahwa kerajaan Mataram di bagi menjadi 2 yaitu Yogyakarat dengan Pangeran Mangkubumi bergelar Sultan Hamengkubuwono I dan Surakarta oleh Pakubuwono III.