Soal dan Jawaban materi Dampak dalam Bidang Politik-Pemerintahan dan Ekonomi - Sejarah Indonesia XI SMA/SMK


Berikut adalah soal mata pelajaran Sejarah Indonesia XI SMA/SMK materi Dampak dalam Bidang Politik-Pemerintahan dan Ekonomi lengkap dengan kunci jawaban.

Soal Essay:
  1. Penjajah sering bertindak menghalalkan segala cara untuk memperluas wilayahnya. Mengapa demikian dan tunjukkan buktinya!
  2. Mengapa Raffles melakukan perubahan struktur pemerintahan di Hindia Belanda? Coba bandingkan dengan keadaan struktur pemerintahan di Indonesia sekarang!
  3. Untuk menguasai daerah dan rakyat Indonesia, Belanda sebenarnya juga memanfaatkan sistem feodal yang sudah berkembang sebelumnya. Coba jelaskan!
  4. Di samping menimbulkan penderitaan dan kemiskinan, kebijakan kolonial Belanda di bidang ekonomi juga ada nilai positifnya. Coba kamu jelaskan!
  5. Apa yang dimaksud dengan sistem ekonomi uang di zaman penjajahan Belanda? Apakah sistem ekonomi uang pada masa itu berhasil? Coba jelaskan dengan contohnya!

Kunci Jawaban

1. Penjajah sering bertindak menghalalkan segala cara untuk memperluas wilayahnya. Karena penjajah ingin menguasai wilayah dan sumber daya alam di Indonesia.  

Bukti dari tindakan yang menghalalkan segala cara oleh para penjajah misalnya adalah tindakan-tindakan yang kejam dan menyengsarakan rakyat Indonesia, yaitu:
  • Sistem Kerja Rodi
  • Pelayaran Hongi
  • Sistem Tanam Paksa
  • Politik Devide et Impera
2. Raffles melakukan perubahan struktur pemerintahan di Hindia Belanda karena pada masa pemerintahan Raffles, peran bupati sebagai penarik pajak dihapus dan para bupati dijadikan pegawai bagian dari pemerintahan kolonial. Raffles menerapkan Sistem Landrente (sewa tanah) yang membutuhkan banyak pegawai, maka para bupati dijadikan pegawai kolonial karena pada masanya Raffles tidak memberlakukan pajak tetapi sistem sewa tanah. Sebenarnya sistem sewa tanah Meneruskan usaha yang pernah dilakukan Belanda misalnya penjualan tanah kepada swasta, serta penanaman kopi.

Rafflea dianggap melakukan perubahan struktur Belanda karena menghapus segala penyerahan wajib dan kerja rodi yang dilakukan sebelumnya oleh pemerintah Belanda.

Jika bandingkan dengan keadaan struktur pemerintahan di Indonesia sekarang: Untuk kepala Negara dan kepala pemerintahan dipimpin oleh seorang presiden, saat dulu dipimpin oleh seorang raja. Di setiap daerah berkuasa seorang bupati. Dulu bupati merupakan pegawai kolonial dari Belanda, sekarang bupati berada di bawah gubernur yang harus bertanggungjawab kepada Menteri Dalam Negeri.

3. Untuk menguasai daerah dan rakyat Indonesia, Belanda sebenarnya juga memanfaatkan sistem feodal yang sudah berkembang sebelumnya. Sistem feodal yang dimaksud adalah dengan membujuk merayu, menyuap atau mengancam penguasa kerajaan dan kesultanan tradisional di Indonesia. Bagi yang mau bekerja sama dengan belanda, akan diberikan kekuasaan dan kekayaan, namun yang menentang akan digulingkan. Dengan bantuan pemimpin feodal ini, Belanda yang jumlahnya sedikit dapat menguasai Indonesia, karena pemimpin feodal akan membantu Belanda dengan pasukan, dengan administrasi wilayah jajahan dan dengan menyediakan pekerja bagi Belanda.

Contoh dari penggunaan sistem Feodal ini adalah saat Belanda di bawah Daendels ingin membangun Jalan Raya Besar di Jawa. Mereka menyuruh para priyayi (bangsawan) di jawa untuk menyediakan buruh kerja rodi untuk menyelesaikan jalan ini. Sebagian besar penguasa feodal menuruti keinginan Belanda, sementara yang menolak, akan ditindak oleh Belanda, seperti yang terjadi pada Pangeran Kusumadinata IX dari Sumedang yang diasingkan oleh Belanda setelah peristiwa penolakan kerja rodi di Cadas Pangeran.

4. Di samping menimbulkan penderitaan dan kemiskinan, kebijakan kolonial Belanda di bidang ekonomi juga ada nilai positifnya. 

Dampak positif bidang ekonomi kolonialisme Belanda adalah masyarakat Indonesia mengetahui sistem ekonomi liberalis dan kapitalis, diperkenalkannya sistem perbankan di Indonesia, munculnya alat transportasi modern seperti kereta api dan kapal uap

Dengan demikian, dampak positif penjajahan belanda di bidang ekonomi yaitu memperoleh ilmu cara tanam yg lebih bagus dan efisien sehingga meningkatkan nilai ekonomi agraris, mengetahui komoditas ekspor, mengetahui komoditas tanaman penting dari luar nusantara, mempelajari ilmu sistem irigasi sehingga meningkatkan komoditas agraris, dan mengenal sistem mata uang.

5. Sistem ekonomi uang di zaman penjajahan Belanda adalah sistem ekonomi dimana penjajah belanda menggunakan uang sebagai sarana dan alat pembayaran. Uang menjadi alat tukar yang sah setelah zaman barter tidak dapat memenuhi kebutuhan masyarakat, karena sistem barter ini tidak sesuai dengan perkembangan zaman, sulitnya menemukan barter yang tepat membuat terciptanya uang.

Sistem ekonomi uang pada waktu itu berhasil. Sebagai buktinya pada zaman penjajahan belanda masa tanam paksa masyarakat dipaksa menanam tumbuhan dan hasil panennya dibeli dengan harga yang sangat murah, dan uang menjadi alat tukarnya yaitu gulden.