20 Soal Pilihan Ganda Bab 4 Menyampaikan Opini Tentang Perundungan - Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA/SMK

Berikut adalah 20 contoh soal Pilihan Ganda Bab 4 Menyampaikan Opini Tentang  Perundungan mata pelajaran Cerdas Cergas Berbahasa dan Bersastra Indonesia (Bahasa Indonesia) kelas 12 SMA/SMK beserta jawaban:

A. MENGUNGKAP PERWATAKAN TOKOH DALAM CERITA

1. Apa yang dimaksud dengan perwatakan dalam sebuah cerita?
A. Alur cerita yang terjadi karena aksi tokoh-tokohnya.
B. Pembicaraan antara tokoh-tokoh dalam cerita.
C. Cara penulis menggambarkan tokoh-tokoh dalam cerita.
D. Bagian cerita yang menggambarkan latar tempat.
E. Peristiwa penting dalam cerita.

Jawaban: C. Cara penulis menggambarkan tokoh-tokoh dalam cerita.

2. Apa yang termasuk dalam karakterisasi tokoh di dalam cerita?
A. Senandika, fisik, dan latar tempat.
B. Dialog, tindakan, dan prakata.
C. Senandika, tindakan, dan fisik.
D. Latar tempat, dialog, dan watak.
E. Dialog, senandika, dan ilustrasi.

Jawaban: C. Senandika, tindakan, dan fisik.

3. Unsur parateks dalam penerbitan karya fiksi dapat membantu dalam hal apa?
A. Membuat cerita mudah dipahami oleh pembaca.
B. Meningkatkan keunikan alur cerita.
C. Mendukung pemasaran dan identifikasi karya fiksi.
D. Menambah kompleksitas karakter tokoh.
E. Menambah jumlah halaman dalam buku.

Jawaban: C. Mendukung pemasaran dan identifikasi karya fiksi.

4. Apa yang dimaksud dengan senandika dalam karakterisasi tokoh?
A. Pembicaraan tokoh dengan dirinya sendiri.
B. Dialog antara tokoh-tokoh dalam cerita.
C. Tindakan atau perilaku tokoh dalam cerita.
D. Penggambaran fisik tokoh dalam cerita.
E. Penggambaran watak tokoh dalam cerita.

Jawaban: A. Pembicaraan tokoh dengan dirinya sendiri.

5. Bagaimana karakterisasi tokoh melalui tindakan atau perilaku tokoh?
A. Melalui dialog yang tokoh lakukan.
B. Dengan menggambarkan fisik tokoh secara langsung.
C. Melalui penggambaran pembicaraan tokoh dengan dirinya sendiri.
D. Dengan menggambarkan keputusan-keputusan tokoh di dalam cerita.
E. Dengan menggambarkan watak tokoh melalui deskripsi.

Jawaban: D. Dengan menggambarkan keputusan-keputusan tokoh di dalam cerita.

B. MENULIS TANGGAPAN TENTANG PERUNDUNGAN SECARA KREATIF

1. Apa yang termasuk dalam jenis tulisan kreatif berbentuk fiksi?
A. Esai dan feature.
B. Kisah pengalaman diri sendiri dan poster.
C. Puisi dan drama.
D. Surat terbuka dan unggahan media sosial.
E. Resensi buku dan novel.

Jawaban: C. Puisi dan drama.

2. Bagaimana hubungan antara tujuan penulisan, respons pembaca, dan jenis tulisan?
A. Tujuan penulisan tidak berpengaruh pada respons pembaca.
B. Respons pembaca tidak berhubungan dengan jenis tulisan.
C. Jenis tulisan tidak memengaruhi tujuan penulisan.
D. Jenis tulisan, tujuan penulisan, dan respons pembaca saling terkait.
E. Respons pembaca hanya dipengaruhi oleh jenis tulisan.

Jawaban: D. Jenis tulisan, tujuan penulisan, dan respons pembaca saling terkait.

3. Apa yang harus diperhatikan saat mengekspresikan tulisan kreatif?
A. Bahasa Indonesia yang baik dan benar.
B. Penggunaan bahasa asing secara berlebihan.
C. Penggunaan tata tulis yang rumit.
D. Penggunaan bahasa formal saja.
E. Penggunaan bahasa gaul yang populer.

Jawaban: A. Bahasa Indonesia yang baik dan benar.

4. Apa jenis tulisan yang mengandung tujuan "menghibur atau menyenangkan"?
A. Wacana informatif.
B. Wacana persuasif.
C. Wacana sastra.
D. Wacana ekspresif.
E. Surat terbuka.

Jawaban: C. Wacana sastra.

5. Apa yang termasuk dalam jenis tulisan kreatif berbentuk nonfiksi?
A. Puisi dan drama.
B. Esai dan feature.
C. Surat terbuka dan poster.
D. Kisah pengalaman diri sendiri dan novel.
E. Resensi buku dan unggahan media sosial.

Jawaban: B. Esai dan feature.

C. MENGUNGKAP FAKTA, FIKSI, OPINI, DAN ASUMSI DI DALAM NARASI

1. Apa yang termasuk dalam unsur teks naratif nonfiksi?
A. Fakta, fiksi, dan opini.
B. Hanya fakta.
C. Hanya fiksi.
D. Hanya opini.
E. Hanya asumsi.

Jawaban: A. Fakta, fiksi, dan opini.

2. Apa yang dimaksud dengan fakta dalam sebuah teks naratif?
A. Sesuatu yang tidak benar-benar terjadi.
B. Sesuatu yang berdasarkan khayalan atau pikiran.
C. Sesuatu yang benar-benar terjadi.
D. Pendapat seseorang terhadap suatu permasalahan.
E. Dugaan yang diterima sebagai dasar untuk bertindak.

Jawaban: C. Sesuatu yang benar-benar terjadi.

3. Bagaimana opini berbeda dari fakta dalam teks naratif?
A. Opini adalah sesuatu yang benar-benar terjadi, sedangkan fakta adalah pendapat seseorang.
B. Opini adalah sesuatu yang berdasarkan khayalan, sedangkan fakta adalah sesuatu yang benar-benar terjadi.
C. Opini adalah pendapat seseorang terhadap suatu permasalahan, sedangkan fakta adalah sesuatu yang benar-benar terjadi.
D. Opini adalah dugaan yang diterima sebagai dasar untuk bertindak, sedangkan fakta adalah sesuatu yang berdasarkan pikiran.
E. Opini dan fakta adalah konsep yang sama dalam teks naratif.

Jawaban: C. Opini adalah pendapat seseorang terhadap suatu permasalahan, sedangkan fakta adalah sesuatu yang benar-benar terjadi.

4. Apa yang dimaksud dengan asumsi dalam konteks teks naratif?
A. Sesuatu yang benar-benar terjadi.
B. Sesuatu yang berdasarkan khayalan atau pikiran.
C. Pendapat seseorang terhadap suatu permasalahan.
D. Dugaan yang diterima sebagai dasar untuk bertindak.
E. Kisah atau cerita dalam teks naratif.

Jawaban: D. Dugaan yang diterima sebagai dasar untuk bertindak.

5. Apa yang mungkin terdapat dalam sebuah teks naratif fiksi?
A. Hanya fakta.
B. Hanya opini.
C. Hanya asumsi.
D. Fakta, opini, dan asumsi.
E. Tidak ada unsur lain selain fakta dalam teks naratif fiksi.

Jawaban: D. Fakta, opini, dan asumsi.

D. MENDISIKUSIKAN PERUNDUNGAN SECARA DARING

1. Apa yang harus diperhatikan dalam hal pakaian saat mengikuti diskusi daring?
A. Menggunakan pakaian seadanya.
B. Tidak perlu memperhatikan pakaian.
C. Tetap terlihat rapi dan sopan.
D. Menggunakan pakaian yang tidak sesuai.
E. Tidak memperdulikan pakaian.

Jawaban: C. Tetap terlihat rapi dan sopan.

2. Mengapa penting untuk menggunakan latar belakang yang sesuai saat berdiskusi daring?
A. Karena latar belakang maya tidak dapat digunakan.
B. Karena latar belakang tidak memiliki pengaruh dalam diskusi daring.
C. Karena latar belakang dapat memengaruhi suara peserta diskusi.
D. Karena latar belakang dapat dilihat oleh peserta diskusi.
E. Karena latar belakang tidak penting dalam diskusi daring.

Jawaban: D. Karena latar belakang dapat dilihat oleh peserta diskusi.

3. Apa yang sebaiknya dilakukan jika peserta diskusi harus makan atau minum saat berdiskusi daring?
A. Meminum obat dengan kamera/video dan audio tetap aktif.
B. Matikan kamera/video dan audio (mode bisu) sementara saat makan atau minum.
C. Tetap berbicara saat sedang makan atau minum.
D. Gunakan mode bisu hanya saat tidak berbicara.
E. Meminta moderator untuk menghentikan diskusi sementara.

Jawaban: B. Matikan kamera/video dan audio (mode bisu) sementara saat makan atau minum.

4. Mengapa penting untuk menggunakan mode bisu (mute) saat tidak sedang berbicara dalam diskusi daring?
A. Agar peserta dapat berbicara dengan bebas.
B. Agar peserta dapat mendengar lebih baik.
C. Agar diskusi tidak terganggu oleh suara-suara lain dari tempat peserta.
D. Agar peserta dapat mengirim pesan chat dengan baik.
E. Agar moderator dapat memahami peserta dengan lebih baik.

Jawaban: C. Agar diskusi tidak terganggu oleh suara-suara lain dari tempat peserta.

5. Apa yang harus dilakukan agar hadir tepat waktu dalam diskusi daring?
A. Hadir di ruang diskusi 30 menit sebelum diskusi dimulai.
B. Hadir di ruang diskusi 15 menit sebelum diskusi dimulai.
C. Hadir di ruang diskusi 5–10 menit sebelum diskusi dimulai.
D. Hadir di ruang diskusi tepat saat diskusi dimulai.
E. Tidak perlu hadir tepat waktu dalam diskusi daring.

Jawaban: C. Hadir di ruang diskusi 5–10 menit sebelum diskusi dimulai.