Mengalami Keputihan Bercampur Sedikit Darah, Walau Siklus Haid Sudah Selesai

Halo dok, saya Dessy.

Pada tanggal 31 Januari kemarin, saya mengalami keputihan yang bercampur sedikit darah. Kemudian pada tanggal 1 Februari, bercak darah tersebut masih ada namun jumlahnya tidak banyak. Pada tanggal 2, bercak darah sudah hilang sama sekali dan keputihan kembali berwarna putih normal.

Padahal, siklus haid saya di bulan Januari sudah selesai. Awalnya saya mengira ini adalah awal haid berikutnya, namun setelah ditunggu, darah haid tidak kunjung keluar.

Yang ingin saya tanyakan, kira-kira apa penyebabnya, ya? Saya membaca informasi di Google bahwa itu bisa jadi darah implantasi atau hal lainnya. Saya merasa takut dan cemas karena sebelumnya tidak pernah mengalami hal seperti ini.

Halo Ibu Dessy, saya sangat mengerti kekhawatiran yang Ibu rasakan. Wajar sekali jika Ibu merasa cemas karena ini adalah pengalaman pertama bagi Ibu, apalagi ketika kita mencari informasi secara mandiri di internet, seringkali hasilnya justru membuat kita semakin terpikirkan hal-hal yang kurang menyenangkan. Namun, Ibu tidak perlu terlalu takut dulu, karena munculnya bercak darah atau spotting di luar siklus haid sebenarnya cukup umum terjadi dan tidak selalu menandakan sesuatu yang berbahaya.

Mengenai kecurigaan Ibu tentang darah implantasi, hal itu memang bisa saja terjadi jika Ibu sedang dalam program kehamilan atau aktif secara seksual. Darah implantasi biasanya muncul saat sel telur yang telah dibuahi menempel pada dinding rahim, umumnya terjadi sekitar 10 sampai 14 hari setelah pembuahan. Ciri-cirinya memang mirip dengan yang Ibu alami, yaitu bercak berwarna merah muda atau kecokelatan yang berlangsung singkat hanya satu hingga dua hari dan tidak mengalir deras seperti darah haid pada umumnya.

Namun, selain kemungkinan kehamilan, ada faktor lain yang seringkali menjadi penyebabnya, yaitu ketidakseimbangan hormon. Fluktuasi hormon estrogen atau masa ovulasi (pelepasan sel telur) sering kali memicu sedikit perdarahan di tengah siklus. Kondisi fisik yang terlalu lelah atau tingkat stres yang sedang tinggi juga bisa memengaruhi kerja hormon sehingga muncul bercak tersebut. Selain itu, adanya luka kecil atau iritasi ringan di area leher rahim juga bisa menyebabkan keputihan bercampur sedikit darah.

Langkah terbaik saat ini adalah memantau kondisi Ibu dalam beberapa hari ke depan. Jika Ibu memiliki riwayat hubungan seksual dalam waktu dekat, tidak ada salahnya untuk melakukan tes kehamilan atau test pack sebagai langkah awal untuk memastikan apakah itu benar darah implantasi atau bukan. Pastikan juga Ibu tetap menjaga kebersihan area kewanitaan dan beristirahat yang cukup untuk menstabilkan kondisi hormon tubuh.

Apabila bercak darah tersebut muncul kembali dalam jumlah yang lebih banyak, disertai nyeri perut yang hebat, atau keputihan mulai berbau tidak sedap dan terasa gatal, saya sarankan Ibu segera melakukan pemeriksaan fisik secara langsung. Dengan pemeriksaan USG atau pemeriksaan fisik lainnya, kita bisa melihat lebih jelas kondisi rahim dan leher rahim Ibu untuk memastikan semuanya dalam keadaan baik. Tenang ya Bu, selama bercaknya sudah hilang dan Ibu tidak merasakan nyeri, kemungkinan besar ini hanyalah reaksi hormonal sesaat.

Apakah ada keluhan lain yang Ibu rasakan seperti nyeri pinggang atau kram perut yang tidak biasa saat bercak itu muncul?

Komentar