30 Soal Essay BAB 10 Peradaban Islam pada Masa Modern - PAI Kelas 11 SMA/SMK

Berikut adalah 30 contoh soal Essay BAB 10 Peradaban Islam pada Masa Modern mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti kelas 11 SMA/SMK beserta jawabannya materi:
A. Kondisi Islam pada Masa Modern
B. Tokoh-Tokoh Islam pada Masa Modern
C. Pengaruh Islam Masa Modern bagi Indonesia
D. Hikmah Belajar Peradaban Islam pada Masa Modern

A. Kondisi Islam pada Masa Modern

Soal:
1. Bagaimana kondisi politik umat Islam pada awal periode modern, dan bagaimana pengaruhnya terhadap penjajahan kolonial?

Jawaban:
Pada awal periode modern, kondisi politik umat Islam berada di bawah kendali kolonial. Negara-negara Islam mengalami penjajahan oleh kekuatan kolonial Eropa. Kondisi politik ini membuat negara-negara Islam kehilangan kemerdekaan dan kedaulatan mereka, sehingga mudah dijajah oleh negara-negara Barat.

Soal:
2. Apa yang menjadi penyebab kemunduran kerajaan-kerajaan Islam pada abad ke-19?

Jawaban:
Kemunduran kerajaan-kerajaan Islam pada abad ke-19 disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk pelemahan internal, perseteruan internal, serta penjajahan oleh negara-negara Eropa. Kekuatan Islam terus mengalami kemunduran, sehingga mudah dijajah oleh kekuatan Barat.

Soal:
3. Bagaimana perkembangan dunia Islam pada abad ke-20, dan apa yang memicu kesadaran umat Islam untuk memperoleh kemajuan dalam berbagai bidang?

Jawaban:
Pada abad ke-20, dunia Islam mengalami bangkitan dan perjuangan untuk memerdekakan diri dari penjajahan Barat. Kesadaran umat Islam untuk memperoleh kemajuan dalam berbagai bidang, termasuk ilmu pengetahuan dan teknologi, dipicu oleh keinginan untuk mengatasi kelemahan dan ketertinggalan yang dialami oleh umat Islam pada masa itu.

Soal:
4. Apa yang dimaksud dengan gerakan modernisasi atau pembaruan dalam konteks perjuangan umat Islam pada masa modern?

Jawaban:
Gerakan modernisasi atau pembaruan dalam konteks perjuangan umat Islam pada masa modern adalah usaha untuk memperbarui dan memodernisasi pemahaman dan praktik Islam. Hal ini melibatkan pemurnian ajaran Islam dari unsur-unsur asing yang dipandang sebagai penyebab kemunduran Islam, penimbaan gagasan-gagasan pembaruan dan ilmu pengetahuan dari Barat, serta usaha mengatasi kondisi politik dan sosial negara-negara Arab yang terjajah.

Soal:
5. Sebutkan beberapa tokoh yang berperan dalam gerakan modernisasi atau pembaruan umat Islam pada masa modern.

Jawaban:
Beberapa tokoh yang berperan dalam gerakan modernisasi atau pembaruan umat Islam pada masa modern antara lain:
  • Muhamammad Ali Pasya
  • Rifa’ah Baidawi Rai’at at-Tahtawi
  • Jamaludin al-Afghani
  • Muhammad Abduh
  • Rasyid Ridha
  • Sultan Mahmud II
  • Muhammad Iqbal
  • KH. Ahmad Dahlan
  • KH. Hasyim Asy’ari
B. Tokoh-Tokoh Islam pada Masa Modern

Soal:
1. Siapakah Muhammad Ali Pasya, dan apa peran pentingnya dalam sejarah Mesir?

Jawaban:
Muhammad Ali Pasya adalah seorang pemimpin Mesir yang memainkan peran penting dalam sejarah negara tersebut. Dia adalah pelopor kebangkitan Islam di Mesir dan berhasil membebaskan Mesir dari penjajahan Napoleon dari Perancis. Kemudian, Pasya diangkat sebagai wali Mesir oleh Sultan di Turki.

Soal:
2. Apa saja inovasi yang dilakukan oleh Muhammad Ali Pasya dalam bidang militer, ekonomi, pertanian, dan pendidikan?

Jawaban:
Muhammad Ali Pasya melakukan berbagai inovasi dalam bidang militer, ekonomi, pertanian, dan pendidikan. Ini termasuk mendatangkan perwira tinggi Perancis untuk melatih tentara militer Mesir, memperbaiki sistem irigasi, menanam kapas, membuka sekolah-sekolah modern, dan memasukkan ilmu modern ke dalam kurikulum pendidikan.

Soal:
3. Mengapa inovasi-inovasi yang dilakukan oleh Muhammad Ali Pasya dianggap sangat berpengaruh bagi perkembangan Mesir pada periode selanjutnya?

Jawaban:
Inovasi-inovasi yang dilakukan oleh Muhammad Ali Pasya sangat berpengaruh bagi perkembangan Mesir karena berhasil menjaga stabilitas ekonomi negara tersebut, memperbaiki infrastruktur, dan memasukkan ilmu modern ke dalam pendidikan. Hal ini menciptakan dasar yang kuat untuk perkembangan Mesir pada masa berikutnya dan mempengaruhi munculnya tokoh-tokoh pembaharuan Islam.

Soal:
1. Siapakah Rifa’ah Baidawi Rai’at at-Tahtawi, dan apa peran pentingnya dalam perkembangan Mesir?

Jawaban:
Rifa’ah Baidawi Rai’at at-Tahtawi adalah seorang ulama dan intelektual Mesir yang memiliki peran penting dalam perkembangan Mesir. Dia dikenal karena studinya di Perancis dan karyanya dalam menerjemahkan buku-buku dari bahasa Perancis ke bahasa Mesir. At-Tahtawi juga memiliki pemikiran dalam berbagai bidang, seperti pendidikan, ekonomi, kesejahteraan, pemerintahan, patriotisme, ijtihad, dan sains modern.

Soal:
2. Apa saja pemikiran-pemikiran utama Rifa’ah Baidawi Rai’at at-Tahtawi dalam bidang pendidikan, ekonomi, kesejahteraan, pemerintahan, patriotisme, ijtihad, dan sains modern?

Jawaban:
a) Dalam bidang pendidikan, At-Tahtawi memandang pendidikan sebagai hak semua golongan tanpa membedakan jenis kelamin atau status sosial, dan dia memandang bahwa pendidikan harus mencakup pembebasan wanita.
b) Dalam bidang ekonomi, dia menyarankan perbaikan dalam pertanian dan infrastruktur, termasuk pengadaan pupuk tanaman yang murah dan perbaikan jalan.
c) Bidang kesejahteraan, At-Tahtawi berpendapat bahwa kesejahteraan dapat dicapai dengan memegang teguh ajaran agama dan berbudi pekerti yang baik.
d) Dalam bidang pemerintahan, dia menganggap pemerintahan yang ideal adalah seperti pada masa Rasulullah Saw. dan para sahabat, dengan pemerintahan yang adil dan terdiri dari tiga badan terpisah (legislatif, eksekutif, yudikatif).
e) Dalam hal patriotisme, At-Tahtawi menganggap tanah air adalah tanah tumpah darah seseorang, dan persaudaraan setanah air lebih dominan daripada persaudaraan seagama.
f) Dalam berijtihad, dia meyakini bahwa ijtihad masih terbuka bagi umat Islam dan harus dilakukan oleh para ulama yang memenuhi syarat.
g) Dalam bidang sains modern, At-Tahtawi memandang bahwa sains dan pemikiran rasional tidak bertentangan dengan syariat Islam, dan sains modern memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas umat Islam dalam melakukan ijtihad serta dalam meningkatkan kesejahteraan umat Muslim di dunia.

Soal:
3. Bagaimana pemikiran-pemikiran Rifa’ah Baidawi Rai’at at-Tahtawi mempengaruhi perkembangan Mesir dan pemikiran Islam pada masa modern?

Jawaban:
Pemikiran-pemikiran At-Tahtawi memiliki dampak yang signifikan dalam perkembangan Mesir dan pemikiran Islam pada masa modern. Dia mempromosikan pendidikan universal dan emansipasi wanita, yang berkontribusi pada pemerataan pendidikan dan perubahan sosial di Mesir. Selain itu, pemikirannya tentang ekonomi, pemerintahan, dan patriotisme juga mempengaruhi cara berpikir dan tindakan masyarakat Mesir. Pemikirannya tentang ijtihad dan sains modern juga membuka jalan bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan agama dalam konteks modern. Oleh karena itu, pemikiran At-Tahtawi menjadi dasar bagi pemikiran-pemikiran ulama dan intelektual Islam pada masa berikutnya.

Soal:
1. Siapakah Jamaludin al-Afghani, dan apa pengaruhnya dalam pembaharuan Islam pada masa modern?

Jawaban:
Jamaludin al-Afghani adalah seorang pemimpin pembaharuan Islam pada masa modern. Ia lahir di Kabul, Afghanistan, pada tahun 1838 M, dan meninggal di Istanbul pada tahun 1897 M. Jamaludin memiliki pengaruh besar dalam pemikiran Islam di berbagai negara, terutama Mesir. Pengaruhnya mencakup berbagai disiplin ilmu dan bidang politik. Dia pernah menjadi perdana menteri di Afghanistan, tetapi meninggalkan negara itu karena campur tangan Inggris. Ide-idenya mencakup penyebab kemunduran Islam, pan-Islamisme, kesetaraan gender, dan perubahan dari pemerintahan autokrasi ke demokrasi.

Soal:
2. Apa saja pokok-pokok pemikiran Jamaludin al-Afghani dalam pembaharuan Islam, dan bagaimana pemikiran-pemikiran ini mempengaruhi pandangan umat Islam pada masa modern?

Jawaban:
a) Pemikiran Jamaludin al-Afghani mencakup penyebab kemunduran Islam, pan-Islamisme, kesetaraan gender, dan perubahan pemerintahan. Ia melihat kemunduran Islam disebabkan oleh akhlak buruk, kurangnya ilmu pengetahuan, kesalahan interpretasi tentang qadha dan qadar, dan kurangnya usaha untuk memperbaiki nasib umat. Ide pan-Islamisme yang ia gagas bertujuan untuk mempersatukan seluruh umat Islam di dunia, sebagai respons terhadap dominasi kolonial Barat. Ia juga memperjuangkan kesetaraan gender dan mengusulkan perubahan dari sistem pemerintahan autokrasi ke demokrasi.

Pemikiran-pemikiran ini mempengaruhi pandangan umat Islam pada masa modern dengan menginspirasi perjuangan untuk memahami penyebab kemunduran dan mencari solusi, mempromosikan kesatuan umat Islam di seluruh dunia, mendorong kesetaraan gender, dan merangsang pemikiran tentang sistem pemerintahan yang lebih inklusif dan demokratis. Pemikiran Jamaludin al-Afghani menjadi inspirasi bagi banyak intelektual dan pemimpin Muslim pada masa modern dalam upaya memahami dan mengatasi tantangan yang dihadapi oleh dunia Islam.

Soal:
1. Siapakah Muhammad Abduh, dan apa peran serta ide pokok pemikirannya dalam pembaharuan Islam pada masa modern?

Jawaban:
Muhammad Abduh adalah seorang ulama dan pemikir Islam yang lahir di Mesir pada tahun 1849 M. Ia memiliki peran yang signifikan dalam pembaharuan Islam pada masa modern. Ide pokok pemikirannya mencakup beberapa aspek, di antaranya:
  • Bidang pendidikan: Abduh mengusulkan penyatuan kurikulum madrasah dan sekolah untuk menghapuskan dikotomi antara ulama tradisional dan ilmuwan modern. Ia juga mempromosikan pengembangan lembaga pendidikan dalam berbagai bidang, seperti administrasi, militer, kesehatan, dan perindustrian. Abduh memasukkan mata pelajaran ilmu pengetahuan modern ke dalam kurikulum Universitas Al-Azhar dan memperbarui pendidikan Islam dengan memasukkan ilmu-ilmu seperti matematika, sejarah, dan seni khat.
  • Ijtihad: Abduh menyatakan bahwa pintu ijtihad harus tetap terbuka luas bagi umat Islam, karena ijtihad merupakan dasar penting dalam menafsirkan kembali ajaran Islam.
  • Rasionalitas Islam: Abduh berpendapat bahwa Islam adalah ajaran yang rasional dan sejalan dengan akal. Ia meyakini bahwa dengan akal, ilmu pengetahuan dapat maju.
  • Pembatasan kekuasaan negara: Abduh mengadvokasi pembatasan kekuasaan negara melalui konstitusi yang dibuat oleh negara itu sendiri.
  • Pemikiran-pemikiran ini membantu mempengaruhi pembaharuan Islam pada masa modern dengan mempromosikan pendidikan yang lebih inklusif dan relevan, mengembangkan pemikiran rasional dalam Islam, dan mendorong keterbukaan terhadap perubahan dalam pemahaman agama. Muhammad Abduh menjadi salah satu tokoh penting dalam upaya modernisasi Islam di Mesir dan dunia Islam secara umum.
Soal:
2. Bagaimana Muhammad Abduh memandang peran pendidikan dalam pembaharuan Islam, dan apa tindakan konkrit yang dia ambil untuk memajukan pendidikan dalam konteks Islam?

Jawaban:
Muhammad Abduh memandang pendidikan sebagai faktor kunci dalam pembaharuan Islam. Ia memiliki beberapa pandangan dan tindakan konkret untuk memajukan pendidikan dalam konteks Islam, seperti:
  • Penyatuan Kurikulum: Abduh mengusulkan penyatuan kurikulum madrasah dan sekolah modern untuk menghapuskan pemisahan antara ulama tradisional dan ilmuwan modern. Tujuannya adalah menciptakan pendidikan yang lebih inklusif dan relevan bagi umat Islam.
  • Pengembangan Lembaga Pendidikan: Ia mendorong pengembangan lembaga pendidikan dalam berbagai bidang, termasuk administrasi, militer, kesehatan, dan perindustrian. Abduh juga memperbarui pendidikan Islam dengan memasukkan ilmu pengetahuan modern ke dalam kurikulum Universitas Al-Azhar.
  • Mata Pelajaran Baru: Abduh memasukkan mata pelajaran seperti matematika, sejarah, dan seni khat ke dalam kurikulum pendidikan Islam. Ia juga menyediakan dana khusus untuk gaji guru dari perbendaharaan negara.
  • Pendidikan Non-Formal: Abduh mewujudkan pendidikan non-formal dengan memasukkan ilmu-ilmu pengetahuan seperti ilsafat, logika, dan ilmu pengetahuan modern ke dalam kurikulum.
  • Tindakan-tindakan ini membantu memajukan pendidikan dalam konteks Islam dengan menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih komprehensif dan mendukung perkembangan ilmu pengetahuan. Muhammad Abduh memainkan peran penting dalam modernisasi pendidikan Islam di Mesir dan dunia Islam secara umum.
Soal:
1. Siapakah Rasyid Ridha dan bagaimana pengaruh pemikirannya dalam gerakan pembaruan Islam pada masa modern?

Jawaban:
Rasyid Ridha adalah seorang ulama dan pemikir Islam yang lahir pada tahun 1865 di Lebanon. Ia memiliki pengaruh yang signifikan dalam gerakan pembaruan Islam pada masa modern. Pengaruh pemikirannya mencakup beberapa aspek, seperti:
  • Kemunduran Umat Islam: Ridha berpendapat bahwa kemunduran umat Islam dalam berbagai aspek kehidupan disebabkan oleh pengabaian terhadap ajaran-ajaran Islam yang sejati. Ia menekankan perlunya umat Islam kembali kepada ajaran Islam yang diajarkan oleh Rasulullah Saw. dan dipraktikkan oleh para sahabat.
  • Paham Fatalisme: Ridha menyoroti penyebaran paham fatalisme di dunia Islam yang menghambat kemajuan. Ia mempromosikan pandangan bahwa ajaran agama Islam sebenarnya mendorong umatnya untuk bersifat dinamis.
  • Keterbukaan terhadap Ilmu Pengetahuan Modern: Ridha berpendapat bahwa ilmu pengetahuan modern tidak bertentangan dengan agama Islam. Oleh karena itu, umat Islam seharusnya siap mempelajari ilmu-ilmu modern sebagai upaya untuk mendapatkan kembali pengetahuan yang pernah dimiliki oleh umat Islam.
  • Ijtihad: Ridha mengadvokasi pentingnya berijtihad dalam memahami hukum-hukum agama. Ia meyakini bahwa hukum-hukum yang berkenaan dengan masyarakat tidak boleh dianggap sebagai sesuatu yang absolut. Ijtihad harus dilakukan sesuai dengan tempat dan zaman.
  • Persatuan dan Kesatuan: Ridha mendorong persatuan dan kesatuan umat Islam sebagai langkah awal dalam mencapai kemajuan.
  • Pemikiran-pemikiran ini berperan penting dalam gerakan pembaruan Islam pada masa modern dengan menekankan pentingnya kembali kepada ajaran Islam yang sejati, keterbukaan terhadap ilmu pengetahuan modern, dan perlunya berijtihad dalam konteks zaman. Rasyid Ridha menjadi salah satu tokoh utama dalam mempromosikan pembaruan Islam di dunia Islam.
Soal:
2. Mengapa Rasyid Ridha menganggap keterbukaan terhadap ilmu pengetahuan modern sebagai hal yang penting dalam kemajuan umat Islam?

Jawaban:
Rasyid Ridha menganggap keterbukaan terhadap ilmu pengetahuan modern sebagai hal yang penting dalam kemajuan umat Islam karena beberapa alasan:
  • Ilmu pengetahuan modern tidak bertentangan dengan agama Islam: Ridha meyakini bahwa ilmu pengetahuan modern tidak bersifat antagonis terhadap ajaran agama Islam. Sebaliknya, ilmu pengetahuan dapat membantu umat Islam dalam memahami dunia yang sedang berubah dan berkembang.
  • Pemulihan pengetahuan yang pernah dimiliki: Ridha berpendapat bahwa umat Islam pernah memiliki pengetahuan yang maju dan berkembang pada masa lampau. Keterbukaan terhadap ilmu pengetahuan modern adalah cara untuk mendapatkan kembali pengetahuan yang pernah dimiliki oleh umat Islam.
  • Kemajuan dalam ilmu pengetahuan mendukung kemajuan umat Islam: Ridha melihat bahwa ilmu pengetahuan modern memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas umat Islam dalam berbagai aspek kehidupan. Ilmu pengetahuan modern dapat membantu dalam mengatasi tantangan zaman dan mencapai kemajuan dalam berbagai bidang.
Oleh karena itu, Rasyid Ridha mendorong umat Islam untuk membuka diri terhadap ilmu pengetahuan modern sebagai langkah awal dalam mencapai kemajuan dalam masyarakat dan berkontribusi pada perkembangan umat Islam secara keseluruhan.

Soal:
1. Siapakah Muhammad Iqbal, dan apa peran pentingnya dalam gerakan pembaruan Islam dan pendirian Negara Pakistan?

Jawaban:
Muhammad Iqbal adalah seorang pemikir dan tokoh penting dalam sejarah Islam modern. Ia lahir pada tahun 1877 di Punjab, India, dan memiliki peran penting dalam gerakan pembaruan Islam serta pendirian Negara Pakistan. Perannya mencakup beberapa aspek:
  • Pemikirannya tentang Peradaban Baru: Iqbal bercita-cita untuk membangun sebuah peradaban baru yang menggabungkan unsur-unsur peradaban Barat dan Timur. Ia meyakini bahwa perpaduan antara penalaran (ziraki) dan cinta (isyq) dapat menciptakan sebuah dunia baru yang lebih harmonis. Kekurangan Barat dapat diisi oleh Timur, dan sebaliknya.
  • Al-Quran sebagai Landasan: Iqbal meyakini bahwa Al-Quran merupakan kitab yang lebih menekankan amal daripada cita-cita. Al-Quran harus menjadi landasan dalam membentuk sebuah peradaban baru dan kehidupan yang kreatif dan progresif.
  • Pintu Ijtihad Terbuka: Iqbal memegang pandangan bahwa pintu ijtihad (penafsiran hukum Islam) harus tetap terbuka. Ijtihad adalah dasar pergerakan dalam Islam, dan dalam setiap zaman, ijtihad diperlukan untuk menyesuaikan ajaran Islam dengan tuntutan zaman.
  • Kebangkitan Umat Islam: Iqbal sangat mendukung kebangkitan kembali umat Islam dari "tidur panjangnya." Ia berharap agar umat Islam dapat menerima kehidupan yang dinamis dan memiliki pemikiran yang kritis, kreatif, dan progresif.
  • Pendidikan yang Memperkuat Individualitas: Iqbal melihat tujuan pendidikan sebagai upaya untuk memperkuat individualitas peserta didik, sehingga mereka dapat menyadari segala kemungkinan yang bisa menimpa diri mereka.
  • Peran Iqbal dalam gerakan pembaruan Islam dan perjuangan untuk pendirian Negara Pakistan sangat penting karena ia adalah salah satu pemikir utama yang mempengaruhi perjalanan sejarah Islam modern di subkontinental India. Ide-ide pemikiran Iqbal tentang kebangkitan umat Islam dan perpaduan antara Barat dan Timur memainkan peran kunci dalam perjuangan kemerdekaan dan pendirian Negara Pakistan sebagai negara Islam yang terpisah dari India.
Soal:
2. Bagaimana Muhammad Iqbal melihat peran Al-Quran dalam membentuk peradaban baru?

Jawaban:
Muhammad Iqbal melihat Al-Quran sebagai landasan yang sangat penting dalam membentuk peradaban baru. Ia memiliki pandangan yang mendalam tentang peran Al-Quran dalam menginspirasi dan membimbing peradaban Islam. Beberapa poin terkait pandangan Iqbal terhadap peran Al-Quran dalam membentuk peradaban baru adalah sebagai berikut:
  • Fokus pada Amal: Iqbal meyakini bahwa Al-Quran lebih menekankan amal daripada sekadar cita-cita. Al-Quran memberikan pedoman konkret untuk perilaku dan tindakan manusia dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, ia percaya bahwa pemahaman dan praktik ajaran Al-Quran harus menjadi dasar bagi peradaban baru.
  • Inspirasi untuk Kreativitas: Al-Quran, menurut Iqbal, dapat menjadi sumber inspirasi untuk menciptakan peradaban yang kreatif dan progresif. Pesan moral dan etika yang terkandung dalam Al-Quran dapat membimbing manusia dalam menciptakan solusi inovatif untuk masalah-masalah zaman.
  • Landasan Etika: Iqbal meyakini bahwa Al-Quran menyediakan landasan etika yang kuat untuk memandu perilaku manusia dalam masyarakat. Etika yang ditanamkan oleh Al-Quran dapat membentuk nilai-nilai positif dalam peradaban baru.
  • Kesatuan dan Harmoni: Iqbal berpendapat bahwa Al-Quran mengajarkan kesatuan dan harmoni antara berbagai aspek kehidupan, termasuk agama dan ilmu pengetahuan. Ini sesuai dengan visinya tentang perpaduan antara peradaban Barat dan Timur.
Dengan pandangan ini, Iqbal memandang Al-Quran sebagai sumber inspirasi dan pedoman praktis yang harus menjadi pijakan dalam upaya membangun peradaban baru yang menggabungkan nilai-nilai agama dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan budaya.

Soal:
1. Siapa KH. Ahmad Dahlan dan apa peran pentingnya dalam gerakan pembaruan Islam di Indonesia?

Jawaban:
KH. Ahmad Dahlan adalah seorang tokoh Islam yang lahir pada tanggal 1 Agustus 1868 di Kauman, Yogyakarta. Ia memiliki peran yang sangat penting dalam gerakan pembaruan Islam di Indonesia. Beberapa peran penting KH. Ahmad Dahlan adalah:
  • Pendiri Muhammadiyah: Salah satu kontribusi terbesar Ahmad Dahlan adalah mendirikan organisasi Muhammadiyah pada tanggal 18 November 1912. Muhammadiyah menjadi salah satu gerakan pembaruan Islam terbesar di Indonesia, dengan tujuan utama untuk memodernisasi pendidikan Islam, membentuk manusia yang berbudi luhur, dan memadukan unsur-unsur pendidikan agama dengan ilmu pengetahuan umum.
  • Pembaruan Pendidikan Islam: Ahmad Dahlan mendorong pembaruan dalam pendidikan Islam. Ia merancang model pendidikan yang menggabungkan sistem pesantren dengan pendidikan Barat. Dalam model pendidikan ini, dia mengajarkan ilmu agama dan ilmu umum, serta mencetak individu yang memiliki pandangan luas dan berjiwa nasionalisme.
  • Pendidikan Moral dan Akhlak: Ahmad Dahlan menekankan pentingnya pendidikan moral dan akhlak dalam pendidikan Islam. Ia mengajarkan nilai-nilai moral dan akhlak yang baik kepada murid-muridnya.
  • Organisasi Kemasyarakatan: Selain pendidikan, Ahmad Dahlan juga mendirikan berbagai organisasi kemasyarakatan, seperti Panti Asuhan Yatim Piatu Muhammadiyah dan Kepanduan Hizbul Wathan. Organisasi-organisasi ini memiliki tujuan untuk membantu masyarakat dan membentuk generasi yang berkomitmen pada nilai-nilai Islam.
  • Inspirasi dari Al-Quran: Ahmad Dahlan mengambil inspirasi dari Al-Quran dalam pemikirannya. Salah satu surat Al-Quran yang menjadi inspirasinya adalah Q.S. Al-Ma'un.
Dengan peran pentingnya dalam mendirikan Muhammadiyah dan memajukan pendidikan Islam di Indonesia, KH. Ahmad Dahlan dianggap sebagai salah satu tokoh terkemuka dalam gerakan pembaruan Islam di Indonesia pada awal abad ke-20.

Soal:
2. Apa yang menjadi tujuan utama pendidikan Islam menurut pemikiran KH. Ahmad Dahlan, dan bagaimana ia mencapainya melalui pendidikan?

Jawaban:
Tujuan utama pendidikan Islam menurut pemikiran KH. Ahmad Dahlan adalah membentuk manusia yang memiliki beberapa karakteristik penting, yaitu:
  • Berbudi luhur
  • Alim dalam agama
  • Memiliki pandangan luas
  • Memahami masalah ilmu keduniaan
Ia ingin mencapai tujuan ini melalui pendidikan yang holistik, yang mencakup berbagai aspek pendidikan, seperti pendidikan moral dan akhlak, pendidikan individu, dan pendidikan kemasyarakatan. Beberapa langkah yang diambil oleh Ahmad Dahlan untuk mencapai tujuan ini melalui pendidikan adalah:
  • Mendirikan Muhammadiyah: Pendirian Muhammadiyah menjadi wadah untuk memodernisasi pendidikan Islam di Indonesia. Ia mendirikan sekolah-sekolah, seperti Mu'allimin dan Mu'allimat Muhammadiyah, yang menggabungkan pendidikan agama dengan ilmu pengetahuan umum.
  • Menggabungkan Sistem Pesantren dan Sekolah Umum: Ahmad Dahlan merancang model pendidikan yang menggabungkan sistem pengajaran pesantren dengan pendidikan Barat. Ini memungkinkan para pelajar untuk memperoleh pengetahuan agama dan ilmu pengetahuan umum secara bersamaan.
  • Pendidikan Moral dan Akhlak: Selain ilmu pengetahuan, Ahmad Dahlan menekankan pentingnya pendidikan moral dan akhlak. Ia mengajarkan nilai-nilai moral yang baik kepada murid-muridnya.
  • Pendidikan Nasionalisme dan Patriotisme: Ahmad Dahlan juga ingin mencetak generasi yang memiliki jiwa nasionalisme dan patriotisme. Ia berharap agar mereka bersedia berjuang untuk kemajuan masyarakat dan bangsa.
Dengan pendidikan yang mencakup berbagai aspek ini, Ahmad Dahlan berusaha mencapai tujuan utama pendidikan Islam yang diinginkannya, yaitu mencetak generasi yang berbudi luhur, alim dalam agama, memiliki pandangan luas, dan memahami masalah ilmu keduniaan.

Soal:
1. Siapa KH. Hasyim Asy’ari dan apa peran pentingnya dalam gerakan pembaruan Islam di Indonesia?

Jawaban:
KH. Hasyim Asy’ari adalah seorang ulama dan pemimpin Islam yang lahir pada 14 Februari 1871 di Gedang, Jombang, Jawa Timur. Ia memiliki peran yang sangat penting dalam gerakan pembaruan Islam di Indonesia. Beberapa peran penting KH. Hasyim Asy’ari adalah:
  • Pendiri Pondok Pesantren Tebuireng: Salah satu kontribusi terbesar Hasyim Asy’ari adalah mendirikan Pondok Pesantren Tebuireng di Jombang, Jawa Timur. Dengan kesabaran dan dakwahnya, ia berhasil mengubah dusun Tebuireng yang awalnya penuh dengan perjudian, prostitusi, minuman keras, pencurian, dan perampokan menjadi sebuah pusat pendidikan Islam yang terkenal.
  • Pendiri Nahdlatul Ulama (NU): KH. Hasyim Asy’ari adalah pendiri organisasi Nahdlatul Ulama (NU) pada tahun 1926. NU menjadi salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia yang berperan dalam mengembangkan pendidikan Islam, memperjuangkan hak-hak kaum santri, dan mempromosikan perdamaian dan toleransi.
  • Resolusi Jihad: KH. Hasyim Asy’ari memainkan peran penting dalam memunculkan resolusi Jihad pada tanggal 22 Oktober 1945. Resolusi ini menyerukan perlawanan terhadap penjajah Belanda dan mengangkat jihad sebagai perjuangan untuk kemerdekaan Indonesia.
  • Pembaharuan Pendidikan: Ia mengajukan pemikiran tentang pendidikan yang tidak hanya mencakup pemahaman terhadap pengetahuan tetapi juga pembentukan karakter yang baik. Pendidikan harus membekali individu dengan pemahaman yang benar terhadap ajaran Islam dan mampu mengaktualisasikannya dalam kehidupan sehari-hari.
  • Persatuan dan Keadilan: Dalam bidang politik, Hasyim Asy’ari mengajak umat Islam untuk membangun dan menjaga persatuan. Ia menekankan prinsip keadilan dalam pemerintahan Islam dan mempromosikan penyelesaian melalui perundingan.
Dengan peran pentingnya dalam mendirikan Pondok Pesantren Tebuireng, mendirikan NU, dan memimpin perjuangan melawan penjajah, KH. Hasyim Asy’ari dianggap sebagai salah satu tokoh terkemuka dalam gerakan pembaruan Islam dan perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Soal:
2. Apa yang menjadi kontribusi KH. Hasyim Asy’ari dalam bidang pendidikan, dan bagaimana ia mencapai tujuan pendidikan yang diinginkannya?

Jawaban:
KH. Hasyim Asy’ari memiliki kontribusi yang signifikan dalam bidang pendidikan, terutama dalam mengembangkan pendidikan Islam di Indonesia. Ia memiliki visi pendidikan yang mencakup pemahaman terhadap pengetahuan dan pembentukan karakter yang baik. Beberapa kontribusinya dalam bidang pendidikan dan bagaimana ia mencapai tujuan pendidikan yang diinginkannya adalah:
  • Mendirikan Pondok Pesantren Tebuireng: Salah satu kontribusi terbesar Hasyim Asy’ari dalam pendidikan adalah mendirikan Pondok Pesantren Tebuireng di Jombang, Jawa Timur. Pondok Pesantren ini awalnya berlokasi di dusun yang penuh dengan perjudian, prostitusi, minuman keras, pencurian, dan perampokan. Namun, dengan kesabaran dan dakwahnya, ia berhasil mengubah kondisi dusun tersebut menjadi pusat pendidikan Islam yang terkenal. Ini adalah langkah awal dalam mencapai tujuan pendidikan yang mencakup pemahaman agama dan pembentukan karakter yang baik.
  • Pendidikan Berbasis Karakter: Hasyim Asy’ari meyakini bahwa pendidikan tidak hanya tentang pemahaman pengetahuan tetapi juga tentang membentuk karakter yang baik. Ia mengajarkan nilai-nilai moral dan akhlak kepada murid-muridnya, sehingga mereka tidak hanya memiliki pengetahuan agama yang benar tetapi juga perilaku yang baik.
  • Pendidikan Aktualisasi: Ia juga mempromosikan ide bahwa pendidikan harus membekali individu dengan pemahaman yang benar terhadap ajaran Islam dan mampu mengaktualisasikannya dalam kehidupan sehari-hari secara konsisten. Dengan kata lain, pendidikan tidak hanya berhenti pada tingkat pemahaman, tetapi juga harus tercermin dalam tindakan dan perilaku sehari-hari.
Melalui Pondok Pesantren Tebuireng dan pendekatannya yang holistik terhadap pendidikan, KH. Hasyim Asy’ari berhasil mencapai tujuan pendidikan yang menggabungkan pemahaman agama, pembentukan karakter yang baik, dan aplikasi dalam kehidupan sehari-hari. Pendidikan yang diterapkan oleh Hasyim Asy’ari telah memberikan dampak besar dalam perkembangan pendidikan Islam di Indonesia.

C. Pengaruh Islam Masa Modern bagi Indonesia

Soal:

1. Bagaimana gerakan pembaruan dalam Islam pada masa modern memengaruhi Indonesia dan menginspirasi perlawanan terhadap penjajah?

Jawaban:
Gerakan pembaruan dalam Islam pada masa modern memiliki dampak yang signifikan di Indonesia dan menginspirasi perlawanan terhadap penjajah. Dampak-dampak tersebut meliputi:
  • Kesadaran terhadap Ketertinggalan: Gerakan pembaruan muncul sebagai respons terhadap ketertinggalan dunia Islam terhadap Barat. Pada masa klasik, Islam mengalami zaman keemasan, tetapi pada masa modern, umat Islam menghadapi kondisi yang lebih buruk. Kesadaran ini mendorong umat Islam untuk mencari cara-cara untuk bangkit.
  • Pan-Islamisme: Gagasan Pan-Islamisme yang diusung oleh tokoh seperti Jamaludin al-Afghani menjadi inspirasi dalam usaha menyatukan umat Islam untuk menentang penjajah. Hal ini memengaruhi gerakan kemerdekaan di Indonesia dan menguatkan persatuan umat Islam dalam perlawanan.
  • Belajar di Makkah: Banyak umat Islam Indonesia yang menunaikan ibadah haji dan belajar di Makkah. Tokoh seperti KH. Ahmad Dahlan dan KH. Hasyim Asy’ari belajar di Makkah dan membawa pengalaman serta pemikiran mereka kembali ke Indonesia untuk memimpin gerakan pembaruan dan perlawanan terhadap penjajah.
  • Pendirian Organisasi Islam: Dampak dari gerakan pembaruan adalah pendirian berbagai organisasi masyarakat Islam di Indonesia seperti Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah. Organisasi-organisasi ini berperan dalam mengembangkan pendidikan Islam, mempromosikan nilai-nilai Islam, dan memimpin perlawanan terhadap penjajah.
2. Bagaimana perkembangan pendidikan Islam di Indonesia terkait dengan gerakan pembaruan dan perubahan nama perguruan tinggi keislaman?
Jawaban:
Perkembangan pendidikan Islam di Indonesia sangat terkait dengan gerakan pembaruan Islam dan perubahan nama perguruan tinggi keislaman. Beberapa aspek penting terkait perkembangan ini adalah:
  • Pendirian Perguruan Tinggi Keislaman: Salah satu dampak langsung dari gerakan pembaruan adalah pendirian perguruan tinggi keislaman di Indonesia. Universitas Islam Indonesia (UII) adalah salah satu perguruan tinggi pertama yang didirikan pada tahun 1951. Perguruan tinggi ini membuka jurusan keagamaan dan umum, dan menjadi landasan bagi perkembangan pendidikan Islam di Indonesia.
  • Perubahan Nama Perguruan Tinggi: Perguruan tinggi keislaman di Indonesia mengalami perubahan nama seiring perkembangan zaman. Dari PTAIN (Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri) menjadi IAIN (Institut Agama Islam Negeri), kemudian menjadi UIN (Universitas Islam Negeri). Perubahan nama ini mencerminkan perkembangan dalam pendidikan Islam yang semakin terbuka dan inklusif, dengan penambahan program studi agama dan umum.
  • Pengembangan Program Studi: Selain perubahan nama, perguruan tinggi keislaman juga mengembangkan program studi agama dan umum. Ini mencerminkan dorongan untuk mengintegrasikan pendidikan agama dengan pendidikan umum, sehingga lulusan dapat memiliki pemahaman yang lebih luas dan terpadu.
  • Peran Penting Perguruan Tinggi Islam: Perguruan tinggi Islam di Indonesia memiliki peran penting dalam pengembangan intelektual, agama, dan sosial masyarakat. Mereka menghasilkan ulama, cendekiawan, dan pemimpin yang berperan dalam memajukan Islam dan kontribusi mereka pada pembangunan Indonesia.
D. Hikmah Belajar Peradaban Islam pada Masa Modern

Soal:
1. Apa hikmah yang dapat diperoleh dari mempelajari peradaban Islam pada masa modern terkait dengan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi?

Jawaban:
Hikmah yang dapat diperoleh adalah bahwa dalam menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, harus dilandasi dengan agama yang kokoh untuk mengantarkan kemajuan umat Islam di masa yang akan datang. Hal ini mengingat pentingnya memiliki dasar agama yang kuat dalam menyikapi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi modern.

2. Mengapa penting untuk mengkaji Al-ur’an, hadis, dan ijtihad para ulama sebagai fondasi dalam membangun peradaban Islam di masa yang akan datang?

Jawaban:
Penting untuk mengkaji Al-ur’an, hadis, dan ijtihad para ulama sebagai fondasi karena ini adalah sumber-sumber utama ajaran Islam. Memahami dan mengambil hikmah dari sumber-sumber ini membantu dalam membangun peradaban Islam yang kuat dan berlandaskan pada nilai-nilai agama. Fondasi ini menjadi pedoman untuk menciptakan peradaban yang rahmatan lil aalamiin.

3. Bagaimana pentingnya mempelajari ilmu-ilmu keislaman sebagai fondasi untuk memahami Islam dengan komprehensif dalam konteks peradaban Islam pada masa modern?

Jawaban:
Pentingnya mempelajari ilmu-ilmu keislaman sebagai fondasi adalah karena ilmu-ilmu ini membentuk pemahaman yang komprehensif tentang ajaran Islam. Memahami tafsir, fiqih, ushul fiqih, dan ilmu-ilmu lainnya membantu individu dalam memahami prinsip-prinsip agama dan menerapkannya dalam konteks peradaban modern. Ilmu-ilmu keislaman juga memberikan dasar untuk memahami nilai-nilai dan etika Islam yang relevan dalam kehidupan sehari-hari.

4. Mengapa belajar sejarah pada masa modern penting dalam konteks pembelajaran peradaban Islam?

Jawaban:
Belajar sejarah pada masa modern penting karena sejarah memberikan wawasan tentang pengalaman masa lalu, termasuk kelebihan dan kelemahan. Ini menjadi bahan introspeksi untuk menatap masa depan umat Islam. Dengan memahami sejarah, kita dapat menghindari kesalahan masa lalu dan merencanakan masa depan yang lebih baik untuk peradaban Islam.

5. Bagaimana semangat untuk berkarya dan menjadi pelopor perubahan penting dalam pembelajaran peradaban Islam pada masa modern?

Jawaban:
Semangat untuk berkarya dan menjadi pelopor perubahan penting karena inovasi dan kreativitas adalah kunci dalam menghadapi perkembangan zaman. Umat Islam perlu menjadi pelopor dalam memecahkan masalah dan menghadapi tantangan masa kini dan masa depan. Berkarya melalui kebijakan progresif, menulis kitab, buku, atau majalah untuk menyebarkan ide-ide kreatif, dan berkontribusi pada perubahan yang lebih baik adalah bagian penting dari pembelajaran peradaban Islam pada masa modern.