Materi BAB 4 Menulis Puisi yang Menginspirasikan Adanya Kesempatan untuk Semua - Bahasa Indonesia Kelas 11 SMA/SMK Kurikulum Merdeka

Berikut adalah materi BAB 4 Menulis Puisi yang Menginspirasikan Adanya Kesempatan untuk Semua mata pelajaran Bahasa Indonesia (Cerdas Cergas Berbahasa dan Bersastra Indonesia) kelas XI SMA/SMK kurikulum merdeka.

Tujuan pembelajaran BAB 4 Menulis Puisi yang Menginspirasikan Adanya Kesempatan untuk Semua ini adalah untuk mempelajari tema dan pesan yang terkandung di dalam prosa  khususnya  cerpen.

Puisi adalah salah satu jenis karya sastra yang dikenal sejak dahulu kala. Dapat dikatakan bahwa puisi adalah salah satu ragam sastra yang paling tua. Berbeda dengan prosa yang ditulis dalam bentuk paragraf, puisi ditulis dalam bentuk baris dan bait dengan bahasa yang indah. Walaupun begitu, puisi tetap memuat pesan dari penyairnya.

A. Menemukan Tema dan Pesan dalam Cerpen yang Menginspirasikan Penggubahan Puisi

Inspirasi untuk menggubah sebuah puisi dapat diambil dari berbagai tempat, kejadian atau bahkan dari bentuk karya sastra lain.

B. Mengenal Unsur-Unsur Puisi

Puisi adalah ragam karya sastra dengan unsur puitika diksi dan asosiasi, majas, imaji, dan rima irama. Pantun dan syair terikat rima, jumlah baris dan bait. Pantun dan syair termasuk puisi lama. Puisi modern tidak terikat rima, bait, dan baris, sehingga disebut puisi bebas. Pemakaian kosakata lebih banyak menggunakan bahasa sehari-hari. Namun, puisi modern tetap menggunakan diksi yang indah dan majas untuk mengungkapkan perasaan maupun maksud penyair.

Setiap karya sastra mempunyai struktur yang berbeda. Seperti halnya karya sastra puisi, ciri fisiknya berbeda dengan cerpen atau bentuk prosa lainnya. Karya sastra puisi mempunyai struktur fisik dan batin. Tipografi puisi modern tergambarkan dalam bentuk susunan bait-bait sajak.

Kosakata yang digunakan dalam puisi modern dapat ditemukan dalam penggunaan bahasa sehari-hari. Namun, diksinya tetap dapat mengungkapkan arti yang mendalam dari perasaan penyair atau penulis.

Unsur pembangun puisi secara fisik disebut struktur fisik. Menurut Waluyo (1987, dalam Raharjo, 2018: 44) struktur fisik dari puisi terdiri atas:

1. Diksi
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, diksi adalah pilihan kata yang tepat dan selaras (dalam penggunaannya) untuk mengungkapkan gagasan sehingga diperoleh efek tertentu (seperti yang diharapkan). Menurut Raharjo (2018: 44), diksi tidak hanya berkaitan dengan pemilihan kata, tetapi juga urutan, dan kekuatan atau daya magis kata. Setiap penulis mempunyai keunikan masing-masing yang terefleksikan dalam kosakata dan susunan kata yang dirangkai menjadi sebuah puisi. Pemilihan dan penyusunan kata yang tepat dan selaras bahkan dapat menyajikan makna kata yang terasa gaib dan kuat bagi pembaca.

2. Kata Konkret
Konkret berarti nyata atau berwujud, dapat dilihat, diraba, dan sebagainya (Kamus Besar Bahasa Indonesia). Walaupun kata konkret bermakna sesuatu yang nyata, namun pilihan kata konkret dalam puisi terkait dengan kiasan atau perlambangan yang ingin disampaikan oleh penyair. Pemilihan kata konkret dapat membantu pembaca mengimajinasikan maksud penulis.

3. Pengimajian
Pengimajian pada puisi tergantung pada pilihan kata konkret dan cara merangkainya. Penghayatan makna kata dalam baris-baris puisi dilakukan melalui penglihatan, pendengaran, dan perasaan. Secara berurutan disebut imaji visual, imaji auditif, dan imaji taktil.

4. Bahasa Figuratif (Gaya Bahasa)
Penggunaan gaya bahasa pada puisi adalah untuk menambah pengimajian. Selain itu juga digunakan untuk menyampaikan banyak maksud dengan singkat. Penggunaan bahasa kiasan membuat puisi lebih indah, menciptakan efek lebih kaya, dan efektif. Perlambangan membantu penyair memperjelas makna.

5. Tipografi
Tipografi menunjukkan susunan puisi yang membedakannya dengan karya sastra lainnya, yakni prosa maupun drama.

Memahami makna yang ingin disampaikan penulis dapat dilakukan dengan menganalisis struktur batin, yakni:

1. Tema
Menurut Raharjo (2018: 48), tema merupakan gagasan pokok yang dikemukakan penyair. Gagagsan pokok ini menjadi dasar digubahnya sebuah puisi.

2. Perasaan Penyair
Masih menurut Raharjo (2018: 48), perasaan berkaitan suasana perasaan penyair yang diekspresikan melalui puisi. Sikap penyair terhadap suatu gagasan utama atau pokok permasalahan yang dituangkan ke dalam puisi diharapkan dapat dihayati pembaca.

3. Nada dan Suasana
Menurut Gustina S. (2014: 78), nada adalah sikap penyair terhadap penikmat karyanya. Puisi dapat mempunyai nada nada semangat atau nada sedih atau nada-nada lain sesuai dengan perasaan penyair. Dari sikap penyair tersebut tercipta suasana puisi. Suasana adalah efek yang ditimbulkan pada perasaan pembaca atau penikmat puisi.

4. Pesan
Menurut Gustina S. (2014: 79), pesan atau amanat merupakan kesan yang ditangkap penikmat puisi setelah membacanya.

C. Menulis Puisi Berdasarkan Cerpen

Sebelum melakukan musikalisasi puisi, sebuah puisi perlu dipersiapkan. Penulis puisi dapat mengambil inspirasi puisi dari mana saja.

Sebuah puisi digubah dari tema yang dikembangkan dari gagasan pokok penyair. Beberapa tema puisi, yakni tema ketuhanan, tema kemanusiaan, tema patriotisme, tema kedaulatan rakyat, dan tema keadilan sosial. Puisi yang sudah ditulis oleh penulis puisi akan dipelajari dan dipahami oleh kelompok penyaji puisi. Kemudian kelompok penyaji akan menyelaraskan nada puisi tersebut dengan alat musik yang dipilih.

Dalam penyajiannya, musikalisasi puisi dibagi menjadi tiga. Bentuk pertama adalah musikalisasi puisi awal, yaitu pembacaan puisi dengan iringan alat-alat musik. Bentuk kedua adalah musikalisasi puisi terapan, yakni mengubah puisi menjadi lagu dan dinyanyikan dengan iringan musik. Bentuk ketiga musikalisasi puisi campuran, yakni penggabungan musikalisasi puisi awal dengan terapan. Dalam hal ini, puisi dapat dibacakan maupun dinyanyikan.

Mengubah suatu karya sastra menjadi bentuk karya sastra lainnya disebut transformasi. Dalam melakukan transformasi karya sastra, dalam hal ini cerpen menjadi puisi, yang diubah adalah struktur dari karya sastra. Maksud dan tujuan penulis dalam karya sastra tersebut tidak diubah.

D. Mempersiapkan Musikalisasi Puisi

Musikalisasi puisi menggabungkan musik dengan puisi. Tambahan komponen musik pada pembawaan puisi akan membantu para penikmat puisi. Musik dapat memperkuat imaji auditif. Musik juga dapat memperkuat unsur nada dan suasana pada puisi, yang akhirnya dapat membantu penikmat puisi memahami perasaan penyair. Tentu saja, hal ini membuat puisi lebih dapat dinikmati, dipahami, maupun diapresiasi.

Berikut langkah-langkah untuk mempersiapkan musikalisasi puisi:

Langkah 1, memilih cerpen yang akan ditransformasi menjadi puisi. Pilihlah satu atau dua orang sebagai penulis yang akan mentransformasi cerpen yang telah disediakan di atas menjadi sebuah puisi.

Langkah 2, memahami puisi. Bacalah puisi yang telah ditulis. Temukan tema dari puisi itu. Pahamilah makna puisi dengan memperhatikan pengimajian dari pilihan kata serta meresapi nada dan suasana yang ingin dibangun oleh penulis.

Langkah 3, menentukan alat musik yang akan dipakai.
  • Pilihlah dua atau tiga orang untuk memilih alat musik yang sesuai.
  • Tentukan alat musik yang akan digunakan untuk musik pengiring puisi.
  • Alat musik yang akan digunakan dapat berupa alat musik tradisional, alat musik modern, atau berupa campuran keduanya. Selain itu, tentukan juga apakah alat musik tersebut berupa alat musik elektrik atau akustik. Gabungan alat musik elektrik atau akustik dan alat musik modern pun dapat menjadi pilihan. Bahkan, akapela juga dapat digunakan sebagai musik pengiring.

Langkah 4, menentukan irama dan lagu yang akan digunakan. Memilih nada yang akan mengiringi puisi dipengaruhi oleh pemahaman akan ekspresi yang tepat dari puisi yang dituliskan. Dengan memahami tema dan pesan yang ingin disampaikan penulis, nada pada puisi dapat lebih mudah ditentukan. Tema dan pesan yang dimaksud oleh penulis dapat memberikan inspirasi pada nada puisi gembira, sedih, semangat, melankolis atau lainnya.

Langkah 5, mempersiapkan kostum dan efek suara. Sebelum melakukan pementasan musikalisasi puisi, beberapa persiapan perlu dilakukan. Tentukan tentukan kostum yang akan dikenakan saat pementasan. Pilihlah kostum yang sesuai dan sopan. Selain itu perlu dilakukan persiapan efek suara. Periksalah mikrofon sesuai dengan kebutuhan.

Langkah 6, mementaskan musikalisasi puisi. Pementasan  musikalisasi puisi akan dipengaruhi oleh artikulasi dan vokal yang jelas. Selain itu juga dipengaruhi oleh penghayatan terhadap puisi. Ekspresi yang tepat dapat menunjang penyajian dan penyampaian makna puisi kepada penonton.