Bagaimana sikap Yesus Waktu Ia Hidup di Dunia Ini Terhadap Keanekaan dari Bangsanya? Apakah Ia Pernah Mendambakan Semangat Persatuan dari Bangsanya yang Terdiri atas Suku-Suku?

Bagaimana sikap Yesus waktu Ia hidup di dunia ini terhadap keanekaan dari bangsanya? Apakah Ia pernah mendambakan semangat persatuan dari bangsanya yang terdiri atas suku-suku?

Jawaban:

Sikap Yesus waktu Ia hidup di dunia ini terhadap keanekaan dari bangsanya adalah Yesus menunjukkan sikap terbuka dan penuh kasih terhadap keanekaan bangsa saat Ia hidup di dunia. Ia mendobrak batasan sosial dan suku, serta menawarkan keselamatan kepada semua orang tanpa diskriminasi.

Ya, Yesus pernah mendambakan semangat persatuan dari bangsanya yang terdiri atas suku-suku. Ia mencontohkannya dengan membangun hubungan dengan orang-orang dari berbagai latar belakang, termasuk perempuan Samaria dalam Injil Yohanes 4:1-42.

Penjelasannya:

Dalam Injil Yohanes 4:1-42, Yesus menunjukkan sikap yang terbuka dan penuh kasih terhadap keanekaan bangsa. Interaksinya dengan perempuan Samaria di perigi Yakub menjadi contoh nyata bagaimana Yesus mendobrak batasan sosial dan suku, serta menawarkan keselamatan kepada semua orang tanpa diskriminasi.

Meskipun orang Yahudi dan Samaria pada masa itu tidak bergaul, Yesus tidak mempermasalahkan asal usul perempuan Samaria tersebut. Dia bahkan meminta minum darinya, menunjukkan bahwa Yesus ingin melampaui batasan dan membangun hubungan dengan orang lain.

Bukan hanya itu, Yesus tidak fokus pada perbedaan tradisi dan agama. Dia berbicara tentang "air hidup" yang melambangkan keselamatan yang diberikan Tuhan kepada semua orang, tanpa memedulikan bangsa atau latar belakang mereka.

Ketika perempuan Samaria itu bertanya tentang tempat beribadah yang tepat, Yesus menjawab bahwa penyembahan yang benar tidak terletak pada lokasi, melainkan pada ketulusan hati. Hal ini menunjukkan bahwa Yesus ingin membangun hubungan pribadi dengan Tuhan, bukan fanatisme terhadap tradisi atau asal usul.

Kesaksian perempuan Samaria tentang Yesus kemudian menginspirasi banyak orang Samaria untuk bertemu dengan-Nya dan percaya kepada-Nya. Hal ini menunjukkan bahwa Yesus mampu menyatukan orang-orang dari berbagai latar belakang melalui iman.