40 Soal Bab 8 Menjadi Pembawa Damai Sejahtera - Agama Kristen Kelas 12 SMA/SMK

Berikut adalah 40 contoh soal Bab 8 Menjadi Pembawa Damai Sejahtera mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti kelas 12 SMA/SMK beserta jawabannya, materi:

A. Makna Menjadi Pembawa Damai Sejahtera

I. PILIHAN GANDA

1. Apa yang dimaksudkan dengan "Yahweh-shalom" dalam kisah Gideon?
A. Nama kota tempat Gideon dilahirkan.
B. Nama mezbah yang dibangun oleh Gideon untuk Tuhan.
C. Nama panggilan Tuhan kepada Gideon.
D. Nama wilayah yang diselamatkan oleh Gideon dari orang Midian.

Jawaban: B. Nama mezbah yang dibangun oleh Gideon untuk Tuhan.

2. Apa arti "Yahweh-shalom" secara harfiah?
A. Allah yang Mahakuasa.
B. Allah yang Memberi Damai.
C. Allah yang Maha Menyelamatkan.
D. Allah yang Mahasuci.

Jawaban: B. Allah yang Memberi Damai.

3. Mengapa Gideon dipilih oleh Tuhan untuk menyelamatkan Israel dari orang Midian?
A. Karena Gideon adalah pemimpin alamiah.
B. Karena Gideon adalah pahlawan perang berpengalaman.
C. Karena Gideon adalah anggota keluarga penting.
D. Karena Tuhan memberinya kekuatan dan bersama dengannya.

Jawaban: D. Karena Tuhan memberinya kekuatan dan bersama dengannya.

4. Apa pesan yang dapat diambil dari kisah Gideon dalam konteks menjadi pembawa damai?
A. Bahwa semua orang memiliki talenta untuk menjadi pemimpin alamiah.
B. Bahwa kita harus menjadi provokator dalam situasi sulit.
C. Bahwa kita harus menyadari bahwa Tuhan adalah sumber perdamaian.
D. Bahwa menjadi pembawa damai hanya dapat dilakukan oleh orang yang terkenal.

Jawaban: C. Bahwa kita harus menyadari bahwa Tuhan adalah sumber perdamaian.

5. Bagaimana Craig Kielburger dan saudaranya menginspirasi sebagai contoh pembawa damai?
A. Mereka memulai perusahaan besar.
B. Mereka membantu anak-anak yang dieksploitasi dalam dunia kerja.
C. Mereka melakukan tindakan spektakuler yang luar biasa.
D. Mereka berusaha menjadi pemimpin alamiah.

Jawaban: B. Mereka membantu anak-anak yang dieksploitasi dalam dunia kerja.

II. ESSAY

1. Jelaskan makna "Yahweh-shalom" dalam kisah Gideon dan mengapa Gideon membangun mezbah dengan nama tersebut?

Jawaban: "Yahweh-shalom" adalah nama mezbah yang dibangun oleh Gideon untuk Tuhan setelah Tuhan memilihnya untuk menyelamatkan Israel dari orang Midian. Nama ini berarti "Tuhan adalah damai." Gideon membangun mezbah ini sebagai tanda penghormatan kepada Tuhan yang memberinya kekuatan dan menjadi sumber perdamaian dalam menghadapi musuh. Ini juga mencerminkan pemahaman bahwa perdamaian adalah anugerah dari Tuhan.

2. Mengapa menjadi pembawa damai merupakan peran yang penting dalam konteks kehidupan sehari-hari, terutama dalam mengatasi masalah besar seperti konflik keluarga atau kekerasan dalam komunitas?

Jawaban: Menjadi pembawa damai penting karena perdamaian membawa harmoni, ketenangan, dan kebahagiaan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam situasi konflik keluarga atau kekerasan dalam komunitas, peran sebagai pembawa damai dapat membantu mengakhiri pertikaian, meredakan ketegangan, dan menciptakan lingkungan yang aman dan sejahtera bagi semua orang. Ini merupakan tanggung jawab sebagai anak-anak Tuhan untuk menciptakan damai sejahtera di sekitar kita.

3. Apa pesan yang dapat diambil dari kisah Gideon dalam hubungannya dengan menjadi pembawa damai?

Jawaban: Pesan yang dapat diambil dari kisah Gideon adalah bahwa Tuhan adalah sumber perdamaian, dan Dia memberdayakan orang yang mungkin merasa tidak penting untuk menjadi pemimpin yang membawa damai dalam situasi sulit. Terlepas dari status atau talenta seseorang, semua orang dapat menjadi pembawa damai jika mereka mendengarkan panggilan Tuhan dan memiliki keyakinan dalam misi untuk melakukan yang baik. Kisah Gideon mengajarkan bahwa kita harus percaya pada kekuatan Tuhan dalam menciptakan perdamaian.

4. Bagaimana contoh Craig Kielburger dan organisasinya mencerminkan konsep menjadi pembawa damai dalam tindakan nyata?

Jawaban: Craig Kielburger dan organisasinya, yang membantu anak-anak yang dieksploitasi dalam dunia kerja, mencerminkan konsep menjadi pembawa damai dalam tindakan nyata dengan menunjukkan kasih kepada sesama dan berusaha untuk menciptakan kondisi yang lebih baik bagi anak-anak yang menderita. Mereka membuktikan bahwa menjadi pembawa damai tidak selalu memerlukan tindakan spektakuler, tetapi bisa dimulai dari tindakan sederhana yang bertujuan untuk kebaikan orang lain. Mereka memberikan inspirasi bagi banyak orang untuk berperan dalam membawa perdamaian dan kebaikan dalam dunia ini.

5. Bagaimana Anda, sebagai individu, dapat berperan sebagai pembawa damai dalam kehidupan sehari-hari Anda?

Jawaban: Sebagai individu, saya dapat berperan sebagai pembawa damai dengan cara mendengarkan, memahami, dan membantu menyelesaikan konflik jika terjadi di sekitar saya. Saya dapat menunjukkan kasih kepada sesama dan berusaha untuk menciptakan lingkungan yang ramah dan aman bagi semua orang. Saya juga dapat berpartisipasi dalam tindakan kebaikan dan membantu mereka yang membutuhkan, bahkan dengan tindakan-tindakan kecil. Dengan cara ini, saya dapat menjadi bagian dari usaha untuk membawa perdamaian dan harmoni dalam kehidupan sehari-hari saya.

B. Menjadi Pembawa Damai Sejahtera Dalam Alkitab

I. PILIHAN GANDA

1. Apa yang dikatakan oleh Yesus dalam Matius 5:9 tentang orang yang membawa damai?
A. Mereka akan menjadi kaya
B. Mereka akan menjadi terkenal
C. Mereka akan disebut anak-anak Allah
D. Mereka akan mendapatkan kekuasaan
E. Mereka akan menjadi pemimpin

Jawaban: C. Mereka akan disebut anak-anak Allah

2. Menurut Yakobus 3:13-18, hikmat yang datang dari atas memiliki karakteristik apa?
A. Penuh iri hati dan kepentingan diri sendiri
B. Berasal dari nafsu manusia
C. Dicetuskan oleh setan-setan
D. Menciptakan kekacauan dan perbuatan jahat
E. Murni, pendamai, peramah, dan penuh belas kasihan

Jawaban: E. Murni, pendamai, peramah, dan penuh belas kasihan

3. Apa yang Yesus perintahkan dalam Matius 5:43-45 terkait dengan hubungan dengan musuh?
A. Melupakan musuh-musuh tersebut
B. Menghindari kontak dengan musuh-musuh tersebut
C. Menghukum musuh-musuh tersebut
D. Membenci musuh-musuh tersebut
E. Mengasihi dan berdoa bagi musuh-musuh tersebut

Jawaban: E. Mengasihi dan berdoa bagi musuh-musuh tersebut

4. Mengapa menjadi pembawa damai dianggap penting dalam Alkitab?
A. Karena itu adalah cara untuk menjadi kaya
B. Karena itu adalah tugas yang diberikan oleh dunia
C. Karena itu adalah ciri anak-anak Allah
D. Karena itu adalah cara untuk menciptakan kekacauan
E. Karena itu adalah cara untuk memenangkan pertempuran

Jawaban: C. Karena itu adalah ciri anak-anak Allah

II. ESSAY

1. Bagaimana remaja dapat menjadi pembawa damai, seperti yang dinyatakan dalam Matius 5:9? Jelaskan dengan detail.

Jawaban: Remaja dapat menjadi pembawa damai dengan mengedepankan sikap dan tindakan yang mempromosikan perdamaian, harmoni, dan kasih dalam segala aspek kehidupan mereka. Ini termasuk berusaha untuk memecahkan konflik, mempraktikkan kasih kepada sesama, dan menjadi teladan dalam memperlihatkan kelemahlembutan dan belas kasihan. Remaja Kristen dapat membantu mengembangkan kesejahteraan dan harmoni dalam hidup mereka dan keluarga dengan menjalani prinsip-prinsip Alkitab, seperti kasih terhadap sesama dan memaafkan musuh. Mereka juga dapat berdoa dan berusaha untuk berdamai dengan orang-orang yang mereka memiliki konflik dengannya. Masalah sosial yang mendorong remaja untuk membuat perubahan dapat termasuk ketidakadilan, ketidaksetaraan, kekerasan, dan kemiskinan. Perubahan dan perdamaian harus dimulai dari diri sendiri, dengan remaja menunjukkan sikap dan tindakan yang damai dan mendorong orang lain untuk mengikuti teladan ini. Ini sesuai dengan ajaran Yesus dalam Matius 5:43-45 dan prinsip-prinsip yang dinyatakan dalam Yakobus 3:13-18.

2. Mengapa menjadi pembawa damai dianggap penting dalam Alkitab? Jelaskan dengan argumen dari ayat-ayat Alkitab.

Jawaban: Menjadi pembawa damai dianggap penting dalam Alkitab karena hal itu mencerminkan karakter anak-anak Allah dan mengikuti ajaran Yesus Kristus. Dalam Matius 5:9, Yesus mengatakan bahwa orang yang membawa damai akan disebut anak-anak Allah. Ini menunjukkan bahwa menjadi pembawa damai adalah salah satu cara untuk menunjukkan identitas sebagai anak-anak Allah. Selain itu, dalam Matius 5:21-26 dan Matius 5:43-45, Yesus memerintahkan pengikut-Nya untuk berdamai dengan sesama dan bahkan mengasihi musuh. Ini menekankan pentingnya damai sebagai bagian integral dari hidup Kristen. Yakobus 3:13-18 juga menggambarkan karakteristik hikmat yang datang dari atas, yang mencakup sifat pendamai, penuh belas kasihan, dan buah-buah yang baik. Hal ini menunjukkan bahwa menjadi pembawa damai adalah tanda dari hikmat yang benar-benar berasal dari Allah dan menciptakan damai dalam kehidupan. Jadi, menjadi pembawa damai adalah penting dalam Alkitab karena itu adalah bagian dari panggilan dan identitas sebagai anak-anak Allah, serta merupakan wujud dari hikmat yang benar.

C. Karakter Orang Yang Menjadi Pembawa Damai Sejahtera

I. PILIHAN GANDA

1. Apa yang menjadi dasar karakter seorang pembawa damai, menurut Surat Yakobus 3:13-18?
A. Kemurnian hati
B. Kekayaan materi
C. Kebijaksanaan duniawi
D. Kekerasan dan amarah
E. Kedamaian palsu

Jawaban: A. Kemurnian hati

2. Apa yang dimaksud dengan karakteristik "lemah lembut" dalam pembawa damai?
A. Kehadiran fisik yang kuat
B. Kemampuan untuk menguasai emosi
C. Kedamaian yang selalu ada
D. Kepatuhan yang kaku
E. Sikap yang keras dan tegas

Jawaban: B. Kemampuan untuk menguasai emosi

3. Apa yang harus menjadi prioritas seorang pembawa damai menurut Matius 5:9?
A. Keuntungan pribadi
B. Kedamaian pribadi
C. Berdamai dengan musuh
D. Menghindari konflik
E. Kehendak Allah

Jawaban: E. Kehendak Allah

4. Apa yang harus menjadi sikap seseorang dalam menjaga perdamaian dengan sesama, menurut Matius 5:22-25?
A. Menghindari saudara yang berselisih
B. Beribadah terlebih dahulu
C. Membenci saudara yang marah
D. Berdamai dengan saudara terlebih dahulu
E. Menghukum saudara yang berselisih

Jawaban: D. Berdamai dengan saudara terlebih dahulu

5. Apa yang harus dilakukan seorang pembawa damai jika ingin mempertahankan kebenaran, meskipun menghadapi konflik?
A. Menghindari konflik
B. Menyembunyikan kebenaran
C. Menyampaikan kebenaran dengan kasar
D. Mencari rekonsiliasi melalui kebohongan
E. Mencari kebenaran untuk mengejar perdamaian

Jawaban: E. Mencari kebenaran untuk mengejar perdamaian

6. Apa arti kedamaian sejati dalam konteks karakter seorang pembawa damai?
A. Kehidupan tanpa konflik
B. Damai sejahtera dalam segala hal
C. Kehendak manusia yang dipenuhi
D. Kesediaan untuk berkompromi
E. Kehidupan tanpa masalah

Jawaban: B. Damai sejahtera dalam segala hal

7. Apa yang harus dilakukan seseorang jika ingin menjadi pembawa damai menurut Yakobus 3:18?
A. Menyembunyikan kebenaran
B. Mengejar kemurahan hati
C. Mempertahankan perasaan iri hati
D. Menjadi pemihak pada satu kubu
E. Menabur dalam damai untuk mengadakan damai

Jawaban: E. Menabur dalam damai untuk mengadakan damai

8. Apa yang harus menjadi sikap seorang pembawa damai terhadap berbagai pihak yang terlibat dalam konflik?
A. Berpihak pada salah satu pihak
B. Bersikap netral dan tulus
C. Menghindari konflik sepenuhnya
D. Memihak pada yang lebih kuat
E. Memboikot semua pihak yang terlibat

Jawaban: B. Bersikap netral dan tulus

9. Apa yang harus dimiliki oleh seorang pembawa damai untuk menerima orang lain apa adanya?
A. Kritik yang tajam
B. Keterbukaan dan ketulusan hati
C. Penghakiman yang keras
D. Ketidakpedulian
E. Sikap yang pilih-pilih

Jawaban: B. Keterbukaan dan ketulusan hati

10. Apa yang harus dimiliki oleh seorang pembawa damai untuk dapat bersabar dalam proses perdamaian?
A. Kemarahan
B. Kesombongan
C. Kecepatan dalam mengambil keputusan
D. Kekuatan untuk membalas pukulan
E. Kesabaran

Jawaban: E. Kesabaran

II. ESSAY

1. Menurut Matius 5:9, mengapa menjadi pembawa damai dianggap sebagai tanda anak-anak Allah? Jelaskan.

Jawaban: Menurut Matius 5:9, menjadi pembawa damai dianggap sebagai tanda anak-anak Allah karena tugas utama anak-anak Allah adalah membawa perdamaian dan kesatuan di antara sesama manusia. Ini mencerminkan karakter Allah sebagai Pencipta damai, dan ketika kita mengikuti-Nya dalam membawa damai, kita menjadi saksi bahwa kita adalah anak-anak-Nya.

2. Apa peran kemurnian hati dalam karakter seorang pembawa damai? Mengapa ini penting?

Jawaban: Kemurnian hati memainkan peran kunci dalam karakter seorang pembawa damai karena hanya hati yang murni yang dapat menghindari konflik dan perpecahan. Kemurnian hati menghapuskan niat jahat dan iri hati yang seringkali menjadi penyebab konflik. Hat yang murni juga menciptakan ruang untuk kebaikan, kasih sayang, dan perdamaian sejati. Ini penting karena perdamaian yang dibangun di atas dasar hati yang murni akan lebih tahan lama dan berkelanjutan.

3. Bagaimana karakteristik "lemah lembut" berkaitan dengan menjadi pembawa damai? Berikan contoh konkret.

Jawaban: Karakteristik "lemah lembut" adalah kunci dalam menjadi pembawa damai karena ini melibatkan kemampuan untuk mengendalikan emosi dan merespon tantangan atau serangan dengan kelembutan. Seorang pembawa damai tidak membalas kekerasan dengan kekerasan, tetapi mereka mengambil pendekatan yang lembut dan penuh kesabaran. Contoh konkretnya adalah ketika seseorang diserang secara verbal, seorang pembawa damai akan merespons dengan kata-kata yang lembut dan tidak mengejar balas dendam.

4. Mengapa penting untuk bersikap terbuka dan membela kebenaran sebagai seorang pembawa damai?

Jawaban: Bersikap terbuka dan membela kebenaran penting karena pembawa damai harus berusaha untuk memahami sudut pandang dan perasaan orang lain. Tanpa keterbukaan, tidak mungkin untuk mencapai pemahaman yang dalam. Selain itu, membela kebenaran adalah penting karena perdamaian yang dibangun di atas kebohongan atau pengabaian terhadap kebenaran adalah perdamaian palsu. Seorang pembawa damai harus tetap teguh pada kebenaran Injil sambil tetap terbuka untuk dialog dan pemahaman.

5. Mengapa karakteristik "bersedia bersabar" penting dalam usaha untuk mencapai perdamaian?

Jawaban: Karakteristik "bersedia bersabar" penting dalam mencapai perdamaian karena perdamaian seringkali memerlukan waktu. Konflik dan luka-luka emosional tidak dapat sembuh secara instan. Pembawa damai harus bersedia memberikan waktu bagi proses rekonsiliasi dan penyembuhan. Kesabaran memungkinkan orang untuk melihat perubahan dan pertumbuhan seiring berjalannya waktu, yang merupakan bagian penting dari memulihkan hubungan yang rusak.

6. Bagaimana karakteristik "tumbuh dari Injil" memengaruhi tindakan seorang pembawa damai?

Jawaban: Karakteristik "tumbuh dari Injil" memengaruhi tindakan seorang pembawa damai dengan mengarahkan mereka untuk bertindak sesuai dengan prinsip-prinsip Injil. Mereka mencari kedamaian yang selaras dengan pesan Injil, yang melibatkan kasih sayang, kebaikan, belas kasihan, dan ketidakberpihakan. Tindakan seorang pembawa damai didorong oleh keyakinan teguh pada kebenaran Injil dan kepatuhan kepada Firman Tuhan. Hasil dari tindakan tersebut adalah pemulihan hubungan yang rusak dan memberikan contoh kehidupan yang sesuai dengan ajaran Kristus.

D. Makna Damai Sejahtera Bagi Tiap Orang

I. PILIHAN GANDA

1. Apa yang menjadi landasan untuk hidup damai?
A. Kemurah-hatian dalam tindakan
B. Berjalan sesuai rencana dan impian
C. Menghindari konflik dan perpecahan
D. Dinamika hidup yang silih berganti
E. Mencintai damai dan menjadi pembawa damai sejahtera

Jawaban: E. Mencintai damai dan menjadi pembawa damai sejahtera

2. Apa yang penulis Kitab Pengkhotbah tekankan tentang hidup dalam konteks damai?
A. Hidup selalu berjalan sesuai dengan rencana kita
B. Hidup selalu penuh suka cita dan keberuntungan
C. Hidup selalu bebas dari konflik dan perpecahan
D. Hidup memiliki dinamika dengan berbagai peristiwa
E. Hidup damai adalah harapan semua orang

Jawaban: D. Hidup memiliki dinamika dengan berbagai peristiwa

3. Apa yang menjadi indikator utama keberhasilan pembelajaran PAK di sekolah?
A. Kemurah-hatian dalam tindakan
B. Bersikap bijak dan berbudi
C. Menjadi pembawa damai sejahtera
D. Membandingkan hidup dengan materi PAK
E. Mencapai impian dan keinginan

Jawaban: C. Menjadi pembawa damai sejahtera

4. Apa yang diharapkan dari anak-anak dan remaja Kristen di Indonesia?
A. Menjadi anak-anak yang tidak peduli dengan damai
B. Menjadi pembawa konflik dalam masyarakat
C. Menjadi remaja yang berkonflik dengan teman sebaya
D. Menjadi remaja yang cinta damai dan pembawa damai sejahtera
E. Menjadi remaja yang hanya memperjuangkan keadilan dengan kekerasan

Jawaban: D. Menjadi remaja yang cinta damai dan pembawa damai sejahtera

5. Apa yang harus dilakukan untuk mempertahankan kebenaran dalam usaha mencapai perdamaian?
A. Menghindari konflik dengan semua cara
B. Menyimpang dari jalan kebenaran jika diperlukan
C. Menyangkal kebenaran demi perdamaian palsu
D. Mencari kebenaran untuk membangun perdamaian
E. Memelihara perdamaian tanpa memperhatikan kebenaran

Jawaban: D. Mencari kebenaran untuk membangun perdamaian

II. ESSAY

1. Menurut anda, mengapa rasa damai seringkali hilang dari kehidupan manusia? Bagaimana anda menggambarkan dinamika hidup?

Jawaban: Menurut saya, rasa damai seringkali hilang dari kehidupan manusia karena berbagai peristiwa datang silih berganti, termasuk yang membawa suka cita dan keberuntungan, serta yang membawa mala petaka, kerusakan, dan kepedihan. Gambaran dinamika hidup manusia sebagai kenyataan bahwa hidup tidak selalu berjalan sesuai rencana atau kehendakan kita.

2. Menurut Kitab Yakobus 3:13-18, apa yang menjadi landasan untuk hidup damai? Jelaskan bagaimana karakter sang pendamai dapat membantu mencapai perdamaian dalam kehidupan sehari-hari.

Jawaban: Landasan untuk hidup damai adalah berhikmat, berbudi, dan bijak dalam hidup. Karakter sang pendamai, seperti yang tercantum dalam Yakobus 3:13-18, meliputi kemurnian moral, damai, kelembutan, bersikap terbuka dan membela kebenaran, penuh belas kasihan dan buah-buah yang baik, tidak memihak dan tulus, bersedia bersabar, dan tumbuh dari Injil. Karakter ini membantu mencapai perdamaian dengan cara mempromosikan kedamaian, mencegah konflik, dan memelihara hubungan yang sehat dengan sesama.

3. Bagaimana pendapat Anda tentang pernyataan bahwa menjadi pembawa damai tidak berarti harus terus mengalah dan membiarkan diri dibully atau didakiti oleh orang lain? Jelaskan pendekatan yang sebaiknya diambil dalam mempertahankan kedamaian dan kebenaran.

Jawaban: Pernyataan tersebut benar. Menjadi pembawa damai tidak berarti harus selalu mengalah dan membiarkan diri dibully atau didakiti oleh orang lain. Sebaliknya, pendekatan yang sebaiknya diambil adalah mencari jalan damai untuk menyelesaikan konflik dan mempertahankan kebenaran dengan cara yang baik. Ini bisa melibatkan komunikasi yang efektif, mendengarkan pandangan orang lain, dan mencari solusi yang menghormati semua pihak tanpa mengorbankan kebenaran. Memiliki kebijaksanaan dan kepemimpinan rohani juga penting dalam menghadapi situasi sulit.

4. Bagaimana Anda melihat pentingnya menjadi pembawa damai sejahtera dalam konteks kehidupan sehari-hari? Apa yang dapat kita lakukan untuk menerapkan prinsip-prinsip damai tersebut dalam interaksi sosial kita?

Jawaban: Menjadi pembawa damai sejahtera sangat penting dalam konteks kehidupan sehari-hari karena hal ini dapat menciptakan hubungan yang harmonis, mengurangi konflik, dan mempromosikan kedamaian dalam masyarakat. Untuk menerapkan prinsip-prinsip damai dalam interaksi sosial, kita dapat mempraktikkan kebijaksanaan, mendengarkan dengan empati, memperlakukan orang dengan belas kasihan, dan bersikap terbuka untuk berdamai. Selain itu, kita juga harus mempertahankan kebenaran dengan cara damai dan mencari jalan untuk memecahkan konflik tanpa kekerasan.