Contoh Soal Materi Menelaah Tafsir Q.S. at-Taubah/9: 105

Berikut adalah contoh soal penugasan Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti (PAI) untuk SMA/SMK Kelas X materi:

f.  Menelaah Tafsir Q.S. at-Taubah/9: 105

Bagian I: Pilihan Ganda

1. Perhatikan Q.S. at-Taubah/9: 105. Ayat tersebut menegaskan bahwa setiap amal manusia akan disaksikan oleh Allah Swt., Rasul-Nya, dan orang-orang mukmin. Dampak psikologis paling tepat bagi seorang muslim yang meyakini hal ini dalam bekerja adalah...
A. Merasa tertekan karena selalu diawasi secara ketat
B. Berusaha tampil maksimal hanya di depan atasan agar mendapat pujian
C. Memiliki integritas tinggi karena merasa diawasi oleh Dzat Yang Maha Melihat
D. Menjadi ragu-ragu dalam bertindak karena takut salah
E. Menunggu perintah orang lain sebelum memulai suatu pekerjaan
Kunci Jawaban: C

2. Dalam tafsir al-Misbah, Q.S. at-Taubah/9: 105 mendorong manusia untuk "lebih mawas diri". Maksud mawas diri dalam konteks etos kerja adalah...
A. Membandingkan hasil kerja diri sendiri dengan keberhasilan orang lain
B. Terus-menerus mengevaluasi niat dan kualitas pekerjaan agar sesuai syariat
C. Mencari celah agar pekerjaan cepat selesai dengan usaha minimal
D. Fokus hanya pada hasil akhir tanpa mempedulikan proses
E. Menghindari pekerjaan yang memiliki risiko kegagalan besar
Kunci Jawaban: B

3. Seorang siswa belajar dengan tekun meskipun tidak ada ujian, dengan harapan ilmunya bermanfaat bagi masyarakat. Tindakan ini merupakan implementasi pesan Q.S. at-Taubah/9: 105 poin pertama, yaitu...
A. Beramal saleh demi kepentingan pribadi
B. Bekerja hanya jika ada pengawasan dari orang tua
C. Beramal saleh dengan ikhlas hingga manfaatnya dirasakan luas
D. Menunjukkan prestasi agar diakui sebagai siswa teladan
E. Menghindari hukuman dari sekolah
Kunci Jawaban: C

4. "Pada hari kiamat, Allah Swt. akan membuka tabir penutup yang menutupi mata mereka". Pernyataan ini mengandung pesan analitis bahwa...
A. Hasil pekerjaan di dunia tidak relevan dengan kehidupan akhirat
B. Segala bentuk kemunafikan dalam beramal akan terungkap hakikatnya di akhirat
C. Manusia baru boleh bekerja setelah memahami ilmu akhirat
D. Keadilan Allah hanya akan ditegakkan di dunia saja
E. Amal buruk dapat disembunyikan jika dilakukan dengan sangat rapi
Kunci Jawaban: B

5. Istilah 'amala - ya'malu (bekerja) diulang sebanyak 412 kali dalam Al-Qur'an. Frekuensi penyebutan yang tinggi ini menunjukkan bahwa Islam memandang kerja sebagai...
A. Beban hidup yang tidak bisa dihindari
B. Sekadar cara untuk bertahan hidup secara fisik
C. Aktivitas sentral yang sangat penting bagi kehidupan manusia
D. Syarat utama untuk menjadi kaya raya di dunia
E. Pilihan opsional bagi mereka yang tidak ingin beribadah ritual
Kunci Jawaban: C

6. Berdasarkan Hadis riwayat Bukhari tentang mengambil tali dan mencari kayu bakar ke gunung, nilai karakter utama yang ingin ditanamkan adalah...
A. Keberanian mendaki gunung
B. Kemandirian dan kehormatan diri dengan tidak meminta-minta
C. Keterampilan dalam memanfaatkan hasil hutan
D. Strategi pemasaran produk kayu bakar
E. Kesabaran dalam menghadapi kemiskinan
Kunci Jawaban: B

7. Sesuai Q.S. al-Jumu'ah/6: 10, setelah melaksanakan salat, seorang muslim diperintahkan untuk "bertebaran di bumi". Hal ini menunjukkan konsep keseimbangan Islam, yaitu...
A. Memisahkan antara urusan duniawi dan ukhrawi secara mutlak
B. Mengutamakan dunia di atas segala-galanya
C. Melakukan ritual ibadah sekaligus produktif secara ekonomi
D. Hanya bekerja jika kebutuhan ibadah sudah terpenuhi semua
E. Meninggalkan dunia demi mencapai kekhusyukan ibadah
Kunci Jawaban: C

8. Perhatikan pernyataan: "Pahala berlipat akan diberikan kepada orang yang memberi contoh tanpa mengurangi pahala mereka yang mencontoh." Pesan ini sangat penting dalam etos kerja bagi seorang pemimpin dalam hal...
A. Memberikan perintah sebanyak mungkin kepada bawahan
B. Menjadi teladan (role model) dalam kedisiplinan dan kualitas kerja
C. Mengambil sebagian keuntungan dari hasil kerja bawahannya
D. Memastikan dirinya paling dikenal dibandingkan stafnya
E. Mendelegasikan semua pekerjaan berat kepada orang lain
Kunci Jawaban: B

9. Hadis Nabi Saw. menyebutkan bahwa makanan yang paling baik adalah hasil usaha tangan sendiri, seperti Nabi Daud a.s. Secara analitis, mengapa bekerja sendiri lebih baik daripada bergantung pada orang lain?
A. Karena orang lain tidak akan selalu bersedia membantu
B. Karena bekerja sendiri lebih cepat menghasilkan uang
C. Karena kemandirian menjaga kemuliaan (izzah) seorang muslim
D. Karena Nabi Daud adalah seorang raja yang kaya raya
E. Karena membantu orang lain itu dilarang dalam Islam
Kunci Jawaban: C

10. Salah satu hambatan munculnya keinginan untuk beramal saleh adalah merasa amalnya sudah cukup banyak. Sifat ini harus dihindari karena...
A. Dapat menimbulkan sifat ujub (bangga diri) dan menghentikan produktivitas
B. Akan membuat orang lain merasa iri kepada kita
C. Memang amal manusia ada batas maksimalnya
D. Allah tidak menyukai orang yang terlalu banyak beramal
E. Amal yang banyak pasti diterima oleh Allah Swt.
Kunci Jawaban: A

Bagian II: Essay

1. Mengapa Q.S. at-Taubah/9: 105 menyandingkan saksi amal antara Allah Swt., Rasul, dan orang mukmin? Apa implikasinya terhadap kualitas pekerjaan seorang muslim di ruang publik?

Kunci Jawaban: Penyandingan ini menunjukkan adanya pengawasan berlapis: pengawasan ilahiyah (Allah), pengawasan risalah/normatif (Rasul), dan pengawasan sosial (orang mukmin). Implikasinya, seorang muslim harus menjaga kualitas kerjanya agar tidak hanya sah secara agama, tetapi juga diakui kualitasnya secara sosial dan profesional oleh masyarakat.

2. Jelaskan hubungan antara etos kerja tinggi dengan perbaikan ekonomi dan sosial menurut teks yang Anda pelajari!

Kunci Jawaban: Kerja saleh atau amal saleh mencakup perbaikan ekonomi, kesehatan, pendidikan, dan sosial. Dengan etos kerja tinggi, seseorang tidak hanya menyejahterakan dirinya sendiri, tetapi juga membuka peluang manfaat bagi orang lain, sehingga tercipta tatanan masyarakat yang produktif dan mandiri.

3. Dalam H.R. Bukhari tentang mencari kayu bakar, mengapa Rasulullah Saw. menyebut pekerjaan tersebut "lebih baik" daripada meminta-minta, padahal meminta-minta bisa jadi menghasilkan uang lebih banyak dengan usaha lebih sedikit?

Kunci Jawaban: Karena Islam sangat menghargai kehormatan (muru'ah). Meminta-minta merendahkan martabat manusia, sedangkan bekerja keras (meskipun kasar seperti mencari kayu) menjunjung tinggi kemandirian dan rasa syukur atas potensi yang diberikan Allah Swt.

4. Bagaimana cara menyelaraskan antara perintah "Carilah karunia Allah" (urusan dunia) dengan perintah "Ingatlah Allah banyak-banyak" (urusan akhirat) sebagaimana terdapat dalam Q.S. al-Jumu'ah/6: 10?

Kunci Jawaban: Dengan menjadikan pekerjaan sebagai bagian dari ibadah. Caranya adalah mengawali kerja dengan niat karena Allah, menggunakan cara yang halal, jujur, tidak melanggar aturan agama, dan tetap melaksanakan kewajiban ritual (seperti salat tepat waktu) di sela-sela kesibukan kerja.

5. Sifat merasa "amal sudah cukup" dikatakan dapat menghambat keinginan beramal lagi. Berikan solusi praktis bagi seorang siswa agar terhindar dari sifat tersebut dalam hal belajar!

Kunci Jawaban: Solusinya adalah dengan menerapkan prinsip long-life learning (belajar sepanjang hayat), menyadari bahwa ilmu Allah sangat luas, selalu merasa haus akan pengetahuan, dan menanamkan niat bahwa belajar adalah sarana pengabdian kepada Allah yang tidak ada titik hentinya selama hayat dikandung badan.

Posting Komentar untuk "Contoh Soal Materi Menelaah Tafsir Q.S. at-Taubah/9: 105"