15 Soal Bab 6 Menjadi Pribadi yang Dewasa Beserta Jawabannya - Agama Kristen Kelas 11 SMA/SMK

Berikut adalah 15 contoh soal Bab 6 Menjadi Pribadi yang Dewasa mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti kelas 11 SMA/SMK beserta jawabannya:

I. PILIHAN GANDA

Soal 1:
Apa yang menjadi faktor-faktor yang menentukan kematangan hidup seseorang?
A) Pendidikan formal dan lingkungan keluarga
B) Pendidikan formal dan pekerjaan
C) Pendidikan informal dan lingkungan pergaulan
D) Keberuntungan dan kemampuan intelektual
E) Pekerjaan dan kekayaan materi

Jawaban 1: C) Pendidikan informal dan lingkungan pergaulan

Soal 2:
Apa yang ditegaskan oleh teks Alkitab tentang "pergaulan yang buruk" dalam konteks kematangan hidup?
A) Pergaulan yang buruk bisa meningkatkan kualitas hidup.
B) Pergaulan yang buruk tidak memiliki dampak apa-apa.
C) Pergaulan yang buruk bisa merusak kebiasaan yang baik.
D) Pergaulan yang buruk selalu positif dalam pengaruhnya.
E) Pergaulan yang buruk hanya berlaku di rumah.

Jawaban 2: C) Pergaulan yang buruk bisa merusak kebiasaan yang baik.

Soal 3:
Apa yang dimaksudkan dengan "pribadi yang dewasa"?
A) Seseorang yang tidak memiliki tanggung jawab dalam hidup.
B) Seseorang yang selalu hidup dalam masa kekanak-kanakan.
C) Seseorang yang bertanggung jawab dan siap memengaruhi masyarakatnya.
D) Seseorang yang tidak peduli dengan lingkungannya.
E) Seseorang yang tidak pernah berubah.

Jawaban 3: C) Seseorang yang bertanggung jawab dan siap memengaruhi masyarakatnya.

Soal 4:
Apa yang perlu dilakukan oleh seseorang untuk membangun kedewasaan dalam praktik kehidupan sehari-hari?
A) Menghindari segala jenis tanggung jawab.
B) Melakukan segala sesuatu tanpa kesadaran.
C) Melakukan pekerjaan dengan sukacita dan kesadaran penuh.
D) Menghindari pertanyaan dan diskusi.
E) Membiarkan segala sesuatu berantakan tanpa tindakan.

Jawaban 4: C) Melakukan pekerjaan dengan sukacita dan kesadaran penuh.

Soal 5:
Apa yang dimaksud dengan "memilah antara yang baik dengan yang buruk" sebagai salah satu contoh sikap dewasa?
A) Tidak membedakan antara yang baik dan buruk.
B) Menghindari segala jenis pertimbangan.
C) Menerima segala kritik tanpa perbaikan.
D) Memahami perbedaan antara yang baik dan buruk.
E) Tidak peduli dengan pandangan orang lain.

Jawaban 5: D) Memahami perbedaan antara yang baik dan buruk.

Soal 6:
Apa yang Paulus ingin capai dengan mengirim surat kepada jemaat Efesus?
A) Membuat jemaat menjadi pemeluk agama baru.
B) Membuat jemaat menjadi dewasa dalam iman.
C) Membuat jemaat meninggalkan iman mereka.
D) Membuat jemaat hidup dalam kekerasan.
E) Membuat jemaat menjadi pengikut dewa-dewi.

Jawaban 6: B) Membuat jemaat menjadi dewasa dalam iman.

Soal 7:
Apa yang Paulus ingin agar jemaat Efesus tinggalkan dalam kehidupan lama mereka?
A) Penyembahan berhala dan hidup dalam kekerasan.
B) Iman kepada Allah dan pelayanan kepada sesama.
C) Kedewasaan dalam iman dan tanggung jawab.
D) Keinginan untuk belajar dan tumbuh.
E) Kehidupan baru yang penuh tantangan.

Jawaban 7: A) Penyembahan berhala dan hidup dalam kekerasan.

Soal 8:
Apa yang dimaksud dengan "katartismon" dalam Efesus 4:12?
A) Persiapan untuk melepaskan kebiasaan lama.
B) Persiapan untuk hidup dalam kekerasan.
C) Persiapan untuk menjadi dewasa dalam iman.
D) Persiapan untuk menjadi pengikut dewa-dewi.
E) Persiapan untuk meninggalkan iman.

Jawaban 8: C) Persiapan untuk menjadi dewasa dalam iman.

Soal 9:
Apa yang Paulus maksudkan dengan "pelayanan" atau "diakonia" dalam konteks surat kepada jemaat Efesus?
A) Menjalani hidup tanpa tanggung jawab.
B) Mempengaruhi masyarakat dengan cara negatif.
C) Menjadi pengikut dewa-dewi.
D) Bertumbuh menjadi dewasa dalam iman.
E) Memperlengkapi jemaat untuk hidup dalam kekerasan.

Jawaban 9: D) Bertumbuh menjadi dewasa dalam iman.

Soal 10:
Apa yang ingin dicapai Paulus dengan mengajak jemaat Efesus untuk saling mengisi dan melengkapi?
A) Membuat mereka menjadi pengecut dan pasif.
B) Membuat mereka hidup dalam kekerasan.
C) Membuat mereka bergaul dengan orang-orang yang tidak bermanfaat.
D) Membuat mereka tumbuh menuju kedewasaan penuh dalam iman.
E) Membuat mereka meninggalkan iman mereka.

Jawaban 10: D) Membuat mereka tumbuh menuju kedewasaan penuh dalam iman.

II. ESSAY

Soal 1:
Jelaskan mengapa pergaulan yang baik sangat penting dalam mencapai kematangan hidup. Berikan contoh konkret dari kehidupan sehari-hari.

Jawaban 1:
Pergaulan yang baik penting karena dapat membentuk kebiasaan dan sikap yang baik dalam kehidupan seseorang. Misalnya, jika seseorang bergaul dengan teman-teman yang memiliki nilai-nilai positif, dia cenderung lebih mungkin mempraktikkan nilai-nilai tersebut, seperti kejujuran dan tanggung jawab. Sebaliknya, pergaulan yang buruk dapat merusak kebiasaan yang baik. Sebagai contoh, jika seseorang bergaul dengan teman-teman yang sering melakukan perilaku negatif, dia dapat terpengaruh dan mengikuti perilaku tersebut.

Soal 2:
Apa arti dari menjadi pribadi yang dewasa? Jelaskan mengapa kesiapan untuk bertanggung jawab adalah salah satu ciri kedewasaan.

Jawaban 2:
Menjadi pribadi yang dewasa berarti memiliki kemampuan untuk memahami diri sendiri, bertanggung jawab atas tindakan dan keputusan, dan memengaruhi masyarakat dengan cara positif. Kesiapan untuk bertanggung jawab adalah ciri kedewasaan karena menunjukkan bahwa seseorang memiliki kesadaran akan tanggung jawabnya terhadap diri sendiri dan lingkungannya. Orang dewasa siap untuk menghadapi tanggung jawab mereka dengan penuh kesadaran dan tidak menghindarinya.

Soal 3:
Jelaskan bagaimana seseorang dapat mengembangkan kemampuan untuk memilah antara yang baik dan buruk dalam kehidupannya. Berikan contoh konkret.

Jawaban 3:
Seseorang dapat mengembangkan kemampuan untuk memilah antara yang baik dan buruk dengan meningkatkan kesadaran diri dan mengembangkan nilai-nilai yang positif. Contoh konkretnya adalah dengan secara kritis mengevaluasi tindakan dan keputusan yang diambil, mempertimbangkan dampaknya pada diri sendiri dan orang lain. Misalnya, jika seseorang dihadapkan pada situasi di mana teman-temannya mengajaknya untuk melakukan tindakan yang tidak etis, dia dapat memilah antara yang baik dan buruk dengan menolak tawaran tersebut dan mengikuti nilai-nilai etika yang dia yakini.

Soal 4:
Apa yang Paulus ingin capai dengan mengirim surat kepada jemaat Efesus? Jelaskan peran surat tersebut dalam mempersiapkan jemaat menuju kedewasaan dalam iman.

Jawaban 4:
Paulus ingin mencapai beberapa tujuan dengan mengirim surat kepada jemaat Efesus. Salah satu tujuannya adalah agar jemaat memahami makna hidup mereka dalam melaksanakan panggilan untuk menjadi dewasa dalam iman. Surat ini berfungsi sebagai panduan dan pengajaran bagi jemaat, membantu mereka memahami ajaran-ajaran iman dan bagaimana menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Surat tersebut juga mengingatkan jemaat untuk melepaskan diri dari kehidupan lama mereka yang melibatkan penyembahan berhala dan hidup dalam kekerasan. Ini adalah langkah penting dalam mempersiapkan jemaat untuk tumbuh menuju kedewasaan dalam iman, di mana mereka dapat melaksanakan peran pelayanan dan saling melayani untuk mencapai kedewasaan penuh.

Soal 5:
Apa yang dimaksud dengan istilah "katartismon" dalam Efesus 4:12 dan bagaimana konsep ini relevan dalam konteks pembangunan kedewasaan dalam iman?

Jawaban 5:
Dalam Efesus 4:12, istilah "katartismon" merujuk pada proses mempersatukan atau memperlengkapi. Konsep ini relevan dalam konteks pembangunan kedewasaan dalam iman karena menggambarkan bagaimana setiap anggota jemaat saling mengisi dan melengkapi satu sama lain untuk mencapai kedewasaan penuh dalam iman. Ini menekankan pentingnya kerjasama dan dukungan dalam komunitas iman untuk mempersiapkan setiap individu agar tumbuh dan berkembang menuju kedewasaan. Melalui proses ini, jemaat dapat saling memperkuat dan membantu satu sama lain dalam perjalanan menuju kedewasaan dalam iman.