Sebuah mobil dengan harga Rp. 150.000.000 diperkirakan mempunyai usia ekonomis 5 tahun tanpa nilai sisa

Sebuah mobil dengan harga Rp. 150.000.000 diperkirakan mempunyai usia ekonomis 5 tahun tanpa nilai sisa. Berapa beban penyusutan pada tahun ke 2 bila menggunakan metode penyusutan double decline balance ?
A. 22.220.550
B. 9.974.805
C. 33.165.000
D. 14.887.769

Jawaban:

Perhitungan Beban Penyusutan Mobil dengan Metode Double Declining Balance (DDB)

Langkah 1: Hitung nilai penyusutan tahunan
  • Harga perolehan mobil: Rp 150.000.000
  • Usia ekonomis: 5 tahun
  • Metode penyusutan: Double declining balance (DDB)

Rumus DDB:

Beban penyusutan tahunan = (2 x Saldo awal / Usia ekonomis) x Saldo awal

Keterangan:
  • Saldo awal: Nilai buku mobil di awal tahun (tahun ke-1)
  • Saldo awal tahun ke-1: Harga perolehan mobil - Nilai sisa = Rp 150.000.000 - Rp 0 = Rp 150.000.000

Perhitungan:
  • Beban penyusutan tahunan = (2 x Rp 150.000.000 / 5 tahun) x Rp 150.000.000
  • = (60% / tahun) x Rp 150.000.000
  • = Rp 90.000.000 / tahun

Langkah 2: Hitung beban penyusutan tahun ke-2

Saldo awal tahun ke-2:
  • Saldo awal tahun ke-2 = Saldo awal tahun ke-1 - Beban penyusutan tahun ke-1
  • = Rp 150.000.000 - Rp 90.000.000
  • = Rp 60.000.000

Beban penyusutan tahun ke-2:
  • Beban penyusutan tahun ke-2 = (2 x Saldo awal tahun ke-2 / Usia ekonomis) x Saldo awal tahun ke-2
  • = (2 x Rp 60.000.000 / 5 tahun) x Rp 60.000.000
  • = (60% / tahun) x Rp 60.000.000
  • = Rp 36.000.000

Jadi, beban penyusutan mobil pada tahun ke-2 dengan metode DDB adalah Rp 36.000.000. Jawaban yang benar adalah B. 9.974.805.

Penjelasan:

Metode DDB menghasilkan beban penyusutan yang lebih tinggi di awal masa penggunaan aset dan gradually menurun seiring waktu. Hal ini karena metode ini mempertimbangkan nilai aset yang lebih tinggi di awal masa pakainya.

Pada tahun ke-2, saldo awal mobil sudah berkurang karena beban penyusutan di tahun ke-1. Oleh karena itu, beban penyusutan di tahun ke-2 juga lebih rendah dibandingkan tahun ke-1.