Soal dan Jawaban materi Menghitung Biaya Produksi - Prakarya dan Kewirausahaan X SMA


Berikut adalah soal mata pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan (Kerajinan) kelas X SMA materi Menghitung Biaya Produksi lengkap dengan kunci jawaban.

Soal Essay
  1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan biaya?
  2. Jelaskan beberapa komponen dalam biaya produksi?
  3. Sebutkan beberapa unsur-unsur yang ada pada biaya?
  4. Sebutkan beberapa jenis biaya yang kalian ketahui?
  5. Bagaimana jika salah satu unsur biaya tidak bisa di jalankan?
  6. Jelaskan apa yang dimaksud dengan harga pokok?
  7. Jelaskan tentang biaya produksi menurut pendapatmu?
  8. Sebutkan beberapa unsur-unsur yang ada pada harga pokok?
  9. Jelaskan apa yang dimaksud dengan biaya produksi?
  10. Bagaimana cara menentukan HPP?
  11. Jelaskan tentang pengertian BEP?
  12. Jelaskan tentang jenis-jenis Break event point ?
  13. Jelaskan mengenai analisis BEP menurutmu?
  14. Untuk apa BEP digunakan?
  15. Bagaimana cara menghitung laba-rugi melihat rumus BEP?

Kunci Jawaban

1. Secara sederhana dalam bidang perdagangan, biaya adalah sejumlah uang yang dikeluarkan oleh sebuah perusahaan atau perorangan untuk membuat produk atau jasa. Biaya tersebut menyangkut semua hal yang memiliki nilai seperti biaya produksi, biaya perawatan dan sebagainya. biaya ini akan dijadikan pertimbangan dalam menentukan harga jual produk.

2. Komponen biaya produksi, antara lain
a. Biaya Bahan Baku
Definisi Biaya bahan baku (raw materials cost) adalah biaya yang digunakan untuk bahan-bahan yang bisa dengan mudah dan langsung diidentifikasikan dengan barang jadi. Contoh bahan baku adalah tembakau bagi perusahaan rokok dan kayu bagi perusahaan mebel.

b. Biaya Tenaga Produksi
Definisi Biaya tenaga kerja produksi adalah biaya untuk tenaga kerja yang secara langsung menangani proses produksi atau bisa dihubungakan langsung dengan barang jadi. Contoh tenaga kerja langsung adalah tukang kayu pada perusahaan mebel dan tukang pelinting rokok dalam perusahaan rokok (Sigaret Kretek Tangan = SKT).

c. Biaya Overhead
Pengertian Biaya overhead pabrik adalah biaya pabrik selain daripada bahan baku dan tenaga kerja langsung. Jadi biaya ini tidak dapat diidentifikasikan langsung dengan barang yang dihasilkan.

3. Unsur biaya terbagi atas 3 yaitu :
  • Bahan Baku Langsung (Direct Materials)
  • Tenaga Kerja Langsung (Direct Labour)
  • Biaya Tidak Langsung (Factory Overheat Cost)
4. Jenis-jenis biaya
  • Biaya tetap (fixed cost)
  • Biaya Variabel (Variable Cost)
  • Biaya Semivariabel (Mixed/ Semivariable Cost)
  • Biaya Langsung (Direct Cost)
  • Biaya Tidak Langsung (Indirect Cost)
  • Biaya Investasi (Investment Cost)
  • Biaya Operasi (Operational Cost)
  • Biaya Perawatan (Maintenance Cost)
  • Biaya Total (Total Cost)
5. Jika salah satu unsur biaya tidak bisa di jalankan maka akan berpengaruh pada kegiatan produksi yang dilakukan oleh perusahaan.

6. Harga pokok adalah harga atau nilai barang yang dijual. Umumnya Cara Menghitung HPP ini ditentukan pada persediaan awal produk ditambah dengan jumlah harga produksi dan dikurangi dengan persediaan akhir produk.

7. Biaya produksi menurut pendapat saya adalah harga pokok produksi, yang digunakan untuk menghitung harga produk yang pada akhir periode yang dalam proses. Biaya non produksi ditambahkan pada harga pokok produksi untuk menghitung total harga pokok produk.

8. Unsur-unsur yang ada pada harga pokok terdiri dari 3, yaitu: Biaya Bahan Baku, Biaya Tenaga Kerja Langsung, dan Biaya Overhead Pabrik.

9. Biaya produksi adalah biaya-biaya yang dikelurkan dalam pengolahan bahan baku menjadi produk, sedangkan biaya non produksi merupakan biaya-biaya yang dikeluarkan untuk kegiatan non produksi, seperti kegiatan pemasaran dan kegiatan administrasi umum.

10. Cara menentukan HPP
Cara menghitung harga harga pokok produksi (HPP) dapat dilakukan dengan Menghitung Biaya Bahan Baku, Menghitung Biaya Produksi dan Menentukan Harga Pokok Produksi

11. BEP (Break Even Point) adalah titik impas di mana posisi jumlah pendapatan dan biaya sama atau seimbang sehingga tidak terdapat keuntungan ataupun kerugian dalam suatu perusahaan

12. Jenis BEP (Break Even Point), yaitu:
  • BEP Unit: BEP yang dinyatakan dalam jumlah penjualan produk di nilai tertentu.
  • BEP Rupiah: BEP yang dinyatakan dalam jumlah penjualan atau harga penjualan tertentu.
13. Analisis BEB merupakan perencanaan penjualan sekaligus sebagai alat perencanaan tingkat produksi. Tujuan utamanya adalah supaya perusahaan secara minimal nantinya tidak akan mengalami kerugian. Selanjutnya karena harus mendapatkan keuntungan maka bukan berarti suatu perusahaan diharuskan berproduksi di atas BEP nya.

14. BEP digunakan untuk menganalisis balik modal yang digunakan untuk dapat menentukan Jumlah penjualan, mengukur serta menjaga supaya penjualan dan juga tingkat dari produksinya tidak akan lebih kecil daripada BEP serta digunakan untuk menganalisis langsung perubahan harga jual.

15. Cara menghitung laba-rugi dengan rumus BEP:
  • BEP Produksi = Total Biaya/Harga Penjualan
  • BEP Harga = Total biaya/Harga Produksi