Materi BAB 6 Menulis Praktik Baik Dan Cerita Tentang Lingkungan - Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA/SMK Kurikulum Merdeka

Berikut adalah materi BAB 6 Menulis Praktik Baik Dan Cerita Tentang Lingkungan mata pelajaran Bahasa Indonesia (Cerdas Cergas Berbahasa dan Bersastra Indonesia) kelas XII SMA/SMK kurikulum merdeka.

Data dapat disajikan dalam berbagai bentuk, seperti tabel, grafik/ diagram, peta dan denah, serta gambar. Tentu saja penyajian data itu dimaksudkan untuk mendukung ide pokok informasi. Adapun jenis data pendukung yang diwujudkan dalam berbagai bentuk penyajian di antaranya dapat berupa
1. persamaan atau perbedaan dari suatu subjek atau objek;
2. contoh-contoh dari masalah atau solusi yang disampaikan; dan
3. proses atau alur terjadinya sesuatu.

Suatu informasi yang berlawanan terjadi di antaranya karena hal berikut ini.
1. Acuan atau metode yang digunakan oleh dua informasi itu berbeda, contohnya acuan definisi.
2. Sumber data yang digunakan dua informasi itu berbeda.
3. Sudut pandang antara penulis pada setiap informasi itu berbeda.
4. Latar belakang keilmuan atau kapasitas penulis berbeda atau tidak berimbang.

Klarifikasi merupakan kata yang sering digunakan untuk menanggapi sebuah informasi yang mengandung bias. Di dalam KBBI kata ‘klarifikasi’ dijelaskan sebagai penjernihan, penjelasan, dan pengembalian kepada apa yang sebenarnya (tentang karya ilmiah dan sebagainya).

Bentuk Idiomatis
Perhatikan kalimat berikut yang terdapat di dalam artikel “Anak Muda dan
Zero Waste: dari Perubahan Gaya Hidup Hingga Kebijakan”:
Kita tentu tidak ingin jika pada masa depan akan ada lebih banyak plastik di laut dibanding dengan ikan.
Frasa dibanding dengan disebut frasa atau bentuk idiomatis. Penggunaan konjungsi dengan tidak boleh dihilangkan. Akan tetapi, frasa dibanding dengan dapat diganti dengan kata dibandingkan.

Setiap tulisan umumnya mengandung gaya bahasa untuk memunculkan suatu kesan tersendiri.

Ada banyak gaya bahasa yang dipilih atau digunakan seorang penulis untuk mengantarkan pikiran dan perasaannya tentang sebuah kisah. Gaya bahasa dapat digunakan baik pada karya fiksi maupun pada karya nonfiksi. Jadi, kalian dapat menerapkannya pada cerpen atau sebuah artikel.

Menurut H.B. Jassin, gaya bahasa adalah perihal memilih dan mem- pergunakan kata sesuai dengan isi yang mau disampaikan. Tjahyono (1988) menambahkan bahwa gaya bahasa juga menyangkut masalah bagaimana menyusun kalimat secara efektif, secara estetis, dan mampu memberikan gambaran konkret pada benak pembaca.
Secara garis besar gaya bahasa dapat dibedakan menjadi empat jenis, yaitu (1) gaya bahasa perbandingan; (2) gaya bahasa penegasan; (3) gaya bahasa sindiran; dan (4) gaya bahasa pertentangan.

Gaya bahasa perbandingan adalah gaya yang menggunakan ungkapan untuk membandingkan suatu hal atau keadaan dengan hal atau keadaan lain. Gaya bahasa perbandingan sangat banyak, yaitu personifikasi, metafora, hiperbola, asosiasi, metonimia, simbolik, tropen, litotes, eufemisme, sinekdoke (pars pro toto dan totem pro parte), alusio, perifrasis, antonomasia, alegori, dan parabel.

Gaya bahasa penegasan adalah gaya yang berusaha menekankan pengertian suatu kata atau ungkapan melalui pengulangan kata beberapa kali atau pengulangan kata lain yang bermakna sama. Ada beberapa gaya bahasa perbandingan, yaitu pleonasme, paralelisme, repetisi, tautologi, simetri, klimaks, antiklimaks, asindeton, polisindeton, enumerasio, inversi, interupsi, retoris, koreksio, eksklamasio, elipsi, preterito, dan retisentis.

Gaya bahasa sindiran adalah gaya bahasa yang digunakan untuk menyindir orang lain, baik berupa sindiran halus, bercanda, maupun sindiran kasar. Berikut ini gaya bahasa sindiran, yaitu ironi, sinisme, sarkasme.

Gaya bahasa pertentangan adalah gaya bahasa yang diungkapkan untuk mempertentangkan suatu hal atau keadaan dengan maksud memberi penekanan. Gaya bahasa pertentangan, yaitu paradoks, kontradiksi in terminis, antitesis, okupasi, anakronisme.

Ada pertanyaan, apakah gaya bahasa sama dengan majas? Majas termasuk ke dalam gaya bahasa, tetapi tidak semua gaya bahasa mengandung majas. Gaya bahasa mencakup keseluruhan dari tulisan sang pengarang atau penulis, seperti diksi (pilihan kata), struktur kalimat, dan penggunaan majas.

Lalu, apakah itu majas? Majas adalah sebuah kiasan untuk melukiskan sesuatu dengan jalan memperbandingkan sesuatu itu dengan hal atau keadaan lain. Jadi, kalian dapat menemukan majas pada gaya bahasa perbandingan, seperti personifikasi, metafora, dan hiperbola.