Pengertian Atman, Sifat, Sloka dan Fungsinya

Ātman adalah jiwa atau roh yang ada dalam diri setiap makhluk hidup. Ātman bersifat abadi, tidak terlahir dan tidak mati. Ātman tidak dapat dilihat dengan mata, namun dapat dirasakan melalui kesadaran dan ketenangan pikiran.

Atman merupakan percikan kecil dari Brahman, yang merupakan Tuhan Yang Maha Esa. Ātman adalah sumber hidup dan kesadaran bagi setiap makhluk hidup. Ātman juga bertanggung jawab atas karma atau perbuatan baik dan buruk yang dilakukan oleh manusia.

Untuk mengetahui ātman, seseorang perlu melakukan pengendalian pikiran dan indriya agar tercipta ketenangan. Dengan pikiran dan indriya yang tenang, maka seseorang dapat menyadari keberadaan ātman dalam dirinya.

Berikut adalah beberapa sifat-sifat ātman:

1. Abadi

Atman bersifat kekal, tidak terlahirkan dan tidak akan mati. Ātman tidak terpengaruh oleh waktu dan ruang. Ātman adalah dasar dari semua keberadaan.

2. Tidak dapat dilihat

Ātman tidak dapat dilihat dengan mata fisik. Ātman adalah realitas yang lebih tinggi dari dunia fisik. Ātman dapat dirasakan melalui kesadaran dan ketenangan pikiran.

3. Berada di dalam setiap makhluk hidup

Ātman ada di dalam diri setiap makhluk hidup, baik manusia, hewan, tumbuhan, maupun benda mati. Atman adalah dasar dari semua keberadaan.

4. Sumber hidup dan kesadaran

Ātman adalah sumber hidup dan kesadaran bagi setiap makhluk hidup. Ātman memberikan kehidupan dan kesadaran kepada setiap makhluk hidup.

5. Bertanggung jawab atas karma

Ātman bertanggung jawab atas karma atau perbuatan baik dan buruk yang dilakukan oleh manusia. Ātman akan memberikan hasil sesuai dengan karma yang dilakukan.

Berikut adalah 5 sloka yang berkaitan dengan ātman:

1. Bṛhadāraṇyaka Upaniṣad IV.2.3

athaitad vāme`kṣaṇi puruṣa-rūpam, eṣāsya-patni virāṭ, tayor eṣa saṁstāvo ya eṣo`ntar-hṛdaya ākāśaḥ athainayor etad annam ya eṣo`ntar-hṛdaye lohita piṇḍaḥ, athainayor etat prāvaraṇam yad etat antar-hṛdaye jālakam iva; athainayor eṣā sṛtiḥ saṁcaraṇi yaiṣā hṛdayād ūrdhvā nāḍy uccarati. yathā keśaḥ sahasradhā bhinnaḥ evam asyaitā hitā nāma nāḍyo`ntar-hṛdaye prartiṣṭhitā bhavanti; etābhir vā etad āsravad āsravati; tasmāḍ eṣa praviviktā hāratara ivaiva bhavaty asmāc carīrād ātmanaḥ

Terjemahan:

Sekarang yang berwujud orang yang terletak pada mata kiri adalah istrinya viraj. Terjadi pertemuan mereka adalah ruang yang berada dalam jantung. Makanan mereka adalah merahnya darah yang bergumpal di jantung, Penutup mereka adalah bentuk yang mirip jala yang terdapat di jantung. Jalur gerak mereka adalah saluran yang menuju ke atas bagian jantung. Bagai rambut dibelah seribu begitu pula saluran ini yang disebut hita, yang diciptakan dalam jantung. Melalui hal ini segala sesuatunya mengalir, mereka yang seharusnya mengalir. Karena itulah ātman yang terdiri dari indha dan viraj itu sebagaimana adanya seperti pemakan makanan yang lebih halus dari ātman badani.

2. Chāndogya Upaniṣad VIII.12.1

maghavan, martyaṁ vā idaṁ śarīram āttam mṛtyunā, tad asyāmṛtasyā-śarīrasyātmano`dhiṣṭhānam. ātto vai saśarīraḥ priyāpriyābhayām, na vai saśarīrasya sataḥ priyāpriyayor apahatir asti, aśarīraṁ vā va santaṁ na priyāpriye spṛśataḥ

Terjemahan:

Wahai, magavan, fana-lah sifatnya raga ini. Dia dipegang oleh kematian. Tetapi dia ditopang oleh ātman yang abadi dan yang tanpa tubuh. Sesungguhnya ātman yang menjelma dikuasai oleh kenikmatan dan kesengsaraan. Sesungguhnya tiada kebenaran dari kenikmatan dan kesengsaraan dari dia yang menjelma.
Sesungguhnya kenikmatan dan kesengsaraan tiadalah
menyentuh dia yang tidak memiliki raga.

3. Aitareya Upaniṣad I.3.12

sa etam eva sīmānaṁ vidāryaitayā dvārā prāpadyata, saiṣā, vidṛtir nāma dvāḥ, tad etan nāndanam; tasya traya āvasathās trayaḥ svapnāḥ, ayam āvasatho`yam āvasatho`yam āvasatha iti

Terjemahan:

Setelah membuka yang paling ujung dari kepala itu, dari sanalah dia masuk. Inilah bukaan yang disebut vidrti. Inilah yang menyenangkan. Untuk itu ada tiga tempat kediaman; tiga macam mimpi-mimpi sebagai; inilah tempatnya.

4. Kaṭha Upaniṣad I.2.20

aṇor aṇīyān mahato mahīyān, ātmāsya jantor nihito guhāyām; tam akratuḥ paśyati vīta-śoko dhātu-prasādān mahimānaṁ ātmanaḥ

Terjemahan:

Lebih kecil dari yang kecil, lebih besar dari yang besar, ātman berada pada jantung setiap makhluk. Dia yang tanpa keinginan apa-apa bisa melihatnya dan akan terbebas dari kesedihan. Melalui ketenangan pikiran dan indriya, (dia melihat kebesaran ātman).

5. Muṇdaka Upaniṣad III.1.9

eṣo`ṇur ātmā cetasā veditavyo yasmin prāṇaḥ pañcadhā saṁviveśa, prāṇaiś cittaṁ sarvaṁ otam prajānām, yasmin viśuddhe vibhavaty eṣa ātmā

Terjemahan:

Raga halus bisa diketahui melalui pikiran dimana indriya-indriya dalam lima bentuk berpusat. Semua pikiran-pikiran manusia dipenuhi oleh indriya-indriya. Ketika dia (pikiran) dimurnikan ātman akan menyinari.

Ātman memiliki beberapa fungsi penting dalam kehidupan manusia, yaitu:

1. Sumber kehidupan
Ātman merupakan sumber kehidupan bagi setiap makhluk hidup. Ātman memberikan kehidupan kepada raga dan menjaganya agar tetap hidup.

2. Keabadian
Ātman bersifat abadi, tidak terlahir dan tidak akan mati. Ātman akan terus ada selamanya, terlepas dari raga yang fana.

3. Kesadaran
Ātman adalah sumber kesadaran. Ātmanlah yang membuat manusia dapat merasakan, berpikir, dan bertindak.

4. Kebahagiaan
Ātman adalah sumber kebahagiaan. Ketika manusia dapat mengetahui ātman, maka ia akan terbebas dari segala penderitaan dan mencapai kebahagiaan sejati.

Ātman adalah konsep yang kompleks dan mendalam. Pemahaman akan ātman dapat memberikan makna dan tujuan hidup bagi manusia. Melalui pemahaman akan ātman, manusia dapat mencapai kebahagiaan sejati.