Soal dan Jawaban materi Perhitungan Break Even Point (BEP) Usaha Makanan Khas Daerah


Berikut adalah soal mata pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan (Pengelolaan) kelas XI SMA materi Perhitungan Break Even Point (BEP) Usaha Makanan Khas Daerah lengkap dengan kunci jawaban.

Soal Essay:
  1. Apa yang dimaksud break even point (BEP)?
  2. Sebutkan manfaat dari menghitung BEP!
  3. Jelaskan hal apa saja yang perlu diperhatikan sebelum menentukan harga jual!
  4. Apa yang dimaksud Fixed Cost (biaya tetap) dan sebutkan 2 contoh yang termasuk biaya tetap?
  5. Apa yang dimaksud biaya variabel dan sebutkan 2 contoh yang termasuk biaya variabel?
  6. Jelaskan tentang rumus perhitungan BEP!
  7. Apa yang akan terjadi saat garis total revenue di atas garis total cost dalam sebuah grafik titik impas suatu usaha?

Kunci Jawaban

1. Break even point (BEP) adalah suatu titik atau keadaan dimana perusahaan di dalam operasinya tidak memperoleh keuntungan dan tidak menderita kerugian.

2. Manfaat dari menghitung BEP adalah sebagai berikut:
  • Alat perencanaan untuk menghasilkan laba
  • Memberikan informasi mengenai berbagai tingkat volum penjualan, serta hubungannya dengan kemungkinan memperoleh laba menurut tingkat penjualan yang bersangkutan.
  • Mengevaluasi laba dari perusahaan secara keseluruhan
  • Mengganti sistem laporan yang tebal dengan grafik yang mudah dibaca dan dimengerti
3. Hal yang perlu diperhatikan sebelum menentukan harga jual diantaranya adalah
  • Pelanggan. Pelanggan merupakan prioritas utama dalam usaha makanan khas daerah, jadi pastikan bahwa harga jual yang ditetapkan akan dapat di terima oleh pelanggan.
  • Pesaing. Pastikan bahwa harga jual produk dapat bersaing dengan harga jual produk pesaing.
  • Biaya. Pastikan harga jual produk yang di tetapkan dapat menutup biaya- biaya yang telah terjadi.
  • Kemanfaatan untuk usaha. Harga jual yang ditetapkan di nilai pantas jika harga dapat memberikan keuntungan yang di harapkan seehingga mempermudah dalam mengembangkan usaha yang dirintis.
4. Fixed Cost (biaya tetap) adalah biaya yang tidak berubah meskipun volume produksi berubah. Contoh Fixed Cost (biaya tetap): Biaya penyusutan alat, biaya tenaga kerja.

5. Variabel Cost (biaya variabel) adalah biaya yang berubah-ubah sebanding dengan volume atau jumlah produk yang dihasilkan. Contoh Variabel Cost (biaya variabel): Biaya bahan baku, kemasan.

6. Rumus perhitungan BEP, dapat dihitung dengan dua cara:
a. Break Even Point (BEP) Penjualan dalam Unit
Break even point volume produksi menggambarkan produksi minimal yang harus dihasilkan pada perusahaan agar tidak mengalami kerugian. Rumus perhitungan BEP unit seperti berikut.





Keterangan:
BEP= Break Even Point (Titik Impas) Q = Quantity (jumlah produk)
FC = Fixed Cost (Biaya Tetap)
VC = Variable Cost (Biaya Variabel)
P = Harga Produk

b. Break Even Point (BEP) Rupiah
Break Even Point rupiah menggambarkan total penerimaan produk dengan kuantitas produk pada saat BEP






Keterangan:
BEP = Break Even Point (Titik Impas) TR = Total Revenue (Penerimaan)
FC = Fixed Cost (Biaya Tetap)
VC = Variable Cost (Biaya Variabel)

7. Saat garis total revenue di atas garis total cost dalam sebuah grafik titik impas suatu usaha maka semakin besar laba bersih atau keuntungan investasi yang akan didapatkan.