Apabila Menjadi Tim Auditor, Menurut Pendapat Saudara apa Resiko Salah Saji Material dari Industri Retail Tersebut dan Jelaskan Asersi yang Terdampak pada Kasus Tersebut?

Apabila menjadi tim auditor, menurut pendapat saudara apa resiko salah saji material dari industri retail tersebut dan jelaskan asersi yang terdampak pada kasus tersebut?

Jawaban:

Menurut pendapat saya, resiko salah saji material dari industri retail dapat diidentifikasi sebagai berikut:

1. Risiko salah saji akibat kecurangan
Risiko ini dapat terjadi karena adanya motivasi dan kesempatan untuk melakukan kecurangan. Motivasi dapat berupa tekanan untuk mencapai target penjualan atau profit, sedangkan kesempatan dapat berupa lemahnya pengendalian internal. Asersi yang terdampak pada kasus ini adalah asersi keberadaan atau keterjadian, asersi kelengkapan, dan asersi penilaian atau alokasi.

2. Risiko salah saji akibat kesalahan
Risiko ini dapat terjadi karena kesalahan manusia dalam proses akuntansi atau pencatatan. Kesalahan ini dapat berupa kesalahan pencatatan transaksi, kesalahan perhitungan, atau kesalahan interpretasi kebijakan akuntansi. Asersi yang terdampak pada kasus ini adalah asersi keakuratan, asersi kelengkapan, dan asersi penilaian atau alokasi.

3. Risiko salah saji akibat perubahan lingkungan
Risiko ini dapat terjadi karena adanya perubahan lingkungan yang mempengaruhi perusahaan ritel, seperti perubahan teknologi, perubahan peraturan, atau perubahan ekonomi. Perubahan ini dapat menyebabkan perusahaan kesulitan dalam menyesuaikan sistem akuntansinya, sehingga dapat menimbulkan salah saji. Asersi yang terdampak pada kasus ini adalah asersi kelengkapan, asersi penilaian atau alokasi, dan asersi penyajian atau pengungkapan.

Berikut adalah contoh kasus salah saji material yang dapat terjadi di industri ritel:

Kasus kecurangan
Perusahaan ritel dapat melakukan kecurangan dengan cara mencatat penjualan fiktif atau mencatat harga jual yang lebih tinggi dari harga sebenarnya. Hal ini dapat menyebabkan overstatement pada akun penjualan dan laba bersih.

Kasus kesalahan
Perusahaan ritel dapat melakukan kesalahan dengan cara mencatat transaksi penjualan secara tidak lengkap atau salah menghitung harga jual. Hal ini dapat menyebabkan understatement pada akun penjualan dan laba bersih.

Kasus perubahan lingkungan
Perusahaan ritel dapat melakukan perubahan kebijakan akuntansi tanpa persetujuan auditor. Hal ini dapat menyebabkan perubahan pada akun-akun tertentu, sehingga auditor perlu melakukan penyelidikan lebih lanjut.

Dalam melakukan audit terhadap industri ritel, auditor perlu mempertimbangkan resiko-resiko salah saji material yang telah disebutkan di atas. Auditor perlu melakukan prosedur audit yang tepat untuk mengurangi resiko salah saji material tersebut.