Mengapa Orang Katolik Diajak oleh Mgr. Albertus Soegijapranata, S.J. Menjadi Seratus Persen Katolik, Seratus Persen Indonesia?

Mengapa orang Katolik diajak oleh Mgr. Albertus Soegijapranata, S.J. menjadi seratus persen Katolik, seratus persen Indonesia?

Jawaban:

Orang Katolik diajak oleh Mgr. Albertus Soegijapranata, S.J. menjadi seratus persen Katolik, seratus persen Indonesia karena beliau ingin menekankan bahwa kesetiaan kepada iman Katolik dan dedikasi kepada bangsa dan negara Indonesia tidak saling bertentangan, melainkan saling melengkapi. Menjadi Katolik yang baik berarti juga menjadi warga negara yang baik dan aktif dalam membangun bangsa dan negara.
 
Penjelasannya:

Mgr. Albertus Soegijapranata, S.J. menyerukan umat Katolik untuk menjadi "seratus persen Katolik, seratus persen Indonesia". Seruan ini beliau tekankan untuk menunjukkan bahwa kesetiaan kepada iman Katolik dan dedikasi kepada bangsa dan negara Indonesia tidak saling bertentangan, melainkan saling melengkapi. Menjadi Katolik yang baik berarti menjadi warga negara yang baik dan aktif dalam membangun bangsa dan negara.

Umat Katolik didorong untuk setia kepada Allah dan ajaran-Nya, mendalami iman mereka, dan mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari. Iman Katolik menjadi landasan bagi segala tindakan dan keputusan umat. Di sisi lain, umat Katolik juga diajak untuk mencintai tanah air dan rakyatnya, aktif dalam membangun bangsa dan negara, serta berkontribusi dalam mewujudkan cita-cita bangsa, yaitu keadilan, perdamaian, dan kesejahteraan bagi semua.

Mgr. Soegijapranata percaya bahwa menjadi pribadi yang utuh adalah dengan menyeimbangkan kedua aspek ini. Umat Katolik harus menunjukkan kasih dan kepedulian kepada sesama, baik kepada sesama umat Katolik maupun kepada semua orang tanpa pandang bulu.

Ajakan "seratus persen Katolik, seratus persen Indonesia" merupakan sebuah panggilan untuk menjadi pribadi yang utuh dan berbakti. Umat Katolik diharapkan mampu menunjukkan kesetiaan kepada iman mereka dan sekaligus menjadi warga negara yang baik dan aktif dalam membangun bangsa dan negara.