Soal dan Jawaban materi Indonesia Merdeka - Sejarah Indonesia XI SMA/SMK


Berikut adalah soal mata pelajaran Sejarah Indonesia XI SMA/SMK materi Indonesia Merdeka lengkap dengan kunci jawaban.

Soal Essay:
  1. Bagaimana penilaian kamu tentang adanya Janji Kaiso, tentang kemerdekaan Indonesia?
  2. Mengapa terjadi perbedaan antara para pemuda dengan Sukarno-Hatta dan mengapa terjadi peristiwa Rengasdengklok?
  3. Bagaimana kira-kira perubahan yang terjadi dalam kehidupan sosial, ekonomi, politik, dan budaya setelah terjadi kemerdekaan?
  4. Jelaskan pentingnya NKRI bagi kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia!
  5. Lakukan identifikasi departemen dan nama-nama menterinya, serta pembagian provinsinya!
  6. Mengapa pada awal kemerdekaan kondisi perekonomian bangsa Indonesia dikatakan sangat memprihatinkan?
  7. Apa peran dan posisi KNIP dalam struktur ketatanegaraan Indonesia pada awal kemerdekaan?
  8. Jelaskan, mengapa perlu partai politik dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia!
  9. Rumuskan nilai-nilai kejuangan yang berkaitan dengan peristiwa Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, 17 Agustus 1945!
  10. Buatlah biografi singkat tentang tokoh Sukarno atau Moh. Hatta.

Kunci Jawaban

1. Penilaian saya tentang adanya Janji Kaiso, tentang kemerdekaan Indonesia adalah sebagai berikut:

Sisi positifnya, dengan adanya Janji Kaiso, tokoh-tokoh nasionalis Indonesia memiliki kelonggaran yang lebih dalam menyusun berbagai rencana persiapan kemerdekaan seperti BPUPKI dan PPKI yang memang realitanya berhasil membantu secara tidak langsung realisasi kemerdekaan pada 17 Agustus.

Namun, dari sisi negatifnya, Janji ini terkesan hanya diberikan bila ada imbalannya yakni jika Indonesia ikut membantu perang dan Jepang berhasil menang. Jika janji ini terealisasi, akan timbul kesan bahwa kemerdekaan Indonesia adalah hasil pemberian Jepang. Janji ini juga cenderung mengarahkan rakyat Indonesia untuk perang sebagai "pasukan jepang" daripada mengintensifkan persiapan kemerdekaan Indonesia.

2. Terjadi perbedaan antara para pemuda dengan Sukarno-Hatta terkait waktu pelaksanaan proklamasi kemerdekaan Indonesia. Para golongan pemuda  mendesak agar Sukarno dan Moh.Hatta segera memerdekakan Indonesia. Proklamasi Kemerdekaan Indonesia harus dilaksanakan oleh kekuatan bangsa sendiri, bukan oleh PPKI. Menurut para pemuda, PPKI itu buatan Jepang. Pemuda berharap kemerdekaan yang dilakukan adalah kemerdekaan yang dilakukan oleh bangsa sendiri, bukan karena jasanya Jepang.

Sedangkan golongan tua (Sukarno-Hatta)berpendapat bahwa untuk memproklamasikan Kemerdekaan Indonesia, perlu dibicarakan dengan PPKI agar tidak menyimpang dari ketentuan.

Peristiwa Rengasdengklok terjadi karena para pemuda gagal memaksa Sukarno dan golongan tua untuk segera memproklamasikan kemerdekaan. Kemudian pada malam itu juga sekitar pukul 24.00 tanggal 15 Agustus, para pemuda mengadakan pertemuan di Jl. Cikini 71 Jakarta. Para pemuda yang hadir, antara lain Sukarni, Wikana, Yusuf Kunto, Chaerul Saleh, dan Shodanco Singgih. Mereka sepakat untuk membawa Sukarno dan Moh. Hatta ke luar kota (Rengasdengklok). Tujuannya, agar kedua tokoh ini jauh dari pengaruh Jepang dan bersedia memproklamasikan kemerdekaan Indonesia.Para pemuda juga sepakat menunjuk Shodanco Singgih untuk memimpin pelaksanaan rencana tersebut.

3. Perubahan yang terjadi dalam kehidupan sosial, ekonomi, politik, dan budaya setelah terjadi kemerdekaan dalam bidang ekonomi pasca proklamasi kemerdekaan tidak ada perubahan yang signifikan karena ekonomi Indonesia masih terpuruk. Dalam bidang politik telah terjadi perubahan dimana pemerintahan dipegang langsung oleh bumiputera. Dalam bidang sosial-budaya tejadi perubahan dengan terbebasnya masyarakat dari segala bentuk tindak penjajahan yang tidak ada lagi diskriminasi terhadap bumiputera.

4. Indonesia terdiri dari berbagai macam suku bangsa, etnis, agama, bahasa, adat istiadat, dan beribu-ribu pulau. NKRI sangat penting bagi kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia untuk menyatukan kehidupan bangsa yang beragam.

Sebagai generasi penerus bangsa kita merasa terpanggil untuk turut serta dalam usaha membela negara. Walau pemerintahan terpuruk, jangan sampai kita ikut terpuruk dan memusuhi bangsa sendiri, ingat kita tidak mengabdi kepada pemerintah, tetapi kita mengabdi kepada indonesia. 

5. Departemen dan nama-nama menteri pada masa awal kemerdekaan:
  • Departemen dalam Negeri, Menterinya R.A.A. Wiranata Kusumah.
  • Departemen Luar Negeri,Menterinya Mr. Ahmad Subarjo.
  • Departemen Keuangan,Menterinya Mr. A.A. Maramis.
  • Departemen Kehakiman, Menterinya Prof. Mr. Supomo.
  • Departemen Kemakmuran, Menterinya Ir. Surakhmad Cokroadisuryo.
  • Departemen Keamanan Rakyat, Menterinya Supriyadi.
  • Departemen Kesehatan, Menterinya Dr. Buntaran Martoatmojo.
  • Departemen Pengajaran, Menterinya Ki Hajar Dewantara.
  • Departemen Penerangan, Menterinya Mr. Amir Syarifuddin.
  • Departemen Sosial, Menterinya Mr. Iwa Kusumasumantri.
  • Departemen Pekerjaan Umum, Menterinya Abikusno Cokrosuyoso.
  • Departemen Perhubungan, Menterinya Abikusno Cokrosuyoso.
  • Departemen Negara, Menterinya ada empat yakni Wahid Hasyim, Dr. M. Amir, Mr. R.M. Sartono, R. Otto Iskandardinata.
Adapun pembagian provinsinya adalah sebagai berikut:
  • Jawa Barat, Gubernurnya Sutarjo Kartohadikusumo.
  • Jawa Tengah, Gubernurnya R. Panji Suroso.
  • Jawa Timur, Gubernurnya R.A. Suryo.
  • Borneo (Kalimantan), Gubernurnya Ir. Pangeran Muhammad Noor.
  • Sulawesi, Gubernurnya Dr. G.S.S.J. Sam Ratulangi.
  • Maluku, Gubernurnya Mr. J. Latuharhary.
  • Sunda Kecil (Nusa Tenggara), Gubernurnya Mr. I. Gusti Ktut Pudja.
  • Sumatera, gubernurnya Mr. Teuku Mohammad Hassan.
6. Pada awal kemerdekaan kondisi perekonomian bangsa Indonesia dikatakan sangat memprihatinkan karena inflasi, belum punya mata uang Republik Indonesia, peredaran mata uang asing, dan kas negara kosong.

Inflasi yang cukup berat terjadi dipicu karena peredaran mata uang rupiah Jepang yang tak terkendali sedangkan nilai tukarnya sangat rendah.

Pemerintah Indonesia tidak bisa melarang peredaran mata uang asing karena Indonesia belum memiliki mata uang sendiri. Mata uang asing yang beredar adalah De Javasche Bank, uang pemerintah Hindia Belanda dan mata uang rupiah Jepang. Bahkan setelah NICA datang ke Indonesia, juga berlaku mata uang NICA. Kondisi perekonomian makin parah karena NICA melakukan blokade.

7. Peran KNIP dalam struktur ketatanegaraan Indonesia pada awal kemerdekaan adalah membantu presiden dengan anggotanya terdiri dari pemuka-pemuka masyarakat di berbagai golongan dan daerah sebagai penjelmaan kebulatan tujuan dan cita-cita bangsa Indonesia untuk menyelenggarakan kemerdekaan Indonesia berdasarkan Kedaulatan Rakyat.

Posisi KNIP sebagai lembaga legislatif, sedang presiden adalah eksekutif.

8. Partai politik diperlukan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia, karena Partai Politik merupakan sebuah wadah untuk menyaring tokoh-tokoh yang menduduki jabatan dalam pemerintahan baik di daerah maupun pemerintah Pusat.

Selain itu partai politik merupakan sarana untuk menyalurkan aspirasi-aspirasi rakyat yang akan di olah menjadi kebijakan yang berguna bagi kepentingan rakyat.

9. Nilai-nilai kejuangan yang berkaitan dengan peristiwa Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, 17 Agustus 1945 diantaranya:
  • Cinta terhadap tanah air
  • Rela berkorban
  • Saling Bekerja Sama
  • Mufakat dan musyawarah
  • Nilai Persatuan dan kesatuan
  • Nilai kejuangan rasa senasib dan sepenanggungan.
  • Nilai kejuangan patriotisme.
10. Biografi singkat tentang tokoh Sukarno atau Moh. Hatta:

a. Biografi Ir. Sukarno
Sukarno atau Bung Karno, lahir di Surabaya tanggal 6 Juni 1901. Sudah aktif dalam berbagai pergerakan sejak menjadi mahasiswa di Bandung. Tahun 1927, bersama kawan- kawannya mendirikan PNI. Oleh karena perjuangannya, ia seringkali keluar-masuk penjara. Kemudian pada zaman Jepang, ia pernah menjadi ketua Putera, Chuo Sangi In dan PPKI, serta pernah menjadi anggota BPUPKI.

Begitu tiba di tanah air, dari perjalanannya ke Saigon, Sukarno menyampaikan pidato singkat.
 
Isi pidato itu antara lain, pernyataan bahwa Indonesia sudah merdeka sebelum jagung berbunga. Hal ini semakin membakar semangat rakyat Indonesia. Bersama Moh. Hatta, Sukarno menjadi tokoh sentral yang terus didesak oleh para pemuda agar segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia, sampai akhirnya ia harus diungsikan ke Rengasdengklok. Sepulangnya dari Rengasdengklok ia bersama Moh. Hatta dan Ahmad Subarjo merumuskan teks proklamasi, dan menuliskannya pada secarik kertas. Sukarno bersama Moh. Hatta diberi kepercayaan untuk menandatangani teks proklamasi tersebut.

Tanggal 17 Agustus 1945, peranan Sukarno semakin penting. Secara tidak langsung ia terpilih menjadi tokoh nomor satu di Indonesia. Sukarno dengan didampingi Moh. Hatta, diberi kepercayaan membacakan teks proklamasi sebagai pernyataan Kemerdekaan Indonesia. Oleh karena itu, Sukarno dikenal sebagai pahlawan proklamator. Sukarno wafat pada tanggal 21 Juni 1970 dan dimakamkan di Blitar.

b. Biografi Drs. Moh. Hatta
Drs. Moh. Hatta lahir di Bukittinggi tanggal 12 Agustus 1902. Sejak menjadi mahasiswa di luar negeri, ia sudah aktif dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Ia menjadi salah seorang pemimpin dan ketua Perhimpunan Indonesia di negeri Belanda. Setelah di tanah air, ia aktif di PNI bersama Bung Karno. Setelah PNI dibubarkan, Hatta aktif di PNI Baru.

Pada masa pendudukan Jepang, ia menjadi salah seorang pemimpin PUTERA, menjadi anggota BPUPKI dan wakil ketua PPKI. Saat menjabat sebagai wakil PPKI, Moh. Hatta dan Sukarno menjadi dwi tunggal yang sulit dipisahkan. Bersama Bung Karno, ia juga pergi menghadap Terauchi di Saigon. Setelah pulang, Moh.Hatta menjadi salah satu tokoh sentral yang terus didesak para pemuda agar bersama Sukarno bersedia menyatakan proklamasi Indonesia secepatnya.

Moh. Hatta melibatkan diri secara langsung dan ikut andil dalam perumusan teks proklamasi. la juga ikut menandatangani teks proklamasi. Pada peristiwa detik-detik proklamasi, Moh. Hatta tampil sebagai tokoh nomor dua dan mendampingi Bung Karno dalam pembacaan teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Oleh karena itu, ia juga dikenal sebagai pahlawan proklamator. la wafat pada tanggal 14 Maret 1980, dimakamkan di pemakaman umum Tanah Kusir Jakarta.