Soal dan Jawaban materi Latar Belakang Sumpah Pemuda - Sejarah Indonesia XI SMA/SMK


Berikut adalah soal mata pelajaran Sejarah Indonesia XI SMA/SMK materi Latar Belakang Sumpah Pemuda lengkap dengan kunci jawaban.

Soal Essay:
  1. Mengapa pemerintah Hindia Belanda melaksanakan kebijakan Politik Etis. Bagaimana dampaknya terhadap masyarakat Hindia Belanda? Jelaskan jawaban kamu dan berikan bukti-buktinya yang hingga saat ini masih dapat dijumpai dalam kehidupan sehari-hari!
  2. Jelaskan hubungan pendidikan dan media cetak dalam membangun kesadaran kebangsaan. Bandingkan dengan peranan media cetak yang saat ini berkembang di tanah air!
  3. Jelaskan peran wanita dalam  membangun semangat kebangsaan!
  4. Mengapa para pemuda belum puas dengan perkembangan organisasi pergerakan kebangsaan di Indonesia sebelum tahun 1928?
  5. Mengapa perjuangan Perhimpunan Indonesia dapat menginspirasi para pemuda untuk mewujudkan gerakan persatuan di antara organisasi pergerakan?
  6. Di lingkungan tempat tinggalmu mungkin banyak organisasi yang berkembang, baik itu organisasi sosial atau organisasi politik. Coba cari akar sejarah organisasi itu, kemudian tuliskan bagaimana perkembangan organisasi.

Kunci Jawaban

1. Pemerintah Hindia Belanda melaksanakan kebijakan Politik Etis karena adanya desakan dari para politikus di Belanda, sebagai upaya balas budi pemerintahan Belanda kepada masyarakat Indonesia yang telah memberi keuntungan besar bagi Belanda namun menderita akibat Sistem Tanam Paksa.

Dampaknya terhadap masyarakat Hindia Belanda adalah dibangunnya sekolah dan infrastruktur (seperti jalan dan irigasi), dan munculnya kalangan terdidik Indonesia yang mendapat pendidikan Eropa.

Bukti-buktinya yang hingga saat ini masih dapat dijumpai dalam kehidupan sehari-hari adalah saluran irigasi, serta kampus-kampus yang dibuat Belanda. Misalnya adalah kampus STOVIA yang menjadi cikal bakal Universitas Indonesia.

2. Hubungan pendidikan dan media cetak dalam membangun kesadaran kebangsaan pada saat itu media cetak digunakan sebagai pembangkit nafas nasionalisme dan patriotisme dan juga sebagai motivasi pembangkit sadar kemerdekaan. dan juga penyebar berita atau peristiwa yang terjadi di tanah air. Begitu pula pendidikan, yang juga berfungsi sebagai pendorong motivasi nasionalis dan patriotisme, berbangsa dan bernegara yang akan melahirkan para cendekiawan-cendekiawan yang sadar akan nasib bangsa Indonesia.

Jika di bandingkan dengan peranan media cetak yang saat ini berkembang di tanah air adalah beberapa media masa masih mengulas sekitar berita-berita terkini Indonesia dan berisi tentang pengetahuan-pengetahuan tapi tidak jarang pula isinya adalah gosip. Peran yang seharusnya dipenuhi mulai pudar. Tidak se-efektif masa dahulu.

3. Peran wanita dalam  membangun semangat kebangsaan yaitu kaum wanita ikut serta dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia, melalui organisasi pergerakan nasional. Ini dimulai dari Poetri Mardika yang didirikan tahun 1912. Organisasi perempuan lainnya adalah Aisyah, sayap perempuandalam gerakan Muhammadiyah yang terbentuk pada tahun 1917.

Para pejuang wanita seperti Kartini, Rasuna Said, Maria Walanda Maramis dan Dewi Sartika berupaya untuk meningkatkan pendidikan dengan membuka sekolah-sekolah perempuan dan menulis tulisan yang mengajak untuk meninggalkan budaya yang mengekang perempuan.

Adapun Peran wanita dalam membangun semangat kebangsaan antara lain:
  • Meningkatkan kesetaraan dan harkat wanita di masa pergerakan kemerdekaan
  • Membuka peluang pendidikan bagi para wanita
  • Membangun semangat kebangsaan atau nasionalisme di kalangan perempuan
  • Menyatukan dan meningkatkan kerjasama dari perempuan dari berbagai latar belakang suku dan agama
4. Para pemuda belum puas dengan perkembangan organisasi pergerakan kebangsaan di Indonesia sebelum tahun 1928, karena organisasi sebelum tahun 1928 masih mementingkan golongan dan kesukuan sendiri-sendiri, sehingga tidak bisa bersatu dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Misalnya, Budi Utomo bergerak di bidang kesejahteraan dan kerjasama kaum priyayi (bangsawan), sementara Sarekat Islam, Muhammadiyah, dan Nahdlatul Ulama bergerak dibidang sosial kemasyarakatan di antara umat Islam.

Organisasi ini juga sebelum tahun 1928 belum bisa menghasilkan hasil yang nyata dalam perjuangan mendapatkan kemerdekaan dari Belanda.

Karena itu, terlaksananya Kongres Pemuda pada tahun 1928 yang menghasilkan Sumpah Pemuda, adalah tonggak penting dalam pergerakan kemerdekaan Indonesia. Sumpah Pemuda mengarahkan organisasi-organisasi yang sebelumnya memiliki tujuan sendiri-sendiri ini sehingga menjadi memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

5. Perjuangan Perhimpunan Indonesia dapat menginspirasi para pemuda untuk mewujudkan gerakan persatuan di antara organisasi pergerakan, karena Perjuangan perhimpunan Indonesia membuat para pemuda mau berjuang untuk tujuan berakhirnya penjajahan di atas dunia. Namun sebelumnya, mereka harus terlebih dahulu bersatu agar dapat melawan kekuatan penjajah.

6. Di lingkungan tempat tinggal kita mungkin banyak organisasi yang berkembang, baik itu organisasi sosial atau organisasi politik seperti:
  • Partai politik
  • LSM
  • Keluarga
  • Karang Taruna
  • Panti asuhan
  • Relawan korban bencana alam
  • Lembaga keagamaan