Bahwa pada bulan Februari 2017 bertempat di Kantor Sahrun, CV. Kyoto beralamat di Kecamatan Pontianak, Ferdy menawarkan ke Zulkifli untuk mengerjakan paket-paket pekerjaan proyek PL

Cermati kasus berikut ini:

Bahwa pada bulan Februari 2017 bertempat di Kantor Sahrun, CV. Kyoto beralamat di Kecamatan Pontianak, Ferdy menawarkan ke Zulkifli untuk mengerjakan paket-paket pekerjaan proyek PL (Penunjukan Langsung) aspirasi DPRD. Awalnya Ferdy menawarkan 2 (dua) paket proyek. Proyek tersebut menurut Ferdy adalah paket Sahrun selaku Ketua DPRD Kota Pontianak dan untuk mendapatkan proyek tersebut Ferdy minta uang operasional untuk diberikan ke Saharudin. Untuk itu Zulkifli memberikan Rp 30.000.000,00 (tiga juta rupiah). Bahwa selanjutnya Ferdy kembali menawarkan paket proyek PL lainnya, sehingga total yang ditawarkan ada 8 (delapan) paket yang dimodali oleh Zulkifli. Bahwa 5 (lima) paket proyek PL (Penunjukan Langsung) telah selesai dilaksanakan oleh Ferdy namun hasilnya tidak bisa ditagih oleh Zulkifli karena tidak ada dalam daftar kerja Dinas Penuntut Umum dan ternyata paket proyek yang disebutkan oleh Ferdy tidak ada atau fiktif.

PERTANYAAN:

1. Berikan analisis saudara tindak pidana apa yang bisa diterapkan pada Ferdy.
2. Uraikan unsur-unsur tindak pidana yang dilakukan oleh Ferdy.

Jawaban:

Berdasarkan uraian kasus, Ferdy dapat dijerat dengan beberapa tindak pidana, yaitu:

1. Penipuan (Pasal 378 KUHP)

Unsur-unsur:
  • Membuat orang lain percaya, seolah-olah ada peristiwa yang sebenarnya tidak ada. Dalam kasus ini, Ferdy meyakinkan Zulkifli bahwa ada proyek PL (Penunjukan Langsung) aspirasi DPRD yang bisa dikerjakan.
  • Dengan maksud untuk mendapatkan keuntungan dari orang lain. Ferdy bermaksud untuk mendapatkan uang dari Zulkifli dengan modus menawarkan proyek fiktif.
  • Menimbulkan kerugian bagi orang lain. Zulkifli mengalami kerugian sebesar Rp 30.000.000,00 karena tidak mendapatkan proyek yang dijanjikan.

2. Penggelapan (Pasal 372 KUHP)

Unsur-unsur:
  • Melakukan perbuatan yang dimaksudkan untuk menguasai barang sesuatu yang bukan kepunyaannya. Ferdy menguasai uang Rp 30.000.000,00 yang diberikan Zulkifli.
  • Barang sesuatu itu dalam penguasaan pelakunya bukan karena kesalahan korban. Uang tersebut diberikan Zulkifli kepada Ferdy dengan sukarela atas dasar tipuan Ferdy.
  • Dengan maksud untuk memperkaya diri sendiri atau orang lain. Ferdy bermaksud untuk memperkaya diri sendiri dengan menggunakan uang Zulkifli.

3. Perbuatan Curang (Pasal 378 KUHP)

Unsur-unsur:
  • Melakukan perbuatan dengan maksud untuk menipu. Ferdy menipu Zulkifli dengan menawarkan proyek fiktif.
  • Dengan cara menggunakan nama, rupa, tulisan, atau tanda-tanda lain. Ferdy menggunakan nama Sahrun, Ketua DPRD Kota Pontianak, untuk meyakinkan Zulkifli.
  • Memberikan harapan atau menjanjikan sesuatu, yang diketahui tidak akan dipenuhi. Ferdy menjanjikan proyek yang tidak ada untuk mendapatkan uang dari Zulkifli.

Penjelasan:

Ferdy melakukan serangkaian tindakan tipu muslihat untuk memperkaya diri sendiri dengan cara menawarkan proyek fiktif kepada Zulkifli. Akibatnya, Zulkifli mengalami kerugian yang cukup besar. Perbuatan Ferdy dapat dikategorikan sebagai tindak pidana penipuan, penggelapan, dan perbuatan curang.