Konsep Co-Creation Value KopiKita Beserta Tahapan Proses Konsumsi Jasa dan Strategi Meningkatkan Customer
KopiKita adalah usaha kedai kopi digital yang mulanya dirintis sebagai UMKM kecil di sebuah kota pendidikan, dan kini berkembang menjadi jaringan kedai kopi yang mengandalkan aplikasi mobile untuk hampir seluruh proses layanannya. Melalui aplikasi tersebut, pelanggan dapat memesan minuman lebih awal, memilih tingkat kemanisan dan topping sesuai selera, mengumpulkan poin loyalitas, serta memberikan ulasan setelah menikmati produk.
Yang membedakan KopiKita dari kedai kopi kebanyakan adalah fitur “Voting Menu Bulanan”, di mana pelanggan diajak mengusulkan dan memilih varian minuman baru yang akan diproduksi bulan berikutnya. Pelanggan yang idenya terpilih mendapatkan merchandise dan namanya dicantumkan pada menu sebagai “kreator”. Selain itu, KopiKita membentuk grup komunitas di media sosial tempat pelanggan saling berbagi resep racikan, memberi masukan tentang rasa, dan membantu pelanggan baru memahami cara menggunakan aplikasi.
Sayangnya, tidak semua pelanggan nyaman dengan pola layanan berbasis aplikasi ini. Sebagian pelanggan, terutama yang berusia lebih matang, mengaku kesulitan menggunakan fitur pemesanan digital dan lebih memilih datang langsung ke kasir. Di sisi lain, manajemen KopiKita mencatat bahwa pelanggan yang aktif berpartisipasi dalam voting menu dan memberikan ulasan cenderung menjadi pelanggan setia yang kembali membeli secara rutin, dibandingkan pelanggan yang hanya membeli sesekali tanpa pernah berinteraksi lebih jauh dengan aplikasi maupun komunitas.
Fenomena ini menunjukkan bahwa keberhasilan KopiKita tidak semata bergantung pada rasa kopi yang enak, tetapi juga pada bagaimana perusahaan melibatkan konsumen dalam proses penciptaan nilai (value) serta bagaimana perusahaan memahami perjalanan konsumen mulai dari sebelum membeli hingga setelah menikmati produknya.
Soal:
1. Jelaskan konsep co-creation value yang diterapkan oleh KopiKita!
2. Analisislah tahapan proses konsumsi jasa (pra-pembelian, service encounter, dan pasca-penyampaian jasa) yang dialami konsumen ketika menggunakan layanan KopiKita!
3. Rumuskan langkah-langkah yang dapat diambil KopiKita untuk meningkatkan customer participation dan customer readiness, termasuk mengatasi kendala pelanggan yang belum terbiasa dengan layanan digital!
Jawaban:
Konsep Co-Creation Value pada KopiKita
Co-creation value merupakan proses penciptaan nilai bersama antara perusahaan dan pelanggan melalui kolaborasi aktif. Pada KopiKita, praktik ini terlihat langsung melalui fitur Voting Menu Bulanan serta pembentukan grup komunitas di media sosial. Pelanggan diajak berpartisipasi memberikan usulan varian rasa baru, memilih menu favorit, dan membagikan resep racikan pribadi. KopiKita memberi apresiasi berupa merchandise serta mencantumkan nama pelanggan sebagai kreator menu terpilih. Keterlibatan ini mengubah peran konsumen dari sekadar pembeli pasif menjadi mitra inovasi yang membentuk produk sesuai preferensi pasar. Menurut teori manajemen jasa dari Vargo dan Lusch (2004) mengenai Service-Dominant Logic, nilai suatu produk tidak lagi diciptakan secara sepihak oleh produsen di dalam pabrik atau dapur, melainkan dihasilkan bersama pelanggan saat terjadinya interaksi dan pengalaman pemakaian.
Tahapan Proses Konsumsi Jasa pada KopiKita
Proses konsumsi jasa pada KopiKita terbagi ke dalam tiga tahap mengacu pada kerangka kerja Lovelock dan Wirtz (2011).
Tahap Pra-Pembelian (Pre-Purchase Stage)
Tahap ini dimulai saat muncul kebutuhan menikmati kopi. Konsumen mengunduh aplikasi mobile KopiKita, menjelajahi menu, serta menyesuaikan pesanan sesuai selera seperti mengatur tingkat kemanisan dan topping. Keputusan memilih produk juga dipengaruhi oleh interaksi di grup komunitas media sosial, tempat pengguna membagikan rekomendasi resep.
Tahap Interaksi Jasa (Service Encounter Stage)
Tahap penyampaian jasa terjadi saat sistem aplikasi memproses pesanan dan pembayaran digital. Pelanggan kemudian datang ke kedai untuk mengambil produk secara langsung atau menikmati kopi di tempat. Kualitas interaksi pada tahap ini sangat ditentukan oleh kemudahan antarmuka aplikasi, ketepatan pembuatan minuman oleh barista, serta kelancaran proses pengambilan barang di area kasir atau tempat penyerahan.
Tahap Pasca-Penyampaian Jasa (Post-Counter Stage)
Setelah menikmati produk, konsumen melakukan evaluasi atas pengalaman yang didapatkan. Pengguna memberikan ulasan rasa pada aplikasi, mengumpulkan poin loyalitas, serta berpartisipasi dalam Voting Menu Bulanan. Interaksi ini berlanjut di grup komunitas tempat pelanggan saling memberi masukan produk, sehingga memperkuat rasa kepemilikan dan kesetiaan terhadap merek.
Langkah Peningkatan Customer Participation dan Customer Readiness
Guna memperluas jangkauan layanan serta membantu kelompok pengguna yang belum terbiasa dengan teknologi digital, KopiKita perlu menerapkan langkah strategis berdasarkan konsep customer readiness dari Meuter et al. (2005) yang meliputi kejelasan peran (role clarity), motivasi (motivation), dan kemampuan (ability).
Meningkatkan Kejelasan Peran (Role Clarity)
KopiKita dapat menyediakan panduan visual berukuran besar dan ringkas di dekat area kasir fisik. Petunjuk tersebut menjelaskan langkah demi langkah memesan lewat aplikasi, sehingga pembeli memahami persis peran yang perlu dilakukan saat bertransaksi mandiri.
Meningkatkan Kemampuan Pelanggan (Ability)
Perusahaan dapat menempatkan staf atau pemandu khusus di area kedai untuk mendampingi pelanggan matang yang mengalami kesulitan teknis. Staf ini bertugas mengajari cara mengunduh, memilih menu, hingga menyelesaikan pembayaran digital secara perlahan sampai pembeli merasa percaya diri mengoperasikannya sendiri.
Meningkatkan Motivasi (Motivation)
KopiKita dapat memberikan insentif khusus bagi pengguna baru atau pelanggan yang baru beralih ke aplikasi, seperti diskon pembelian pertama atau bonus poin loyalitas ganda. Penawaran menarik ini mendorong keberanian pembeli senior untuk mencoba sistem digital.
Menyediakan Opsi Pemesanan Hibrida (Hybrid Ordering)
KopiKita dapat menyediakan tablet pemesanan khusus berlayar besar di area kasir atau memungkinkan kasir membantu memasukkan pesanan ke aplikasi atas nama pelanggan. Pendekatan ini menjadi jembatan transisi yang nyaman bagi pembeli yang belum sepenuhnya siap menggunakan ponsel pribadi.
Komentar
Posting Komentar