Contoh Soal Materi Menelaah Tafsir Q.S. al-Maidah/5: 48

Berikut adalah contoh soal Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti (PAI) untuk SMA/SMK Kelas X materi:

f.  Menelaah Tafsir Q.S. al-Maidah/5: 48

A. SOAL PILIHAN GANDA (10 BUTIR)

1. Dalam tafsir al-Misbah terkait Q.S. al-Maidah/5: 48, ditegaskan bahwa Al-Qur’an diturunkan dengan haq (kebenaran). Pernyataan berikut yang paling tepat menggambarkan manifestasi dari sifat haq tersebut dalam proses penurunan dan kandungan Al-Qur'an adalah...
A. Al-Qur'an diturunkan hanya untuk meluruskan sejarah masa lalu yang keliru melalui malaikat Jibril a.s.
B. Kebenaran Al-Qur'an mutlak mencakup zat yang menurunkannya, cara turunnya, maupun malaikat pembawanya.
C. Al-Qur'an menjadi satu-satunya kitab suci yang memuat hukum formal yang berlaku mengikat bagi seluruh alam.
D. Cara turunnya Al-Qur'an disesuaikan dengan kondisi sosial budaya masyarakat Arab agar mudah diterima.
E. Kandungan Al-Qur'an menolak keberadaan kitab-kitab terdahulu karena sudah tidak relevan.

Kunci Jawaban: B

2. Q.S. al-Maidah/5: 48 menyebutkan Al-Qur’an berfungsi sebagai muhaimin terhadap kitab-kitab terdahulu. Analisis yang paling akurat mengenai makna muhaimin dalam konteks hubungan antar-kitab suci adalah...
A. Al-Qur'an membatalkan seluruh syariat kitab terdahulu tanpa menyisakan prinsip moral sedikit pun.
B. Al-Qur'an menjadi saksi atas kebenaran kandungan kitab-kitab terdahulu sekaligus sebagai pengawas dan tolok ukurnya.
C. Al-Qur'an merangkum seluruh tata cara ibadah ritual yang ada pada kitab Taurat, Zabur, dan Injil.
D. Al-Qur'an memposisikan umat Islam sebagai penguasa mutlak atas peradaban umat-umat beragama sebelum mereka.
E. Al-Qur'an berfungsi menghakimi para nabi terdahulu yang dianggap gagal menjaga kemurnian kitab mereka.

Kunci Jawaban: B

3. Sebagai kitab suci yang bersifat kully (universal), Al-Qur'an bertindak sebagai pemelihara prinsip ajaran Ilahi. Dampak teologis dari sifat kully ini terhadap kehidupan umat manusia sepanjang masa adalah...
A. Setiap manusia diwajibkan menerapkan adat istiadat bangsa Arab dalam kehidupan sehari-hari.
B. Hukum-hukum sosial dalam Al-Qur'an tidak dapat dikontekstualisasikan lagi dengan perkembangan zaman.
C. Al-Qur'an mengandung kemaslahatan abadi yang nilainya tetap valid dan relevan bagi seluruh umat manusia.
D. Segala bentuk aturan formal kenegaraan di dunia harus mengadopsi sistem khilafah secara tekstual.
E. Ajaran Al-Qur'an hanya berfokus pada urusan akhirat dan menyerahkan urusan dunia sepenuhnya pada logika manusia.

Kunci Jawaban: C

4. Perhatikan pernyataan berikut: "Hendaklah orang beriman memutuskan perkara berdasarkan kitab suci Al-Qur’an dan tidak boleh bertentangan dengannya." Jika dianalisis secara kritis, implikasi perilaku yang mencerminkan pesan Q.S. al-Maidah/5: 48 tersebut dalam kehidupan modern adalah...
A. Menolak segala produk teknologi kedokteran barat karena tidak disebutkan secara spesifik di dalam Al-Qur'an.
B. Menjadikan nilai-nilai keadilan dan kemaslahatan Al-Qur'an sebagai parameter utama dalam merumuskan keputusan hukum.
C. Menggunakan ayat-ayat Al-Qur'an secara tekstual untuk memenangkan kepentingan kelompok dalam kontestasi politik.
D. Menyerahkan segala urusan hukum publik kepada pemuka agama tanpa perlu adanya lembaga peradilan formal.
E. Menutup diri dari dialog antarumat beragama demi menjaga kemurnian hukum Islam di lingkungan masyarakat.

Kunci Jawaban: B

5. Q.S. al-Maidah/5: 3 menyatakan bahwa agama Islam telah sempurna dan nikmat-Nya telah cukup. Hubungan analitis antara penegasan kesempurnaan Islam pada ayat tersebut dengan perintah mengikuti syariat Nabi Muhammad Saw. pada ayat ke-48 adalah...
A. Syariat Nabi Muhammad Saw. diciptakan untuk berkompromi dengan syariat nabi-nabi terdahulu demi kedamaian.
B. Kesempurnaan Islam menandakan bahwa syariat yang dibawa Nabi Muhammad Saw. telah menyempurnakan dan membatalkan syariat sebelumnya.
C. Umat Islam diperbolehkan memilih syariat dari nabi terdahulu selama mendatangkan keuntungan duniawi.
D. Syariat yang dibawa oleh Nabi Muhammad Saw. hanya berlaku khusus untuk bangsa Quraisy pada abad ke-7.
E. Tidak ada perbedaan sedikit pun antara tata cara ibadah (syariat) Nabi Musa a.s. dengan Nabi Muhammad Saw.

Kunci Jawaban: B

6. Allah Swt. tidak menjadikan manusia sebagai satu umat saja, melainkan menetapkan jalan terang (manhaj) dan aturan (syariat) masing-masing. Tujuan utama Allah Swt. membuat keragaman syariat ini adalah...
A. Untuk menciptakan persaingan politik yang sehat antar-kerajaan berbasis agama di dunia.
B. Untuk menguji siapakah di antara hamba-Nya yang taat dan durhaka melalui ujian kepatuhan terhadap syariat-Nya.
C. Agar manusia saling berdebat mengenai syariat siapa yang paling tua dan paling asli sejarahnya.
D. Untuk menunjukkan bahwa Allah Swt. tidak konsisten dalam menetapkan aturan bagi hamba-Nya.
E. Agar setiap umat mengisolasi diri dari umat lain agar tidak terjadi asimilasi budaya.

Kunci Jawaban: B

7. Umat Islam diperintahkan untuk fastabiqul khairat (berlomba-lomba dalam kebaikan) dan menghindari perdebatan yang tidak perlu. Alasan metodologis mengapa kita harus menghindari perdebatan yang tidak menghasilkan kemaslahatan adalah...
A. Karena perdebatan tersebut hanya akan menghabiskan waktu sia-sia yang seharusnya bisa digunakan untuk beramal.
B. Perdebatan keagamaan secara otomatis membatalkan seluruh pahala salat dan puasa yang telah dilakukan.
C. Islam melarang umatnya berpikir kritis dan berdiskusi mengenai fenomena sosial keagamaan.
D. Seluruh kebenaran tentang hal yang diperselisihkan baru akan diberitahukan oleh Allah Swt. saat manusia masih hidup di dunia.
E. Berdebat dapat menurunkan status sosial seseorang di mata masyarakat modern.

Kunci Jawaban: A

8. Q.S. al-Baqarah/2: 148 menegaskan, "Maka berlomba-lombalah kamu dalam kebaikan. Di mana saja kamu berada, pasti Allah akan mengumpulkan kamu semuanya." Makna esensial dari frasa "di mana saja kamu berada" dalam konteks kompetisi kebaikan adalah...
A. Umat Islam hanya diwajibkan berbuat baik jika berada di lingkungan masjid atau komunitas Muslim saja.
B. Kewajiban berbuat kebaikan bersifat universal, tidak dibatasi oleh sekat geografis, ruang, waktu, maupun kondisi sosial.
C. Allah Swt. akan memindahkan fisik orang-orang beriman ke satu tempat khusus di dunia sebelum hari kiamat.
D. Berbuat baik di luar negeri memiliki nilai pahala yang jauh lebih tinggi daripada di negeri sendiri.
E. Setiap manusia bebas menentukan standar kebaikan masing-masing tergantung di mana mereka menetap.

Kunci Jawaban: B

9. Seorang Muslim dituntut untuk bersegera dalam berbuat kebaikan tanpa menunda-nunda. Alasan logis-psikologis mengapa penundaan amal harus dihindari adalah...
A. Manusia memiliki usia yang abadi sehingga kesempatan berbuat baik akan selalu datang berulang kali.
B. Kondisi keimanan manusia bersifat fluktuatif dan masa depan penuh dengan ketidakpastian serta fitnah yang dinamis.
C. Menunda amal baik akan mendatangkan sanksi hukum secara langsung dari lembaga peradilan dunia.
D. Bersegera berbuat baik akan membuat seseorang mendapatkan pujian dan popularitas yang instan.
E. Semua perubahan sosial di masyarakat selalu berjalan lambat sehingga manusia bisa bersantai.

Kunci Jawaban: B

10. Perhatikan hadis riwayat Muslim dari Abu Hurairah r.a. yang menceritakan tentang datangnya bencana yang menyerupai malam yang gelap gulita. Fenomena moral di mana seseorang "pada waktu pagi ia beriman, tetapi pada waktu sore ia kafir" menggambarkan...
A. Begitu cepat dan kuatnya arus fitnah akhir zaman yang dapat mengguncang dan menukar keimanan seseorang demi keuntungan duniawi yang sedikit.
B. Kewajiban manusia untuk berganti-ganti keyakinan setiap hari agar bisa merasakan semua syariat agama.
C. Gambaran fisik cuaca ekstrem di masa depan yang mengganggu aktivitas ibadah umat Islam secara global.
D. Kebebasan mutlak manusia modern untuk mempermainkan nilai-nilai agama tanpa adanya konsekuensi di akhirat.
E. Lemahnya ingatan manusia dalam menghafal teks-teks Al-Qur'an dan hadis Nabi Saw.

Kunci Jawaban: A

B. SOAL ESAI (5 BUTIR)

1. Jelaskan tiga dimensi fungsi Al-Qur'an terhadap kitab-kitab terdahulu (Taurat, Zabur, Injil) berdasarkan predikatnya sebagai muhaimin!

Kunci Jawaban:

Tiga dimensi fungsi Al-Qur'an sebagai muhaimin adalah:

Sebagai Saksi: Al-Qur'an membenarkan dan memberikan kesaksian atas kebenaran kandungan asli dari kitab-kitab terdahulu yang diturunkan kepada para nabi sebelum Nabi Muhammad Saw.

Sebagai Pengawas/Pemelihara: Al-Qur'an menjaga prinsip-prinsip ajaran Ilahi yang bersifat universal (kully) agar esensi kebenaran tersebut tidak hilang atau tertutupi oleh perubahan zaman atau interpolasi manusia.

Sebagai Tolok Ukur Kebenaran: Al-Qur'an menjadi standar tertinggi untuk menilai dan menguji keabsahan pernyataan atau syariat yang ada pada kitab terdahulu, menetapkan mana yang masih berlaku dan mana yang telah disempurnakan/dibatalkan.

2. Allah Swt. sengaja tidak menjadikan manusia sebagai satu umat tunggal, melainkan memberikan aturan (syariat) dan jalan terang (manhaj) yang berbeda-beda pada setiap masa nabi terdahulu. Analisislah hikmah di balik kebijakan teologis tersebut berdasarkan isi ayat Q.S. al-Maidah/5: 48!

Kunci Jawaban:
Hikmah di balik keragaman syariat tersebut adalah sebagai sarana ujian dari Allah Swt. bagi umat manusia ("untuk menguji siapakah di antara hamba-Nya yang taat dan durhaka"). Melalui perbedaan ini, Allah Swt. menguji tingkat kepatuhan, keikhlasan, dan kesungguhan manusia dalam mengikuti petunjuk nabi yang diutus pada zamannya masing-masing. Selain itu, perbedaan syariat mendidik manusia untuk fokus pada esensi kemaslahatan dan mendorong mereka untuk saling berpacu dalam kebaikan (fastabiqul khairat) daripada terjebak dalam debat kusir yang tidak produktif mengenai perbedaan formalitas syariat tersebut.

3. Mengapa konsep fastabiqul khairat (berlomba-lomba dalam kebaikan) dalam Q.S. al-Maidah/5: 48 dan Q.S. al-Baqarah/2: 148 menuntut seorang Muslim untuk menghindari perdebatan yang tidak perlu?

Kunci Jawaban:
Konsep fastabiqul khairat berorientasi pada aksi nyata, produktivitas, dan kontribusi positif bagi kemaslahatan umat. Perdebatan yang tidak perlu (terutama mengenai masalah khilafiyah atau hal-hal yang perselisihannya baru akan diputuskan secara mutlak oleh Allah di akhirat) dinilai kontraproduktif karena menghabiskan waktu, energi, dan potensi manusia secara sia-sia. Perdebatan semacam itu sering kali memicu perpecahan, penyakit hati (seperti riya dan sombong), serta mengalihkan fokus dari kewajiban utama, yaitu mengumpulkan bekal amal saleh sebelum batas waktu kehidupan berakhir.

4. Kontekstualisasikan isi hadis riwayat Muslim dari Abu Hurairah r.a. mengenai imbauan bersegera dalam beramal saleh (badiru bil a'mal) dengan realitas kehidupan generasi muda digital (Gen-Z) saat ini. Tantangan modern apa saja yang relevan dengan istilah "fitnah menyerupai malam yang gelap gulita" pada hadis tersebut?


Kunci Jawaban:

Dalam konteks generasi muda digital, imbauan bersegera beramal sangat relevan karena dinamisnya arus informasi. Tantangan modern yang menyerupai "malam yang gelap gulita" (membingungkan dan mengaburkan kebenaran) di antaranya adalah:

Arus Informasi dan Hoaks: Banjir informasi di media sosial yang sering kali mengaburkan batas antara yang hak (benar) dan yang batil (salah).

Komodifikasi Agama dan Hedonisme: Godaan budaya pop, flexing, dan materialisme yang dapat dengan mudah menggeser niat ibadah anak muda menjadi sekadar mencari validasi duniawi atau keuntungan finansial instan (menukar agama demi sedikit keuntungan dunia).

Polarisasi Digital: Perdebatan netizen di ruang siber yang memicu ujaran kebencian, sehingga merusak stabilitas iman dan fokus mereka untuk berbuat baik secara nyata di dunia nyata.

5. Al-Qur'an diturunkan sebagai pedoman hidup agar orang beriman memutuskan perkara. Bagaimana cara seorang siswa kelas X SMA mengimplementasikan prinsip tersebut dalam lingkup kehidupan sekolah dan pertemanan sehari-hari? Berikan contoh konkretnya!

Kunci Jawaban:

Seorang siswa kelas X SMA dapat mengimplementasikannya dengan menjadikan nilai-nilai moral dan etika Al-Qur'an sebagai standar berperilaku. Contoh konkretnya antara lain:

Dalam Mengambil Keputusan kelompok: Ketika terjadi perselisihan pendapat dalam kerja kelompok, siswa mengutamakan prinsip musyawarah, keadilan, dan tidak saling menjatuhkan (sesuai ajaran Al-Qur'an), bukan ego pribadi.

Dalam Menghadapi Ujian: Memutuskan untuk tetap jujur dan tidak menyontek, karena tahu Al-Qur'an melarang perbuatan curang, meskipun teman-teman di sekitarnya banyak yang menyontek (berlomba dalam kebaikan secara mandiri).

Dalam Pergaulan: Menjauhi perilaku perundungan (bullying) atau membicarakan keburukan teman (ghibah) karena Al-Qur'an melarang keras hal tersebut, serta aktif mendamaikan teman yang sedang berselisih.

Posting Komentar untuk "Contoh Soal Materi Menelaah Tafsir Q.S. al-Maidah/5: 48"