Sifat Arbitrer Bahasa Percakapan Budi Dan Wati

Perhatikan ilustrasi berikut!

Pada acara makan malam formal di sebuah acara, Budi dan Wati sedang melakukan percakapan. Percakapan ini benar-benar rahasia sehingga mereka menggunakan percakapan seperti berikut.

Budi: “Kavamuvu davapavat beverava provojevek davarivi PT ABC?”

Wati: “Savayava davapavat 25 provojevek.”

Budi: “Wavah hevabavat kavamuvu.”

Wati: “Huvus, javangavan keveravas-keveravas.”

Berdasarkan ilustrasi di atas, diskusikanlah pertanyaan berikut!

Jika Saudara diminta untuk menganalisis percakapan Budi dan Wati dalam konteks pengertian bahasa. Apakah Budi dan Wati sedang berbahasa? Berikan alasan yang logis!

Apakah dapat mencerminkan sifat arbitrer bahasa, penggunaan bahasa secara tidak umum yang dilakukan oleh Budi dan Wati? Berikan alasan yang logis!

Apa fungsi bahasa yang terlihat dalam percakapan Budi dan Wati jika dikaitkan dengan teori M.A.K. Halliday?

Jawaban:

Status Aktivitas Berbahasa Budi dan Wati

Budi dan Wati sedang berbahasa karena percakapan tersebut memenuhi hakikat dasar bahasa sebagai sistem lambang bunyi yang bermakna dan bermaksud komunikatif. Kode rahasia yang dipakai kedua penutur ini dibentuk dengan pola penambahan suku kata tertentu pada setiap suku kata asli, misalnya penyisipan bunyi tertentu yang teratur. Kridalaksana (2008) menyatakan bahwa bahasa adalah sistem lambang bunyi yang arbitrer yang digunakan oleh anggota kelompok sosial untuk bekerja sama, berkomunikasi, dan mengidentifikasikan diri. Walau pola tutur diubah, struktur tata bahasa dan makna dasar ucapan tetap mengacu pada tata bahasa Indonesia yang dipahami oleh kedua penutur tersebut. Gagasan tersampaikan dan terjadi saling pemahaman, sehingga proses komunikasi verbal tetap berlangsung secara utuh.

Refleksi Sifat Arbitrer Bahasa

Penggunaan bahasa rahasia oleh Budi dan Wati mencerminkan sifat arbitrer bahasa. Sifat arbitrer bermakna tidak ada hubungan wajib antara lambang bunyi dengan wujud atau konsep yang diwakilinya (ChaƩr, 2014). Penutur bebas menyepakati hubungan antara bentuk bahasa dan maknanya berdasarkan konvensi komunitas pembicara. Budi dan Wati membuat kesepakatan rahasia mengenai aturan penyisipan bunyi pada ujaran. Bentuk ujaran baru yang terdengar asing bagi orang luar tetap memiliki makna yang jelas bagi penutur dan lawan tutur karena adanya konvensi internal yang dibuat bersama.

Fungsi Bahasa Berdasarkan Teori M.A.K. Halliday

Fungsi bahasa yang terlihat dalam percakapan ini adalah fungsi interaksional dan fungsi personal. Menurut Halliday (1973), fungsi interaksional berguna untuk menjalin hubungan sosial dan menjaga kerahasiaan komunikasi kelompok, sedangkan fungsi personal memungkinkan penutur mengungkapkan perasaan serta gagasan pribadi. Budi dan Wati memanfaatkan fungsi interaksional untuk menyampaikan informasi rahasia mengenai jumlah proyek tanpa diketahui orang lain di sekitar tempat makan malam. Fungsi personal terlihat saat Budi memberikan pujian dan Wati merespons dengan meminta Budi memelankan suara. Kedua fungsi ini berjalan beriringan untuk menjaga kerahasiaan informasi sekaligus mempertahankan interaksi antarpenutur.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Komponen Pokok Manajemen Strategik Pearce dan Robinson pada PT Matahari Department Store

Mazhab Manajemen Strategik yang Relevan Bagi PT Matahari Department Store

Faktor Perubahan Lingkungan Bisnis Perusahaan Jasa Agar Strategi Pemasarannya Efektif Dan Responsif Terhadap Dinamika Pasar