Ada Beberapa Jenis Lisensi Open Source yang Berbeda dengan Konsekuensi/Akibat yang Berbeda-Beda

Ada beberapa jenis lisensi open source yang berbeda dengan konsekuensi/akibat yang berbeda-beda juga bagi pengguna perangkat lunak dengan lisensi tersebut (baik pengguna yang sekadar menggunakan ataupun yang akan memodiikasi kode program perangkat lunak tersebut). Contoh dua buah lisensi open source yang cukup berbeda ialah GPL (v1 – v3) dan BSD. Carilah referensi di internet untuk dapat memahami, apa perbedaan utama antara kedua jenis lisensi open source tersebut!

Jawaban:

Perbedaan utama antara GPL (v1 – v3) dan BSD:

Tujuan utama GPL adalah memastikan bahwa perangkat lunak open source tetap terbuka dan bebas. Sedangkan, tujuan utama BSD adalah memberikan kebebasan kepada pengguna untuk menggunakan, memodifikasi, dan mendistribusikan ulang perangkat lunak tanpa harus membagikan kode sumber perubahan yang dilakukan.

Penjelasan:

Tujuan Lisensi:

GPL: Tujuan utama GPL adalah memastikan bahwa perangkat lunak open source tetap terbuka dan bebas. GPL menekankan pada kebebasan pengguna untuk menggunakan, memodifikasi, dan mendistribusikan ulang perangkat lunak, serta memastikan bahwa perangkat lunak yang menggunakan kode GPL juga harus dibuka dengan lisensi yang sama.

BSD: Tujuan utama BSD adalah memberikan kebebasan kepada pengguna untuk menggunakan, memodifikasi, dan mendistribusikan ulang perangkat lunak tanpa harus membagikan kode sumber perubahan yang dilakukan.

Ketentuan Distribusi dan Lisensi:

GPL: GPL mewajibkan bahwa jika Anda mendistribusikan perangkat lunak yang menggunakan kode GPL, maka Anda juga harus mendistribusikan kode sumber lengkapnya dan mengikatnya dengan lisensi GPL. Ini berarti setiap orang yang menerima perangkat lunak tersebut memiliki hak yang sama untuk menggunakan, memodifikasi, dan mendistribusikannya.
BSD: BSD lebih fleksibel dalam hal distribusi dan lisensi. Anda dapat mendistribusikan perangkat lunak BSD dengan lisensi yang berbeda, termasuk lisensi yang tidak bebas. BSD tidak memaksa Anda untuk membagikan kode sumber perubahan yang dilakukan ketika Anda mendistribusikan perangkat lunak.

Viralitas Lisensi:

GPL: GPL memiliki sifat "viral" karena persyaratan bahwa perangkat lunak lain yang menggunakan kode GPL juga harus menggunakan lisensi GPL. Ini berarti jika Anda memodifikasi perangkat lunak dengan kode GPL dan mendistribusikannya, maka kode sumber modifikasi Anda juga harus dibuka dengan lisensi GPL.
BSD: BSD tidak memiliki sifat "viral" seperti GPL. Jika Anda memodifikasi perangkat lunak dengan lisensi BSD, Anda tidak diharuskan untuk membagikan perubahan Anda dengan lisensi yang sama atau membuka kode sumbernya. Anda memiliki fleksibilitas untuk menggunakan lisensi yang berbeda atau menjaga kode sumber modifikasi Anda sebagai rahasia.

Penggunaan Komersial:

GPL: GPL memperbolehkan penggunaan komersial perangkat lunak, tetapi jika Anda mendistribusikannya, Anda harus membagikan kode sumber lengkapnya secara terbuka. Ini memastikan bahwa pengguna komersial yang menggunakan perangkat lunak GPL tetap memberikan kebebasan kepada pengguna lain untuk menggunakan, memodifikasi, dan mendistribusikan perangkat lunak tersebut.
BSD: BSD juga memperbolehkan penggunaan komersial perangkat lunak tanpa membagikan kode sumbernya. Ini memungkinkan perusahaan untuk menggunakan perangkat lunak BSD dalam produk komersial mereka tanpa harus membuka kode sumbernya.