30 Soal Pilihan Ganda Bab 3 Memahami Dan Mendiskusikan Fenomena Kecerdasan Buatan - Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA/SMK

Berikut adalah 30 contoh soal Pilihan Ganda Bab 3 Memahami Dan Mendiskusikan Fenomena Kecerdasan Buatan mata pelajaran Cerdas Cergas Berbahasa dan Bersastra Indonesia (Bahasa Indonesia) kelas 12 SMA/SMK beserta jawaban:

A. MENYELISIK IDE POKOK DAN IDE PENDUKUNG DALAM TEKS TEKNOLOGI

1. Ide pokok atau ide utama dalam sebuah teks dapat diketahui melalui:
A. Paragraf deduktif
B. Kalimat berwarna merah di akhir paragraf
C. Subjudul teks
D. Kalimat utama atau kalimat pokok
E. Kalimat penjelas

Jawaban: D. Kalimat utama atau kalimat pokok

2. Paragraf yang kalimat utamanya berada di awal disebut:
A. Paragraf campuran
B. Paragraf induktif
C. Paragraf deduktif
D. Subjudul paragraf
E. Paragraf utama

Jawaban: C. Paragraf deduktif

3. Tujuan memahami ide pokok dan ide pendukung dalam sebuah teks adalah:
A. Agar dapat menguraikan ide pokok secara sistematis
B. Agar dapat menemukan subjudul teks
C. Agar dapat mengubah kalimat utama
D. Agar dapat menemukan kalimat berwarna merah
E. Agar dapat menulis judul teks

Jawaban: A. Agar dapat menguraikan ide pokok secara sistematis

4. Ide pokok paragraf sering kali terletak:
A. Di akhir paragraf
B. Pada kalimat penjelas
C. Pada subjudul
D. Di tengah-tengah paragraf
E. Di awal paragraf

Jawaban: E. Di awal paragraf

5. Paragraf yang kalimat utamanya berada di akhir disebut:
A. Paragraf campuran
B. Paragraf deduktif
C. Paragraf utama
D. Paragraf induktif
E. Paragraf penjelas

Jawaban: D. Paragraf induktif

B. MENGAJUKAN HIPOTESIS BERDASARKAN INFORMASI

1. Apa pengertian hipotesis menurut KBBI Daring?
A. Kesimpulan yang sudah terbukti
B. Dugaan yang tidak berdasar
C. Sesuatu yang dianggap benar tetapi perlu dibuktikan
D. Teori ilmiah yang sudah teruji
E. Anggapan dasar tanpa dasar logis

Jawaban: C. Sesuatu yang dianggap benar tetapi perlu dibuktikan

2. Apa ciri utama dari hipotesis ilmiah?
A. Tidak logis dan sulit dipahami
B. Tidak perlu dibuktikan karena sudah benar
C. Dapat dinalar dengan akal sehat dan logis
D. Tidak dapat diuji dengan penelitian ilmiah
E. Selalu bersifat teori

Jawaban: C. Dapat dinalar dengan akal sehat dan logis

3. Apa yang dilakukan untuk membuktikan hipotesis ilmiah?
A. Menyatakan bahwa hipotesis sudah benar
B. Tidak perlu membuktikannya
C. Menggunakan penelitian ilmiah
D. Membuat lebih banyak hipotesis
E. Mengandalkan keberuntungan

Jawaban: C. Menggunakan penelitian ilmiah

4. Apa perbedaan antara hipotesis dan teori ilmiah?
A. Hipotesis sudah terbukti, sedangkan teori belum
B. Hipotesis tidak dapat diuji, sedangkan teori dapat
C. Hipotesis adalah teori ilmiah yang sudah teruji
D. Hipotesis bersifat lebih abstrak dibandingkan teori
E. Tidak ada perbedaan antara keduanya

Jawaban: A. Hipotesis sudah terbukti, sedangkan teori belum

5. Mengapa hipotesis ilmiah perlu diuji?
A. Karena hipotesis selalu benar
B. Untuk membuatnya menjadi teori
C. Agar dapat dibuktikan dengan akal sehat
D. Agar menjadi dugaan yang tidak berdasar
E. Karena hipotesis tidak berdasar

Jawaban: B. Untuk membuatnya menjadi teori

C. BERDISKUSI TENTANG FENOMENA KECERDASAN BUATAN

1. Apa yang dimaksud dengan tanggapan berupa pernyataan dalam sebuah diskusi?
A. Sebuah pertanyaan kepada peserta diskusi
B. Opini atau pendapat pribadi
C. Informasi yang memperjelas topik diskusi
D. Pertanyaan yang menguji pemahaman peserta diskusi
E. Fakta yang mendukung argumen dalam diskusi

Jawaban: B. Opini atau pendapat pribadi

2. Bagaimana peserta diskusi seharusnya memberikan tanggapan berupa pertanyaan?
A. Dengan memberikan jawaban langsung
B. Dengan mengangkat tangan dan meminta izin berbicara
C. Dengan memberikan tanggapan berupa opini
D. Dengan merinci fakta tentang topik diskusi
E. Dengan menghindari mengenal peserta lain dalam diskusi

Jawaban: B. Dengan mengangkat tangan dan meminta izin berbicara

3. Apa yang perlu diperhatikan saat memberikan tanggapan berupa opini dalam diskusi?
A. Menyampaikan opini tanpa alasan atau argumen
B. Memberikan opini yang bertentangan dengan topik diskusi
C. Menghindari menyebut kata kunci dalam tanggapan
D. Merinci fakta-fakta yang tidak relevan
E. Menyampaikan opini dengan menggunakan kata-kata kunci

Jawaban: E. Menyampaikan opini dengan menggunakan kata-kata kunci

4. Bagaimana tanggapan yang diberikan dalam diskusi dapat menjadi bermanfaat?
A. Dengan selalu menyampaikan opini yang sama
B. Dengan mengabaikan topik diskusi
C. Dengan menghasilkan kesimpulan atau informasi berguna
D. Dengan menghormati peserta diskusi yang berbicara
E. Dengan menyampaikan opini pribadi tanpa argumen

Jawaban: C. Dengan menghasilkan kesimpulan atau informasi berguna

5. Apa yang perlu diperhatikan saat memberikan tanggapan dalam diskusi?
A. Tidak perlu memperkenalkan diri jika peserta sudah saling mengenal
B. Memberikan tanggapan panjang dan rumit untuk memukau peserta lain
C. Menghindari kata-kata kunci dalam tanggapan
D. Mengangkat tangan untuk meminta izin berbicara
E. Menyampaikan tanggapan tanpa mendengarkan peserta lain

Jawaban: D. Mengangkat tangan untuk meminta izin berbicara

D. MENYAMPAIKAN PERTANYAAN SECARA EFEKTIF

1. Apa yang dimaksud dengan akronim "adiksimba"?
A. Sebuah teknik dalam diskusi
B. Lima pertanyaan penting dalam diskusi
C. Singkatan dari kalimat pertanyaan yang terbuka
D. Kalimat tanya dengan jawaban tertutup
E. Ide pokok dalam sebuah diskusi

Jawaban: B. Lima pertanyaan penting dalam diskusi

2. Apa perbedaan utama antara kalimat tanya dengan jawaban tertutup dan terbuka?
A. Kalimat tanya dengan jawaban tertutup memerlukan penjelasan lebih lanjut.
B. Kalimat tanya dengan jawaban tertutup hanya memiliki satu jawaban yang benar.
C. Kalimat tanya dengan jawaban terbuka memiliki jawaban yang bersifat ya atau tidak.
D. Kalimat tanya dengan jawaban terbuka memerlukan jawaban yang dapat berkembang.
E. Kalimat tanya dengan jawaban tertutup tidak digunakan dalam diskusi.

Jawaban: D. Kalimat tanya dengan jawaban terbuka memerlukan jawaban yang dapat berkembang.

3. Mengapa kalimat pertanyaan yang dilontarkan dalam diskusi sebaiknya bukan pertanyaan dengan jawaban tertutup?
A. Karena pertanyaan dengan jawaban tertutup sulit dijawab.
B. Karena pertanyaan dengan jawaban tertutup tidak efektif.
C. Karena pertanyaan dengan jawaban tertutup tidak relevan.
D. Karena pertanyaan dengan jawaban tertutup hanya memiliki satu jawaban yang benar.
E. Karena pertanyaan dengan jawaban tertutup tidak memerlukan tanggapan.

Jawaban: B. Karena pertanyaan dengan jawaban tertutup tidak efektif.

4. Apa yang perlu diperhatikan saat mengajukan pertanyaan dalam diskusi?
A. Menggunakan akronim "adiksimba" dalam pertanyaan.
B. Menghindari pertanyaan dengan jawaban terbuka.
C. Mengajukan pertanyaan yang sulit dipahami.
D. Menggantungkan jawaban pada kejelasan pertanyaan.
E. Mengajukan pertanyaan secara efektif.

Jawaban: E. Mengajukan pertanyaan secara efektif.

5. Mengapa jawaban terhadap pertanyaan dalam diskusi sering kali bergantung pada kejelasan pertanyaan itu sendiri?
A. Karena peserta diskusi sering tidak memahami pertanyaan.
B. Karena pertanyaan sering kali tidak relevan.
C. Karena peserta diskusi tidak memiliki pengetahuan yang cukup.
D. Karena kejelasan pertanyaan memengaruhi bagaimana jawaban dipahami.
E. Karena peserta diskusi tidak mau memberikan tanggapan.

Jawaban: D. Karena kejelasan pertanyaan memengaruhi bagaimana jawaban dipahami.

E. MENGELABORASI PERASAAN UNTUK MEMAHAMI MASALAH

1. Apa yang dimaksud dengan mengelaborasi perasaan dan pikiran dalam konteks memahami masalah?
A. Mengabaikan informasi tambahan dalam pemecahan masalah.
B. Menggunakan informasi yang tidak valid dalam pemecahan masalah.
C. Proses berpikir dan berperasaan secara baik dan benar.
D. Menghindari pemikiran pribadi dalam pemecahan masalah.
E. Tidak mempertimbangkan dampak dari pemecahan masalah.

Jawaban: C. Proses berpikir dan berperasaan secara baik dan benar.

2. Apa langkah pertama dalam mengelaborasi perasaan dan pikiran dalam pemahaman suatu permasalahan?
A. Mempertimbangkan dampak dan akibat dari masalah.
B. Menggunakan informasi yang tidak valid.
C. Temukan informasi tambahan terkait permasalahan.
D. Mengabaikan kronologi peristiwa.
E. Menyampaikan hasil elaborasi kepada orang lain.

Jawaban: C. Temukan informasi tambahan terkait permasalahan.

3. Mengapa penting untuk memilah informasi yang valid dalam proses mengelaborasi perasaan dan pikiran?
A. Informasi yang valid tidak relevan dalam pemecahan masalah.
B. Informasi yang valid dapat membantu memahami masalah dengan baik.
C. Informasi yang valid selalu benar dalam setiap situasi.
D. Informasi yang valid tidak perlu dipertimbangkan dalam pemecahan masalah.
E. Informasi yang valid hanya diperlukan dalam pemecahan masalah sederhana.

Jawaban: B. Informasi yang valid dapat membantu memahami masalah dengan baik.

4. Apa yang dimaksud dengan "pikiran yang jernih" dalam konteks mengelaborasi perasaan dan pikiran?
A. Tidak memiliki pikiran yang beragam.
B. Memiliki pikiran yang selalu positif.
C. Proses berpikir dan berperasaan secara baik dan benar.
D. Tidak memikirkan dampak dari pemecahan masalah.
E. Tidak memahami perasaan orang lain.

Jawaban: C. Proses berpikir dan berperasaan secara baik dan benar.

5. Mengapa mengelaborasi perasaan dan pikiran penting dalam pemecahan masalah?
A. Karena mengabaikan informasi tambahan dapat membantu memecahkan masalah.
B. Karena proses berpikir dan berperasaan tidak berpengaruh pada pemecahan masalah.
C. Karena perasaan dan pikiran hanya mengganggu dalam pemecahan masalah.
D. Karena dampak dari pemecahan masalah tidak perlu dipertimbangkan.
E. Karena memahami perasaan dan pikiran dapat membantu menemukan solusi yang lebih baik.

Jawaban: E. Karena memahami perasaan dan pikiran dapat membantu menemukan solusi yang lebih baik.

F. MENGGUNAKAN KONJUNGSI INTRAKALIMAT DAN ANTARKALIMAT

1. Apa fungsi konjungsi intrakalimat dalam suatu kalimat majemuk?
A. Menghubungkan kalimat dengan kalimat sebelumnya.
B. Menghubungkan anak kalimat dengan induk kalimat.
C. Mengawali kalimat majemuk.
D. Mengakhiri kalimat majemuk.
E. Menggantikan tanda koma dalam kalimat.

Jawaban: B. Menghubungkan anak kalimat dengan induk kalimat.

2. Kapan konjungsi intrakalimat dapat digunakan dalam kalimat?
A. Selalu dapat digunakan pada awal kalimat majemuk.
B. Selalu digunakan untuk mengakhiri kalimat majemuk.
C. Boleh digunakan dengan atau tanpa tanda koma tergantung pada penulisannya.
D. Hanya dapat digunakan pada akhir kalimat majemuk.
E. Hanya boleh digunakan pada induk kalimat.

Jawaban: C. Boleh digunakan dengan atau tanpa tanda koma tergantung pada penulisannya.

3. Apa fungsi konjungsi antarkalimat dalam suatu paragraf?
A. Mengakhiri paragraf dengan tepat.
B. Menghubungkan kalimat dengan kalimat sebelumnya dalam paragraf.
C. Menggantikan tanda koma dalam paragraf.
D. Menyatakan ide utama dalam paragraf.
E. Membuat paragraf menjadi lebih singkat.

Jawaban: B. Menghubungkan kalimat dengan kalimat sebelumnya dalam paragraf.

4. Bagaimana konjungsi antarkalimat biasanya ditandai dalam suatu kalimat?
A. Dengan tanda titik.
B. Dengan tanda koma.
C. Dengan tanda seru (!).
D. Dengan tanda kutip.
E. Tanpa tanda baca tambahan.

Jawaban: B. Dengan tanda koma.

5. Apa tujuan penggunaan konjungsi antarkalimat dalam paragraf?
A. Mengakhiri paragraf dengan tegas.
B. Membuat paragraf menjadi lebih panjang.
C. Membangun kohesi atau hubungan yang erat antarkalimat dalam paragraf.
D. Menggantikan tanda baca lainnya dalam paragraf.
E. Menyajikan ide utama paragraf.

Jawaban: C. Membangun kohesi atau hubungan yang erat antarkalimat dalam paragraf.