Saat Terjadi Ketidakpastian Ekonomi (Seperti Pandemi atau Konflik Geopolitik), Masyarakat Cenderung Menahan Uang Tunai
Saat terjadi ketidakpastian ekonomi (seperti pandemi atau konflik geopolitik), masyarakat cenderung menahan uang tunai lebih banyak daripada menyimpannya di bank. Jelaskan fenomena ini menggunakan teori motif memegang uang menurut Keynes!
Jawaban:
Fenomena masyarakat yang lebih memilih memegang uang tunai di tengah situasi krisis dapat dijelaskan secara mendalam melalui kacamata John Maynard Keynes. Keynes merumuskan tiga alasan utama mengapa individu memilih untuk tetap memegang aset dalam bentuk likuid atau tunai.
Motif pertama yang melandasi perilaku tersebut adalah motif transaksi. Masyarakat memerlukan uang tunai untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari yang sifatnya rutin. Dalam kondisi pandemi atau konflik, akses terhadap perbankan mungkin terhambat, sehingga memegang uang tunai secara fisik memberikan rasa aman dalam memastikan kebutuhan pokok tetap terpenuhi tanpa ketergantungan pada sistem digital yang rentan.
Motif kedua, yaitu motif berjaga-jaga, menjadi faktor yang paling dominan saat ketidakpastian ekonomi meningkat. Saya melihat bahwa ketakutan akan hal-hal tidak terduga, seperti kehilangan pekerjaan atau lonjakan harga yang tiba-tiba, mendorong orang untuk mempertebal cadangan kas mereka. Uang tunai berfungsi sebagai bantalan finansial yang paling cepat digunakan ketika keadaan darurat benar-benar terjadi.
Motif ketiga berkaitan dengan spekulasi, di mana masyarakat cenderung menahan diri dari investasi di pasar keuangan saat risiko sedang tinggi. Kondisi geopolitik yang tidak stabil seringkali membuat nilai aset investasi menjadi fluktuatif atau menurun. Masyarakat memilih memegang uang tunai sambil menunggu situasi pasar kembali stabil atau sampai muncul peluang investasi yang lebih menguntungkan di masa depan.
Ketidakpastian yang ekstrem secara kolektif meningkatkan preferensi likuiditas di seluruh lapisan masyarakat. Uang tunai dipandang sebagai aset yang paling aman karena nilainya yang pasti dan kemampuannya untuk segera digunakan. Oleh karena itu, lonjakan permintaan uang tunai saat krisis merupakan respons rasional manusia dalam upaya memitigasi risiko di tengah lingkungan ekonomi yang tidak menentu.
Komentar
Posting Komentar