Mazhab Manajemen Strategik yang Relevan Bagi PT Matahari Department Store
PT Matahari Department Store merupakan perusahaan ritel lokal yang telah berdiri sejak tahun 2005 dan bergerak di bidang penjualan produk kebutuhan rumah tangga melalui jaringan toko fisik di berbagai kota di Indonesia. Pada awal berdirinya, perusahaan ini mengandalkan strategi operasional yang bersifat sederhana dan reaktif terhadap perubahan pasar, dengan fokus utama pada efisiensi biaya dan perluasan jaringan toko.
Seiring perkembangan lingkungan bisnis yang semakin dinamis, terutama akibat digitalisasi, perubahan perilaku konsumen, serta meningkatnya kompetisi dari e-commerce besar, perusahaan mulai menyadari bahwa pendekatan manajemen yang digunakan selama ini tidak lagi memadai. Konsumen kini lebih menyukai kemudahan berbelanja secara online, harga yang kompetitif, dan pengalaman belanja yang terintegrasi.
Selain itu, perusahaan juga menghadapi berbagai tekanan dari lingkungan eksternal, seperti:
Perubahan teknologi digital yang cepat
Kebijakan pemerintah terkait perdagangan digital
Pergeseran sosial budaya masyarakat menuju gaya hidup digital
Persaingan dari platform marketplace nasional dan global
Dalam merespons kondisi tersebut, manajemen mulai mempertimbangkan penerapan manajemen strategik secara lebih formal dan sistematis, termasuk melakukan analisis lingkungan bisnis serta merumuskan strategi baru berbasis digital (digital transformation strategy).
Namun, terdapat perbedaan pandangan di antara manajemen:
Sebagian pihak berpendapat bahwa strategi harus direncanakan secara rasional dan sistematis.
Sebagian lainnya berpendapat bahwa strategi harus fleksibel dan berkembang secara bertahap mengikuti dinamika pasar
Di sisi lain, perusahaan juga mulai menyusun tujuan jangka panjang yang lebih jelas, serta mengidentifikasi sumber daya yang dimiliki untuk mendukung transformasi bisnis.
Pertanyaan:
Berdasarkan perbedaan pandangan manajemen dalam kasus di atas, identifikasi dan jelaskan mazhab manajemen strategik yang relevan. Menurut Anda, pendekatan mazhab mana yang paling tepat diterapkan dalam kondisi perusahaan tersebut? Jelaskan alasan Anda.
Jawaban:
Mazhab Manajemen Strategik yang Relevan
Dua pandangan yang berkembang di lingkungan manajemen perusahaan mencerminkan kontras antara Mazhab Perencanaan (Planning School) dan Mazhab Pembentukan (Learning/Emergent School). Pihak manajemen yang menghendaki strategi dirancang secara rasional dan sistematis mewakili Mazhab Perencanaan. Mazhab ini mengasumsikan bahwa proses perumusan strategi berjalan secara terstruktur, analitis, dan sistematis dari atas ke bawah (top-down). Sebaliknya, kelompok manajemen yang menginginkan fleksibilitas serta penyesuaian secara bertahap merepresentasikan Mazhab Pembentukan. Pendekatan ini meyakini bahwa strategi lahir dari proses pembelajaran organisasi, eksperimentasi, dan respons adaptif terhadap dinamika lapangan yang terus berubah.
Sumber Referensi:
Mintzberg, H., Ahlstrand, B., & Lampel, J. (2009). Strategy Safari: A Guided Tour Through The Wilds of Strategic Management. Free Press.
Pendekatan Mazhab yang Paling Tepat Diterapkan
Guna menghadapi ketidakpastian tinggi akibat digitalisasi dan pergeseran perilaku konsumen, saya menilai kombinasi antara Mazhab Perencanaan dan Mazhab Pembentukan melahirkan pendekatan yang paling proporsional. Namun, jika harus memilih satu dominasi pendekatan, Mazhab Pembentukan dengan kerangka kerja terarah menjadi pilihan utama. Perusahaan memerlukan fondasi perencanaan rasional untuk menetapkan arah transformasi digital, alokasi anggaran, serta target jangka panjang. Pada saat bersamaan, perusahaan harus memberi ruang bagi strategi yang berkembang di lapangan agar siap beradaptasi dengan manuver kompetitor e-commerce yang sangat cepat.
Sumber Referensi:
Grant, R. M. (2021). Contemporary Strategy Analysis. John Wiley & Sons.
Komentar
Posting Komentar