GoRide Hemat: Menguntungkan atau Merugikan Driver?
Driver ojek online Gojek khususnya pemain Goride yang saya temui di kota Medan terdiri dari 2 macam, yaitu goride reguler dan goride hemat.
Goride reguler hanya bisa mendapatkan orderan Goride dan tidak akan bisa mendapatkan Goride hemat.
Sementara, yang ikut langganan gacor (Goride hemat) akan mendapatkan orderan goride hemat dan goride reguler (biasa).
Bagi penumpang, GoRide hemat harganya jauh lebih murah ketimbang GoRide biasa.
Oleh sebab itu, mayoritas pengguna Ojek Gojek lebih sering memesan GoRide hemat ketimbang GoRide biasa.
Agar driver bisa mendapatkan orderan Goride Hemat, harus ikut daftar Program Langganan Gacor.
Driver yang ikut program Langganan Gacor harus membayar biaya berdasarkan jumlah trip GoRide Hemat yang diselesaikan per hari:
0 = Gratis
1 - 2 = Rp.2000
3 = Rp.6000
4 - 6 = Rp.9000
≤ 7 = Rp.15.000
Lantas, apakah goride hemat merugikan driver?
Menurut pengamatan saya dilapangan dan di grup gojek Medan, sebagian besar driver merasa diuntungkan, karena akun mereka merasa gacor, banyak trip yang masuk, dan tidak perlu menunggu orderan dalam waktu yang lama.
Kata mereka, sebelum ada program gacor ini, mereka hanya bisa mendapatkan orderan 12 sampai 17 sehari.
Setelah ikut program langganan gacor, orderan yang masuk bisa sampai 25 hingga 34 trip.
Mayoritas trip pendek, ongkos 8000ribu.
Kalikanlah Rp.8000 x 25 trip = Rp.200.000
Dari Rp.200.000 – Rp.15.000 (biaya langganan gacor) = Rp.185.000
Jadi, total pendapatan yang diterima adalah Rp.185.000, (belum dikurangi uang minyak, uang makan (bila tidak bawa bontot), dan rokok (bila perokok).
Artinya, mereka bisa bawa uang bersih minimal 100ribu per hari.
Mereka punya prinsip, biarlah bayar 15ribu sehari, yang penting bawa uang minimal 100Ribu perhari.
Nah, bagaimana dengan driver yang tidak ikut daftar langganan gacor (Goride Hemat)?
Karena kuota program langganan gacor ini terbatas, maka tidak semua driver gojek bisa ikut mendaftar, alhasil bagi driver non langganan gacor mereka sering mengeluh karena sedikit orderan yang masuk.
Sebelum adanya program hemat ini, rata – rata mereka dapat penghasilan minimal 200ribu dalam sehari.
Tapi, setelah adanya program langganan gacor, orderan yang diterima antara 3 sampai 10. Karena mereka hanya bisa mendapatkan trip GoRide biasa. Mereka tidak bisa menerima orderan Goride hemat. Sementara di Medan sendiri, hampir 90% pengguna Gojek, lebih memilih GoRide Hemat.
Jadi, apakah goride hemat merugikan driver? Jawabannya, Ya. Sebagian driver merasa dirugikan karena jumlah trip yang diterima jadi berkurang. Bahkan, ada beberapa driver yang pensiun dan pindah ke aplikasi sebelah karena merasa penghasilan tidak mencukupi untuk dibawa pulang ke rumah.
Terlepas dari itu semua, ada juga beberapa orang driver gojek yang masih tetap bertahan tanpa ikut langganan gacor. Mereka punya prinsip “Anti”program goride hemat. Kali-kali mereka, jika 15ribu dikali 30 hari = 450ribu. Mereka tidak sudi uang segitu terbuang. Kata mereka, mending ditabung.
Komentar
Posting Komentar