30 Soal Essay BAB 4 Menebarkan Islam dengan Santun dan Damai Melalui Dakwah, Khutbah, dan Tablig - PAI Kelas 11 SMA/SMK

Berikut adalah 30 contoh soal Essay BAB 4 Menebarkan Islam dengan Santun dan Damai Melalui Dakwah, Khutbah, dan Tablig mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti kelas 11 SMA/SMK beserta jawabannya materi:
A. Dakwah
B. Khutbah
C. Tablig

A. Dakwah

Soal 1:
Apa pengertian dakwah menurut bahasa, dan bagaimana dakwah dalam pandangan Islam?

Jawaban Soal 1:
Dakwah dalam bahasa merupakan mashdar (kata dasar) dari kata da’a yang artinya mengajak, memanggil, dan menyeru untuk hal tertentu. Dalam pandangan Islam, dakwah adalah kegiatan yang mengajak, menyeru, dan memanggil orang atau kelompok orang untuk beriman kepada Allah Swt. sesuai dengan ajaran akidah, syariah, dan akhlak Islam.

Soal 2:
Apa saja pengertian dakwah menurut Islam, dan apa tujuannya?

Jawaban Soal 2:
Dalam Islam, dakwah memiliki beberapa pengertian, antara lain: (1) Mengajak orang untuk beriman kepada Allah dan mengamalkan ajaran Islam, (2) Kegiatan mengajak orang untuk mengamalkan ajaran Islam di kehidupan sehari-hari, (3) Ajakan kepada keinsafan dan usaha untuk perbaikan, baik individu maupun masyarakat.

Tujuan dakwah adalah menyebarkan ajaran Islam, meningkatkan kualitas keberagamaan, dan membawa kebahagiaan dunia dan akhirat.

Soal 3:
Apa dalil perlunya dakwah dalam Islam, dan apa pesan yang terkandung dalam ayat-ayat yang menyinggung tentang dakwah?

Jawaban Soal 3:
Dalil perlunya dakwah dalam Islam terdapat dalam beberapa ayat Al-Qur'an, seperti Q.S. Ali 'Imran/3: 104 yang menyebutkan bahwa ada segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh yang ma'ruf, dan mencegah yang mungkar adalah orang-orang yang beruntung. Pesan yang terkandung adalah pentingnya menyebarkan kebaikan, mengajak kepada kebenaran, dan mencegah kejahatan.

Soal 4:
Apa saja syarat-syarat dan metode yang harus diperhatikan dalam berdakwah menurut Islam?

Jawaban Soal 4:
Syarat-syarat dan metode dalam berdakwah menurut Islam meliputi: (1) Memiliki akhlak yang baik dan menjadi teladan, (2) Memahami objek dakwah dengan baik, (3) Menggunakan cara yang bijak dan santun, (4) Memiliki keberanian dan ketegasan, (5) Menyadari bahwa hasil dakwah sepenuhnya ada di tangan Allah, (6) Berdoa kepada Allah untuk kesuksesan dakwah.

Soal 5:
Apa peran media dalam dakwah, dan sebutkan beberapa media yang dapat digunakan untuk berdakwah?

Jawaban Soal 5:
Media memiliki peran penting dalam dakwah karena dapat menjangkau lebih banyak orang. Beberapa media yang dapat digunakan untuk berdakwah adalah media elektronik seperti TV, radio, dan internet, serta media cetak seperti buku, surat kabar, dan brosur.

Soal 6:
Apa yang dimaksud dengan adab berdakwah, dan mengapa penting untuk memperhatikannya?

Jawaban Soal 6:
Adab berdakwah adalah etika atau tata cara yang harus diperhatikan dalam berdakwah. Penting untuk memperhatikannya karena adab berdakwah memastikan bahwa dakwah dilakukan dengan cara yang baik, sopan, dan efektif tanpa menimbulkan konflik atau kesalahpahaman.

Soal 7:
Apa saja tujuan dan sasaran dari dakwah dalam Islam?

Jawaban Soal 7:
Tujuan dakwah dalam Islam adalah meningkatkan kualitas keberagamaan individu dan masyarakat, serta membawa kebahagiaan dunia dan akhirat. Sasaran dakwah mencakup seluruh manusia, dan objek dakwah adalah orang yang diajak untuk beriman kepada Allah dan mengamalkan ajaran Islam.

Soal 8:
Bagaimana metode Al-Qur'an dalam menyajikan materi dakwah?

Jawaban Soal 8:
Metode Al-Qur'an dalam menyajikan materi dakwah melibatkan penggunaan benda-benda alam sebagai penghubung antara manusia dengan Allah, menekankan bahwa segala sesuatu berada dalam kuasa Allah, dan menggunakan bahasa yang bisa dimengerti oleh manusia.

Soal 9:
Apa strategi yang dapat digunakan dalam berdakwah, dan mengapa strategi ini penting?

Jawaban Soal 9:
Strategi dalam berdakwah harus sesuai dengan objek dan tujuan dakwah. Strategi penting karena membantu dakwah mencapai sasaran dengan efektif. Contoh strategi dapat mencakup pendekatan lemah lembut, musyawarah, menyampaikan dakwah sesuai objek, dan lain sebagainya.

Soal 10:
Apa yang dapat kita pelajari dari Sirah Nabawiyah dalam konteks dakwah?

Jawaban Soal 10:
Dari Sirah Nabawiyah, kita dapat belajar bahwa dakwah dimulai dari diri sendiri, berlandaskan akhlak yang baik, dan menjauhi cara-cara kekerasan. Rasulullah Saw. memberikan contoh yang sangat baik dalam berdakwah melalui perilaku dan sikapnya yang santun dan bijaksana.

B. Khutbah

Soal 1: Apa pengertian kata "khutbah" berdasarkan makna bahasa?

Jawaban 1: Kata "khutbah" berasal dari kata "mukhathabah," yang berarti "pembicaraan."

Soal 2: Apa yang dimaksud dengan Khutbah Jum'at?

Jawaban 2: Khutbah Jum'at adalah khutbah yang dilakukan sebelum shalat Jum'at dan memiliki rukun tertentu yang harus dipenuhi agar sah.

Soal 3: Sebutkan 3 syarat khatib dalam pelaksanaan khutbah!

Jawaban 3: Syarat khatib meliputi:
  • Islam yang sudah balig dan berakal sehat.
  • Mengetahui syarat, rukun, dan sunnah khutbah.
  • Suci dari hadats, baik badan maupun pakaian, serta auratnya tertutup.
Soal 4: Apa yang menjadi salah satu syarat dua khutbah?

Jawaban 4: Salah satu syarat dua khutbah adalah bahwa khutbah Shalat Jum'at dilaksanakan sesudah masuk waktu Dhuhur.

Soal 5: Apa yang termasuk dalam rukun khutbah?

Jawaban 5: Rukun khutbah meliputi:
  • Membaca Hamdalah pada kedua Khutbah.
  • Membaca Shalawat kepada Nabi Muhammad Saw.
  • Berwasiat tentang taqwa kepada diri dan jamaah.
  • Membaca satu atau beberapa ayat suci Al-qur’an pada kedua khutbah.
  • Berdoa pada khutbah kedua untuk memohon ampunan, kesejahteraan, dan keselamatan bagi kaum muslimin dan muslimat baik di dunia maupun akhirat.
Soal 6: Apa yang disunnahkan dalam pelaksanaan khutbah?

Jawaban 6: Dalam pelaksanaan khutbah, disunnahkan:
  • Khatib memberi salam pada awal khutbah, dan menghadap ke arah jamaah.
  • Khutbah disampaikan di tempat yang lebih tinggi (di atas mimbar).
  • Khutbah disampaikan dengan kalimat yang jelas, sistematis, dan sesuai dengan situasi dan kondisi aktual yang terjadi.
  • Khatib hendaknya memperpendek khutbahnya, tidak terlalu panjang.
  • Khatib disunnahkan membaca Q.S. al-Ikhlas saat duduk di antara dua khutbah.
  • Khatib menertibkan rukun-rukun khutbah, dimulai dari membaca hamdalah hingga berdoa untuk kaum muslimin.
Soal 7: Apa adab yang harus dipatuhi oleh jamaah dalam Shalat Jum'at?

Jawaban 7: Adab yang harus dipatuhi oleh jamaah dalam Shalat Jum'at meliputi:
  • Menyegerakan berangkat ke masjid lebih awal.
  • Mengisi shaf terdepan yang masih kosong.
  • Memperbanyak dzikir, doa, membaca shalawat Nabi Saw., atau membaca Al-qur'an dengan suara pelan sebelum khatib naik mimbar.
  • Mendengarkan khutbah dengan seksama, tanpa berbicara atau mengantuk.
Soal 8: Apa yang menjadi urutan praktik Khutbah I (Pertama)?

Jawaban 8: Urutan praktik Khutbah I (Pertama) adalah sebagai berikut:
  • Khatib berdiri di mimbar dan mengucapkan salam.
  • Khatib duduk kembali saat adzan dikumandangkan.
  • Setelah adzan selesai, khatib berdiri dan membaca rangkaian rukun-rukun khutbah secara tertib.
  • Materi khutbah disesuaikan dengan situasi dan kondisi aktual, dengan dukungan rujukan atau dalil yang kuat.
  • Khutbah I (Pertama) diakhiri dengan penutup.
Soal 9: Bagaimana urutan praktik Khutbah II (Kedua)?

Jawaban 9: Urutan praktik Khutbah II (Kedua) adalah sebagai berikut:
  • Setelah khutbah pertama, khatib duduk sebentar dan berdoa mohon ampun untuk diri dan kedua orang tua.
  • Khatib berdiri untuk khutbah kedua dan membaca rukun-rukun khutbah mulai dari membaca hamdalah hingga berdoa.
  • Khutbah kedua diakhiri dengan membaca doa.
  • Penutup khutbah kedua.
  • Khatib turun dari mimbar, dan muadzin mengumandangkan ikamah.
Soal 10: Mengapa penting bagi khatib untuk menyampaikan khutbah sesuai dengan situasi dan kondisi aktual?

Jawaban 10: Penting bagi khatib untuk menyampaikan khutbah sesuai dengan situasi dan kondisi aktual karena hal ini membuat khutbah lebih relevan dan dapat memberikan nasehat yang lebih bermakna kepada jamaah. Khutbah yang sesuai dengan konteks saat itu juga dapat memotivasi jamaah untuk meningkatkan pemahaman agama dan berperan aktif dalam mengatasi isu-isu yang relevan dengan komunitas muslim.

C. Tablig

Soal 1: Apa pengertian kata "tablig" berdasarkan makna bahasa?

Jawaban 1: Kata "tablig" berasal dari kata "ballagha," yang artinya menyampaikan atau memberitahukan pesan atau ceramah secara lisan atau perkataan.

Soal 2: Apa perbedaan antara khutbah dan tablig?

Jawaban 2: Perbedaan antara khutbah dan tablig adalah khutbah biasanya disertai dengan rukun tertentu dan menjadi bagian dari ibadah shalat, sedangkan tablig lebih berfokus pada penyampaian pesan atau ceramah lisan tanpa rukun-rukun ibadah.

Soal 3: Apa yang dimaksud dengan mubalig dan mubaligah?

Jawaban 3: Mubalig adalah istilah untuk laki-laki yang menyampaikan ceramah atau pesan dalam tablig, sedangkan mubaligah adalah istilah untuk perempuan yang melakukan hal yang sama.

Soal 4: Apa dalil adanya tablig dalam Islam?

Jawaban 4: Salah satu dalil adanya tablig dalam Islam adalah ayat Al-Qur'an dalam Surah Al-Ahzab (33:39) yang menyebutkan orang-orang yang menyampaikan risalah Allah kepada manusia.

Soal 5: Apa yang menjadi ketentuan dalam pelaksanaan tablig?

Jawaban 5: Beberapa ketentuan dalam pelaksanaan tablig meliputi:
  • Melakukan tablig dengan sopan dan lemah lembut.
  • Menggunakan bahasa yang mudah dimengerti.
  • Mengedepankan musyawarah dan berdiskusi.
  • Materi tablig harus memiliki rujukan yang kuat.
  • Disampaikan dengan keikhlasan dan kesabaran.
  • Tidak menghasut orang lain untuk bermusuhan atau mencari kesalahan orang lain.
Soal 6: Apa yang dimaksud dengan tahap persiapan dalam praktik tablig?

Jawaban 6: Tahap persiapan dalam praktik tablig adalah saat mubalig mempersiapkan diri dengan mempelajari materi tablig agar sesuai dengan kebutuhan jamaah atau audiens.

Soal 7: Mengapa penting menggunakan bahasa yang sederhana dalam tablig?

Jawaban 7: Penting menggunakan bahasa yang sederhana dalam tablig karena bahasa yang mudah dimengerti oleh jamaah akan mempermudah mereka untuk memahami pesan yang disampaikan dalam tablig.

Soal 8: Apa yang dapat dilakukan dalam tahap konsolidasi dalam praktik tablig?

Jawaban 8: Dalam tahap konsolidasi, dapat dilakukan pemantapan pemahaman materi tablig dalam bentuk kesimpulan atau resume, serta menyusun rencana tindak lanjut (RTL) untuk mengarahkan jamaah pada perbaikan dan peningkatan kualitas amal.

Soal 9: Mengapa penting menghindari upaya memaksa dan kekerasan dalam tablig?

Jawaban 9: Penting menghindari upaya memaksa dan kekerasan dalam tablig karena hal tersebut dapat menciptakan resistensi dan antipati terhadap Islam, dan tidak sejalan dengan prinsip-prinsip kebaikan dan rahmatan lil 'alamin yang harus diwujudkan dalam tablig.

Soal 10: Apa yang perlu dijadikan pedoman dalam tablig dalam masyarakat modern?

Jawaban 10: Dalam masyarakat modern, tablig perlu dijadikan pedoman dengan mengedepankan pendekatan budaya masyarakat, strategi persuasif, dan pendekatan yang damai serta relevan dengan kebutuhan zaman. Diperlukan juga perubahan strategi tablig agar dapat mencapai kesuksesan dalam menyebarkan ajaran Islam di tengah kompleksitas sosial dan budaya.