Ketika Driver Ojol Membandingkan Nasibnya dengan Teman yang PNS dan Polisi

Bang pernah tidak kalian dalam hati kok aku kayak gini ya (Ojol).. Sedangkan teman-teman yang lain sudah jadi polisi/PNS/atau pengusaha. Sedangkan dalam hati kok aku kayak gini-gini terus. Maaf ya bang bukannya tidak bersyukur. Tetapi rasa saya setiap manusia pasti ada perasaan seperti itu. Gimana abang-abang di sini menanggapinya. Abang-abang di sini rata-rata semua sudah pada dewasa bahkan sudah ada yang bapak-bapak pasti bakalan komentar yang memotivasi.

Komentar

  1. Banyakin syukurnya bang... mengeluh-ngeluh sah-sah saja, tapi cepat-cepat ingat lebih banyak nikmat yang abang terima... Gitaris bandku dulu, tinggal dan berkarier di Inggris... kalau kita lihat ke atas kayak pengalamanku di atas tadi, pasti hilang rasa syukur kita.. lihatlah ke bawah.

    BalasHapus
  2. Semua pasti pernah berpikir demikian bang. Seperti kami pengusaha kargo pas covid 19 hampir gulung tikar. Semua pada ninggalin utang. Akhirnya aku jadi ojek online... tapi seiring waktu kita kan tidak mau begitu-begitu saja. Berpikirlah bang... gimana menurut kita baik. Seperti kita ojek online kan bisa sambil membuat vlog bang. Kalau masalah teman kita yang sudah jadi tidak usah terlalu dipikirkan. Semua sudah ada jalan masing-masing. SemangatπŸ”₯

    BalasHapus
  3. Aku sudah melewati hal itu..
    Paling tidak aku sudah merasakan gimana itu pas di atas.. walau saat ini hidup di jalanan sebagai jasa pengantar.. aku jadi sehat.. yang tahu kehidupan kita ya kita.. orang lain kalau tidak nyinyir ya remehkan.. jalani aja bro..
    Mungkin di masa anak besar bisa lihat mereka ketemu yang mereka banggakan.. itu bukti perjuangan sebagai orang tua.

    BalasHapus
  4. Kalau aku malah kebalik, teman yang PNS, polisi, TNI, sering meminjam duit ya beranak sih makanya kerja ojek online aku iseng doang sudah ada pemasukan tiap bulan dari mereka 🀣🀣🀣

    BalasHapus
  5. Tidak pernah berpikir buruk tentang diri sendiri, karena setiap cerita mempunyai kenangannya masing-masing dan setiap kenangan mempunyai maknanya masing-masing. Siklus kehidupan itu sangat susah ditebak, bahkan beberapa orang menebaknya selalu (Gagal). Mulailah mendekatkan diri kepada yang di atas, segala keresahan + keluhan adukan kepada sang pencipta. Merasa iri dengan orang yang mempunyai banyak harta? Justru tidak! Bahkan menjadi orang dermawan itu satu tujuan dalam hidup. Tetaplah menjadi diri sendiri tanpa memandang materi orang lain, karena cerita diri sendiri jauh lebih baik ketimbang cerita orang lain. Terimakasih...

    BalasHapus
  6. Aku juga sama bang berpikir kayak gitu juga, tapi kalau dipikir-pikir setiap pekerjaan pasti ada plus minusnya jadi ya syukuri aja apa yang ada selagi masih halal kerjaan kita.☺️

    BalasHapus
  7. Bang tolak ukurnya jangan pekerjaan tapi kebahagiaan, PNS polisi pengusaha belum tentu bahagia. Bisa jadi utangnya banyak, atau punya penyakit entah dianya atau keluarganya, mending bersyukur saja selagi dikasih sehat.

    BalasHapus
  8. Sedih bang kadang lihat hidup ini aku saja kadang di atas kereta lagi narik terpikir kayak gitu sampai tidak sadar menetes air mata πŸ₯Ή

    BalasHapus
  9. 2021 berpikir gitu, dan berdoa lalu ada kawan kenali crypto, Alhamdulillah kebeli baru Vario dan Mio bekas, sekarang sedang turun negara api sudah menyerang + perang. Tahun ini semoga diberi kepercayaan, investor 200 juta amin, bagi hasil keuntungan, bidang properti, jadi bisa sambil ojek online.

    BalasHapus
  10. Kamu tidak sendirian.
    Positive thinking saja.
    Semua sudah diatur, kalau dari sisi aku jujur saja bang aku sekarang lagi di bawah. Kalau cerita dulu tidak enak diceritakan nanti dikira sombong πŸ˜…πŸ™
    Intinya bersyukur saja bang, jalani setiap pekerjaan itu dengan tulus ikhlas. Kalau memang sudah waktunya berubah pasti ada jalannya sendiri. Jujur di posisi abang itu kalau aku bilang mulai titik balik abang mau naik level kalau bisa baca situasi. Atau malah terhenti kalau abang salah langkah. πŸ‘πŸ‘πŸ‘

    BalasHapus

Posting Komentar