Bagaimana Hubungan Awam dan Hierarki?

Bagaimana hubungan awam dan hierarki?

Jawaban:

Hubungan awam dan hierarki adalah kedua-duanya saling melengkapi dan bekerja sama untuk mewujudkan misi Gereja. Hierarki memiliki tugas khusus untuk memimpin dan menggembalakan umat, sedangkan kaum awam memiliki peran menggerakkan Gereja di dunia.

Penjelasannya:

Hubungan antara awam dan hierarki dalam Gereja Katolik ibarat dua sisi mata uang yang tak terpisahkan. Keduanya saling melengkapi dan bekerja sama untuk mewujudkan misi Gereja dalam mewartakan Injil dan membangun Kerajaan Allah di dunia.

Hierarki, yang terdiri dari para uskup, imam, dan diakon, memiliki tugas khusus untuk memimpin dan menggembalakan umat. Mereka bertanggung jawab untuk mengajar iman Katolik, merayakan sakramen, memimpin doa dan liturgi, menetapkan kebijakan dan aturan, serta mengatur struktur dan organisasi Gereja.

Di sisi lain, kaum awam memiliki peran penting untuk menggerakkan Gereja di dunia. Mereka dipanggil untuk menghayati iman dalam kehidupan sehari-hari, menjadi saksi Kristus dalam keluarga, masyarakat, dan tempat kerja, mengabdikan diri kepada karya kerasulan dan pelayanan, berpartisipasi aktif dalam kehidupan menggereja, serta mendukung dan membantu tugas hierarki.

Hubungan antara awam dan hierarki didasarkan pada beberapa prinsip penting, yaitu saling menghormati dan menghargai, saling bekerja sama, dan saling melengkapi. Hierarki harus menghormati martabat dan peran kaum awam, dan kaum awam harus menghormati otoritas dan kepemimpinan hierarki. Keduanya harus bekerja sama dalam semangat sinodalitas untuk mencapai tujuan bersama Gereja. Hierarki dan kaum awam memiliki karunia dan talenta yang berbeda, yang saling melengkapi untuk membangun Gereja yang kuat dan misioner.

Berikut beberapa contoh konkret bagaimana awam dan hierarki bekerja sama:
  • Kaum awam terlibat dalam katekese, liturgi, dan karya pelayanan sosial.
  • Kaum awam membantu dalam pengambilan keputusan di paroki dan keuskupan.
  • Hierarki memberikan bimbingan dan arahan kepada kaum awam dalam menjalankan iman mereka.
  • Hierarki mendukung dan mendorong partisipasi aktif kaum awam dalam kehidupan Gereja.

Meskipun demikian, terdapat beberapa tantangan dalam hubungan awam dan hierarki, seperti klerikalisme (kecenderungan hierarki untuk mendominasi dan mengontrol kaum awam), kurangnya komunikasi dan partisipasi, dan kurangnya pemahaman tentang peran dan tanggung jawab masing-masing.

Upaya untuk mengatasi tantangan ini adalah dengan meningkatkan pendidikan dan pembinaan untuk meningkatkan pemahaman tentang peran dan tanggung jawab awam dan hierarki, meningkatkan komunikasi dan dialog antara awam dan hierarki, serta mendorong partisipasi aktif kaum awam dalam kehidupan Gereja.