Buang Air Kecil Terus-Menerus, Tapi Hanya Keluar Sedikit

Halo, Dok. Saya Rara, ingin bertanya. Sudah beberapa hari ini saya merasa ingin buang air kecil terus-menerus. Kira-kira apa penyebabnya, ya? Selain itu, setiap bangun tidur, perut bagian kanan bawah saya sering terasa nyeri. Saat buang air kecil pun terasa agak perih. Mengapa setiap saat rasanya ingin buang air kecil, tetapi saat dikeluarkan hanya keluar sedikit (setetes atau dua tetes)?

Halo, Rara. Saya mengerti sekali keluhan ini pasti membuat kamu merasa sangat tidak nyaman dan terganggu aktivitasnya. Berdasarkan gejala yang kamu ceritakan, mulai dari keinginan buang air kecil yang terus-menerus tapi hanya keluar sedikit, rasa perih saat berkemih, hingga nyeri di perut kanan bawah, kondisi ini sangat mengarah pada gejala Infeksi Saluran Kemih atau yang biasa kita sebut ISK. Sensasi ingin pipis terus tapi hanya keluar setetes demi setetes itu dalam istilah medis disebut anyang-anyangan, yang biasanya menandakan adanya peradangan atau iritasi pada dinding kandung kemih kamu.

Mengenai rasa nyeri di perut bagian kanan bawah yang sering terasa saat bangun tidur, hal ini bisa saling berkaitan. Infeksi yang terjadi di saluran kemih dapat menyebabkan otot-otot di sekitar panggul dan perut bawah menjadi tegang dan sensitif. Namun, karena posisinya di sebelah kanan bawah, kita juga perlu waspada apakah ini murni karena kandung kemih yang meradang atau ada faktor lain dari organ reproduksi, seperti masalah pada ovarium atau bahkan gangguan pada usus buntu. Mengingat kamu juga merasa perih saat buang air kecil, besar kemungkinan bakteri telah masuk ke saluran kencing dan menyebabkan peradangan di sana.

Langkah pertama yang sangat saya sarankan adalah jangan mencoba menahan kencing meskipun rasanya perih, karena menahan kencing justru akan membuat bakteri semakin berkembang biak. Cobalah untuk meningkatkan asupan air putih agar bakteri dapat "terbilas" keluar melalui aliran urine. Selain itu, pastikan cara membersihkan area kewanitaan sudah benar, yaitu dari arah depan ke belakang, agar bakteri dari area lain tidak berpindah ke saluran kencing.

Untuk memastikan penyebab pastinya dan agar kamu mendapatkan pengobatan yang tepat, saya sarankan kamu segera melakukan pemeriksaan tes urine di laboratorium. Kita perlu melihat apakah ada bakteri atau sel darah putih yang meningkat di dalam urine kamu. Jika memang terbukti infeksi, biasanya diperlukan terapi antibiotik dari dokter untuk menuntaskannya. Sebaiknya jangan didiamkan terlalu lama ya, Rara, agar infeksinya tidak naik ke ginjal dan nyerinya tidak semakin hebat.

Komentar