Pihak yang Paling Dirugikan Saat Terjadi Inflasi Tinggi

Siapa yang paling dirugikan saat terjadi inflasi tinggi: kreditur (pemberi pinjaman) atau debitur (peminjam) dengan bunga tetap? Berikan alasannya! 

Jawaban:

Pihak yang paling dirugikan ketika inflasi tinggi terjadi adalah kreditur atau pemberi pinjaman. Kondisi ini menempatkan pemilik modal pada posisi yang kurang menguntungkan karena nilai riil dari uang yang mereka terima di masa depan akan merosot tajam.

Kreditur memberikan pinjaman dengan nilai mata uang saat ini, namun mereka akan menerima pembayaran kembali di masa depan saat daya beli uang tersebut sudah melemah. Meskipun nominal uang yang dikembalikan tetap sama atau ditambah bunga, jumlah barang dan jasa yang bisa dibeli dengan uang tersebut jauh lebih sedikit dibandingkan saat pinjaman diberikan.

Debitur dengan bunga tetap justru mendapatkan keuntungan besar dari situasi ini. Peminjam membayar kembali utangnya menggunakan uang yang "nilainya sudah murah". Beban utang secara riil menjadi lebih ringan bagi debitur karena pendapatan mereka biasanya cenderung meningkat mengikuti inflasi, sementara kewajiban cicilan tetap tidak berubah.

Saya melihat fenomena ini sebagai bentuk redistribusi kekayaan yang tidak disengaja dari pemberi pinjaman kepada peminjam. Suku bunga tetap yang disepakati di awal tidak mampu mengompensasi lonjakan harga-harga di pasar, sehingga tingkat bunga riil yang diterima kreditur bisa menjadi sangat rendah atau bahkan negatif.

Penurunan daya beli merupakan alasan utama mengapa kreditur berada di pihak yang kalah. Uang yang kembali ke tangan mereka telah tergerus oleh kenaikan harga-harga secara umum, sehingga modal yang mereka miliki secara efektif menyusut meski secara administratif angka di atas kertas terlihat bertambah.

Komentar