Konsep Anima Intelektiva Pada BMP Beserta Contoh Perbuatannya
Pada diskusi kali ini, silahkan:
1. Uraikan pemahaman anda atas konsep anima intelektiva yang ada pada BMP.
2. Berikan contoh perbuatan anda yang menggambarkan konsep anima intelektiva.
3. Buatlah analisis bagaimana konsep anima intelektiva sejalan dengan contoh perbuatan anda di atas!
Jawaban:
Konsep Anima Intelektiva
Anima intelektiva atau jiwa rasional merupakan tingkatan jiwa tertinggi dalam hierarki kejiwaan filsafat Aristotelian dan filsafat skolastik. Menurut konsep yang tertuang dalam Modul Bahan Materi Pokok (BMP) Filsafat Manusia, anima intelektiva melengkapi dua jenis jiwa yang lebih rendah, yaitu anima vegetativa yang mengatur fungsi biologis dasar serta anima sensitiva yang mengatur penginderaan dan nafsu. Anima intelektiva memuat dua kemampuan utama, yaitu akal budi untuk berpikir abstrak serta kehendak bebas untuk mengambil keputusan secara sadar. Kehadiran jiwa rasional ini membedakan manusia dari makhluk hidup lain karena mampu menimbang nilai moral, memahami konsep kebenaran, dan bertindak berdasarkan pertimbangan logis.
Contoh Perbuatan yang Menggambarkan Anima Intelektiva
Saya menunjukkan penggunaan anima intelektiva saat memutuskan untuk mengalokasikan waktu dan tabungan pribadi demi mengikuti pelatihan sertifikasi profesional di akhir pekan. Di satu sisi, tubuh saya merasakan kelelahan fisik dan dorongan kuat untuk beristirahat atau menikmati hiburan bersama teman. Namun, saya memilih menahan keinginan sesaat tersebut. Saya secara sadar merencanakan jadwal belajar, mengesampingkan keinginan bersenang-senang, dan mendaftarkan diri pada program pelatihan yang relevan dengan pengembangan karier masa depan.
Analisis Keselarasan Konsep Anima Intelektiva dengan Perbuatan
Keputusan mengambil pelatihan tersebut memperlihatkan cara kerja anima intelektiva secara konkret melalui integrasi antara akal budi dan kehendak bebas. Akal budi saya bekerja menganalisis situasi, menilai pentingnya keterampilan baru untuk jangka panjang, serta memperhitungkan konsekuensi jika saya hanya menuruti keinginan bersenang-senang. Proses berpikir rasional ini menghasilkan kesimpulan logis mengenai tindakan yang paling bermanfaat.
Selanjutnya, kehendak bebas saya bertindak sebagai eksekutor yang mengatasi dorongan anima sensitiva berupa rasa malas dan keinginan menikmati hiburan. Saya menggunakan daya kontrol diri untuk mengarahkan tindakan fisik agar konsisten dengan perencanaan rasional yang telah disusun. Penguasaan diri atas dorongan impulsif demi mencapai tujuan berkesadaran ini menjadi bukti nyata bahwa tindakan saya digerakkan oleh anima intelektiva.
Sumber Pustaka:
Mubarak, Z. (2019). Filsafat Manusia (BMP). Universitas Terbuka.
Bertens, K. (2018). Sejarah Filsafat Yunani. Kanisius.
Komentar
Posting Komentar