Kunci Jawaban PAI Kelas 10 Halaman 142 Sampai 146 Materi Meneladani Ulama Penyebar Islam
Dikutip dari buku Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SMA/SMK Kelas X, Ahmad Taufik dan Nurwastuti Setyowati (2021), berikut adalah soal dan kunci jawaban PAI kelas 10 halaman 142 sampai 146, Bab 5 Meneladani Peran Ulama Penyebar Ajaran Islam di Indonesia:
A. Pilihan Ganda
1. Kegigihan dan semangat para juru dakwah melalui berbagai saluran islamisasi di Indonesia berperan penting terhadap keberhasilan dakwah di Indonesia. Salah satunya adalah saluran kesenian tradisional. Hal ini dikarenakan …
A. Kesenian merupakan sarana unjuk kemampuan para da’i
B. Masyarakat Indonesia menyukai kesenian tradisional
C. Banyak seniman yang beragama non-Islam akan tersingkir
D. Mengurangi resiko perbedaan pendapat di antara masyarakat
E. Akan mendapatkan penghargaan dari keluarga kerajaan
2. Teori Persia yang disampaikan oleh Prof. Dr. Husein Djajadiningrat mengatakan bahwa Islam masuk dari Persia dan bermazhab Syi’ah. Pendapat ini didasarkan pada sistem mengeja bacaan huruf Al-Qur`an, terutama di Jawa Barat yang menggunakan ejaan Persia. Namun teori ini memiliki kelemahan, yaitu … .
A. Adanya fakta bahwa mayoritas muslim Jawa Barat bermazhab Syafi’i sekaligus berpaham Ahlussunnah wal Jama’ah, bukan pengikut Syi’ah
B. Tidak ditemukan jejak peninggalan ajaran Syiah di Indonesia, khususnya di wilayah Jawa Barat
C. Mazhab Syafi’i merupakan mazhab mayoritas masyarakat Persia, baik yang merantau ataupun yang tinggal di sana
D. Paham Ahlussunnah wal Jama’ah dapat diterima dengan baik oleh penduduk asli Persia yang mukim di Jawa Barat
E. Tidak ditemukan adanya pondok pesantren di Jawa Barat yang menganut Syi’ah dan Ahlussunnah wal Jama’ah
3. Walaupun di Makkah dan Madinah terjadi perang selama kurun waktu sepuluh tahun antara 1-11 H/622-623 M, namun tidak memutuskan jalur perdagangan laut yang sudah menjadi tradisi sejak lama, yakni jalur antara Timur Tengah, India dan Cina. Hubungan perdagangan ini semakin lancar pada masa Khulafaur Rasyidin. Ini menjadi bukti bahwa… .
A. Umat Islam wajib menjaga keseimbangan antara hidup di dunia dan kehidupan akhirat
B. Tidak ada kesempatan bagi umat lain untuk menguasi jalur laut karena ketangguhan umat Islam
C. Umat Islam memiliki kemampuan dalam penguasaan datang melalui jalur maritim
D. Dunia politik akan terus berubah terus seiring dengan perkembangan teknologi modern
E. Jalur laut merupakan satu-satunya jalur untuk menyebarkan ajaran Islam ke seluruh dunia
4. Perhatikan narasi berikut ini! Nama aslinya adalah Meurah Silu, Meurah Silu memeluk Islam berkat pertemuannya dengan Syekh Ismail dari Mekah. Semasa berkuasa menjadi sultan, sempat menerima kunjungan dari Marco Polo. Berdasarkan narasi tersebut, tokoh tersebut adalah … .
A. Sultan Ahmad
B. Sultan Alaudin Riayat Syah
C. Sultan Alauddin
D. Sultan Malik al-Shaleh
E. Sultan Zainal Abdin
5. Perhatikan narasi berikut ini! Sultan Alaudin Riayat Syah mendatangkan ulama-ulama dari Persia dan India untuk mengajarkan agama Islam di Kesultanan Aceh. Setelah terbentuk kader-kader pendakwah, selanjutnya dikirim ke daerah pedalaman Sumatera untuk menyampaikan ajaran Islam. Hikmah yang dapat diambil dari narasi tersebut adalah… .
A. Setiap dakwah Islam memerlukan pengorbanan harta benda yang sangat besar
B. Letak geografis sangat menentukan berhasil dan tidaknya sebuah perjalanan dakwah
C. Dukungan dari masyarakat sangat diperlukan untuk menunjang kesuksesan dakwah
D. Tingkat pendidikan yang rendah akan memudahkan penyebaran Islam ke wilayah tersebut
E. Kepedulian seorang pemimpin terhadap penyebaran ajaran Islam di wilayahnya
6. Perhatikan pernyataan berikut ini!
1) Nama aslinya adalah I Manga’rangi Daeng Manrabbia
2) Dinobatkan sebagai raja Gowa pada usia tujuh tahun
3) Merupakan raja pertama kerajaan Kutai Kartanegara
4) Penyebaran agama Islam mencapai daerah Buton dan Dompu (Sumbawa)
5) Tokoh penyebar Islam di wilayah Kerajaan Ternate
Manakah yang terkait dengan Sultan Alauddin ….
A. 1, 2, 3
B. 1, 2, 4
C. 1, 3, 4
D. 2, 3, 4
E. 3, 4, 5
7. Perhatikan narasi berikut ini!
Ulama penyebar Islam di Indonesia telah menunjukkan sikap bersemangat pantang menyerah, gigih dalam memperjuangan ajaran Islam. Hambatan dan tantangan bukan untuk ditakuti, tapi diselesaikan dengan cara yang tepat.
Berikut ini cara yang tepat dalam menyelesaikan masalah adalah ….
A. Berkeluh kesah kepada teman dekat agar mendapatkan solusi
B. Meratapi nasib pada waktu tengah malam
C. Mengundang motivator untuk memberikan dorongan semangat
D. Berusaha sekuat tenaga, berdoa dan bertawakal kepada Allah Swt.
E. Menghindari pertemuan dengan semua orang yang dikenal
8. Perhatikan narasi berikut ini!
Para ulama lebih mengutamakan kelancaran dakwah daripada kepentingan pribadi dan keluarganya. Kesenangan duniawi diabaikan demi keberhasilan dakwah. Medan dakwah yang berat tidak menyurutkan tekad perjuangan dakwah. Mereka optimis mampu melaksanakan tugas dakwah dengan baik.
Hikmah yang dapat diambil dari narasi tersebut adalah … .
A. Pengorbanan seorang pendakwah tak akan mampu mengubah takdir
B. Keluarga akan selalu menghalangi perjuangan dakwah
C. Tugas untuk menyebarkan Islam tidak akan pernah ada akhirnya
D. Seorang da’i perlu mengikuti kata hati agar dakwahnya berhasil
E. Setiap da’i harus selalu optimis dalam melaksanakan dakwah
9. Perhatikan Q.S. at-Taubah/9: 122 berikut ini!
Ayat tersebut menegaskan bahwa harus ada di antara kaum muslimin yang menekuni ilmu agama (tafaqquh fiddin). Berikut ini merupakan usaha yang tepat untuk belajar ilmu agama adalah ….
A. Belajar agama melalui diskusi di media sosial tanpa menanyakan kebenarannya kepada ahlinya
B. Membaca buku-buku agama hasil terjamah kitab kuning dengan tidak berusaha merujuk kitab asli
C. Mengkaji semua buku agama untuk memenangkan debat dengan sesama muslim yang berlainan mazhab
D. Belajar kepada para ustadz, kyai, atau alim ulama yang sanad ilmunya bersambung sampai kepada Rasulullah Saw.
E. Belajar agama melalui media internet tanpa berguru kepada siapapun agar cepat memahami Islam
10. Ujian dan cobaan yang dialami oleh para ulama penyebar Islam di Indonesia berhasil dilalui dengan kesabaran. Seorang pendakwah harus memiliki tingkat kesabaran tinggi karena menghadapi umat yang memiliki keragaman budaya, etnis, tingkat pendidikan, dan kepribadian. Salah satu hikmah adanya ujian tersebut adalah sebagai berikut, kecuali… .
A. dapat meningkatkan iman kepada Allah Swt.
B. Allah Swt. menghendaki kebaikan atasnya
C. membuat manusia berputus asa
D. untuk menguji siapakah yang terbaik amalnya
E. semakin bijaksana dalam bertutur kata dan bertindak
Kunci Jawaban:
1. B
2. A
3. C
4. D
5. E
6. B
7. D
8. E
9. D
10. C
B. Essay
1. Sebelum Islam datang ke Indonesia, masyarakat pribumi sudah memiliki agama dan kepercayaan yang turun temurun dari nenek moyang. Mengapa ajaran Islam mudah diterima oleh masyarakat Indonesia?
2. Jelaskan tentang Teori Gujarat oleh Prof. Dr.C. Snouck Hurgronje! Menurut kalian, apakah teori Gujarat ini sudah cukup untuk menjelaskan masuknya agama Islam ke Indonesia? Jelaskan alasanmu!
3. Masa perkembangan agama Islam adalah kurun waktu pada saat umat Islam telah membangun kesultanan sebagai bentuk kekuasaan politik. Mengapa kekuasaan politik berperan penting bagi perkembangan penyebaran di Indonesia?
4. Buya Hamka berkeyakinan bahwa Islam dibawa langsung oleh saudagar dari Makkah, bukan dari Gujarat. Jelaskan alasan yang digunakan oleh Buya Hamka!
5. Para ulama penyebar Islam di Indonesia hidup secara sederhana dan bersahaja, meskipun hartanya melimpah. Mereka menyedekahkan semua harta, dengan terlebih dahulu mengambil secukupnya untuk kebutuhan pokok. Apakah sikap hidup sederhana dapat diterapkan dimasa sekarang? Jelaskan alasanmu!
Kunci Jawaban:
1. Ajaran Islam mudah diterima oleh masyarakat Indonesia, karena:
- Cukup dengan mengucapkan dua kalimat syahadat.
- Islam mengajarkan kesetaraan manusia di hadapan Tuhan, yang sangat menarik bagi masyarakat yang sebelumnya terikat sistem kasta.
- Penyebaran dilakukan secara damai melalui perdagangan, perkawinan, dan akulturasi budaya (seperti wayang dan seni) tanpa menghapus tradisi lama secara drastis.
- Ritual dalam Islam dianggap lebih praktis dan tidak memerlukan biaya besar dibandingkan tradisi sebelumnya.
2. Teori Gujarat oleh Prof. Dr.C. Snouck Hurgronje menyatakan bahwa Islam masuk ke Indonesia pada abad ke-13 Masehi melalui para pedagang dari Gujarat, India. Bukti utamanya adalah ditemukannya batu nisan Sultan Malik as-Saleh (Samudera Pasai) yang memiliki kemiripan corak dengan batu nisan di Cambay, Gujarat.
Menurut saya, Teori Gujarat belum cukup untuk menjelaskan masuknya Islam ke Indonesia karena teori ini hanya menjelaskan satu fase perdagangan saja dan tidak mampu menjelaskan mengapa mazhab di Indonesia berbeda dengan di Gujarat.
3. Kekuasaan politik (Kesultanan) berperan penting bagi perkembangan penyebaran di Indonesia karena:
- Ketika seorang Raja memeluk Islam, rakyatnya cenderung mengikuti (prinsip patron-client).
- Sultan memiliki otoritas untuk membangun masjid, pesantren, dan mendatangkan ulama.
- Kekuatan militer kesultanan melindungi jalur perdagangan dan pusat-pusat penyebaran Islam dari gangguan luar.
4. Buya Hamka berkeyakinan bahwa Islam dibawa langsung oleh saudagar dari Makkah, bukan dari Gujarat. Alasan yang digunakan oleh Buya Hamka adalah:
- Masyarakat Indonesia mayoritas bermazhab Syafi'i, sama dengan mazhab yang dominan di Makkah dan Mesir saat itu, bukan Gujarat.
- Penggunaan gelar "Al-Malik" pada raja-raja Samudera Pasai menunjukkan pengaruh kuat dari Mesir dan Makkah.
- Terdapat berita dari Dinasti Tang yang menyebutkan adanya pemukiman pedagang Arab (Ta-Shih) di pantai barat Sumatera pada abad ke-7 M (674 M).
5. Sikap hidup sederhana para ulama terdahulu sangat bisa dan perlu diterapkan di masa sekarang. Alasannya:
- Hidup sederhana menghindarkan seseorang dari perilaku konsumtif dan utang yang berlebihan demi gengsi.
- Dengan mengambil secukupnya dan menyedekahkan sisanya, kita membantu sirkulasi ekonomi dan mengurangi kemiskinan di sekitar kita.
- Di tengah maraknya gaya hidup mewah (flexing), kesederhanaan menjadi benteng moral agar seseorang tidak menghalalkan segala cara (seperti korupsi) untuk menumpuk harta.

Komentar
Posting Komentar