Bagaimana Cara Mgr. Albertus Soegijapranata, S.J. Melaksanakan Kegembalaannya?

Bagaimana cara Mgr. Albertus Soegijapranata, S.J. melaksanakan kegembalaannya?

Jawaban:

Cara Mgr. Albertus Soegijapranata, S.J. melaksanakan kegembalaannya adalah dengan membangun umat Katolik yang tangguh dan mandiri melalui pendidikan iman yang berkelanjutan, serta mendorong partisipasi aktif mereka dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Penjelasannya:

Mgr. Albertus Soegijapranata, S.J., dalam melaksanakan kegembalaannya, memiliki dua visi utama. Pertama, beliau ingin membentuk umat Katolik yang tangguh dan gereja yang mandiri. Upaya ini diwujudkan melalui pendidikan iman yang berkelanjutan di rumah tangga, lingkungan, dan sekolah, serta penguatan rumah tangga Katolik sebagai basis utama pendidikan iman. Beliau juga mempelopori pembentukan kring/lingkungan sebagai wadah pembinaan iman dan komunitas umat, serta mendukung pembinaan imam dan tarekat religius lokal untuk mewujudkan kemandirian gereja. Selain itu, Mgr. Soegijapranata memperkenalkan penggunaan bahasa dan budaya lokal dalam ibadah dan liturgi, serta memanfaatkan seni tradisional seperti gamelan dan wayang untuk pendalaman iman.

Visi kedua Mgr. Soegijapranata adalah mengantarkan umat Katolik dan gereja menjadi bagian dari bangsa dan negara yang peduli dan aktif. Beliau mendasarkan visinya pada ayat Kitab Suci "Persembahkanlah kepada Kaisar hak milik Kaisar dan kepada Allah hak milik Allah" (Mat 22:21; Mrk 12:17; Luk 20:25). Beliau menekankan pentingnya kesadaran diri sebagai warga negara yang bertanggung jawab dan aktif dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Mgr. Soegijapranata menggagas semboyan "Seratus Persen Katolik, Seratus Persen Indonesia" untuk mendorong nasionalisme umat Katolik dan mendorong mereka untuk aktif membangun bangsa.

Dalam menyampaikan visinya, Mgr. Soegijapranata dikenal sebagai pemimpin yang rendah hati dan dekat dengan umat. Beliau menggunakan bahasa yang mudah dimengerti, seperti peribahasa dan ungkapan Jawa, untuk mendekatkan diri dengan umat.