Jelaskan Apa Ajaran Yesus Tentang Hukum Taurat dalam Injil Matius 5:17-43

Jelaskan apa ajaran Yesus tentang hukum Taurat dalam Injil Matius 5:17-43!

Jawaban:

Ajaran Yesus tentang hukum Taurat dalam Injil Matius 5:17-43 adalah Yesus menekankan perwujudan nyata dari Hukum Taurat, bukan hanya mengikuti aturan secara lahiriah. Fokusnya adalah pada kemurnian hati, kasih sejati, dan rekonsiliasi dengan sesama.  Yesus menaikkan standar kehidupan beragama dan mendorong pengikutnya untuk melampaui batas keadilan balas dendam dengan mengasihi musuh dan menjalani hidup dengan penuh integritas.

Penjelasannya:

Yesus dalam Matius 5:17-43 tidak bermaksud menghapuskan Hukum Taurat yang diberikan kepada Musa, melainkan memberikan penafsiran yang lebih dalam tentang maknanya. Yesus menegaskan bahwa Hukum Taurat itu penting dan akan tetap ada.

Fokus utama Yesus adalah pada perwujudan nyata dari Hukum Taurat, bukan hanya sekedar mengikuti aturan secara lahiriah. Ajaran Yesus menekankan beberapa poin penting, yakni:
  • Yesus tidak hanya melarang pembunuhan, tetapi juga menekankan bahwa kemarahan dan kata-kata makian pun berisiko mendapat hukuman. Yesus juga mengajarkan pentingnya rekonsiliasi dengan sesama sebelum beribadah.
  • Yesus tidak hanya melarang perzinahan, tetapi juga menjelaskan bahwa hawa nafsu dan pikiran yang tidak murni termasuk pelanggaran. Yesus mendorong pengikutnya untuk menjauhi hal-hal yang bisa menggoda mereka daripada terjerumus dalam dosa.
  • Yesus menekankan kesucian pernikahan dan menyatakan bahwa perceraian tidak boleh dilakukan dengan mudah. Menikah dengan orang yang diceraikan juga dianggap berzinah.
  • Yesus mengajarkan kejujuran tanpa perlu bersumpah demi hal-hal duniawi. Kata "ya" dan "tidak" seharusnya cukup untuk menyatakan kebenaran.
  • Yesus mengajarkan kasih dan kesabaran. Jika dipukul, jangan membalas, dan jika diminta tolong, bahkan lebih dari yang diminta pun tidak masalah.
  • Yesus memperluas konsep kasih untuk mencakup musuh sekalipun. Kita harus mengasihi dan berdoa untuk mereka yang berbuat jahat kepada kita.

Dengan ajaran ini, Yesus menaikkan standar kehidupan beragama. Fokusnya bukan hanya pada tindakan lahiriah, tetapi juga pada kemurnian hati dan kasih sejati. Inilah inti sari dari Hukum Taurat yang dikehendaki Allah.