Tjong A Fie Mansion, Wisata Rumah Ikon Saudagar Hakka di Medan



Tjong A Fie Mansion adalah salah satu objek wisata rumah ikon saudagar Hakka di Medan, yang berlokasi di Jl. Jend. Ahmad Yani No.105, Kesawan, Kota Medan, Sumatera Utara.

Berikut beberapa review tentang Tjong A Fie Mansion:

Jeremia Paskalis Marpaung:
Tjong A Fie mansion dulunya merupakan tempat kediaman beliau. Tjong A Fie sendiri adalah salah satu tokoh sejarah di Kota Medan atas kontribusinya dalam pembangunan kota Medan, sikap toleransinya kepada umat beragama yang sangat tinggi, serta kebaikan hatinya bederma dengan masyarakat sekitar yang membuatnya sangat dicintai pada masa itu.

Ferry Fyto:
Berada di kawasan Kesawan Jl. Ahmad Yani, Tempatnya bagus, luas, bersih dan terawat. Peninggalan bersejarah yang mempunyai nilai history yang sangat tinggi dan Masih authentic walaupun ada yang diganti sedikit karena sudah rusak tetapi tidak mengurangi nilai sejarah. Saran saja Entrance fee ( Rp.35.000,-) sebaiknya dibedakan untuk tourist domestik/local agar lebih murah sehingga memberi kesempatan besar bagi masyarakat kota Medan berkunjung.

Nia Kurnia:
tempat ini menceritakan saudagar kaya dari dataran china yang membangun perekonomian di tanah medan dan membantu perjuangan warga medan melawan kompeni.

Anas A:
Rumah penuh sejarah akan Bapak Tjong A Fie, direkomendasikan menggunakan guide untuk memberikan penjelasan. Tiket masuk lebih mahal dari kebanyakan tempat tapi masih cukup wajar.

Yudha Septa Pratama:
Tempat menarik yang menyukai sejarah khusunya penyebaran masyarakat Tiongkok di Kota Medan. Barang barang masih asli dan bagus untuk spot poto.

Muhammad Helmi:
Tempat otentik di medan. Banyak barang antik, tempatnya tenang.

u 2:
Pahlawan kota Medan , terletak di depan optic lichin dengan rumah tradisional china 3 lantai.beberapa ruang tidak diijinkan untuk poto maupun video sprt kamar dan tempat ibadah. Tiket masuk Rp.35.000 per orang tanpa adanya guide dari Tjong a fie. Parkir terbatas,ada toilet, cuci tangan , daftar tamu serta saran .beberapa ruang sedikit gelap dan semua bangunan terdiri dari kayu seperti tangga, jendela dll.Tjong A Fie adalah saudara dari Tjong Yong Hian.Keseluruhan bagus sebagai bahan sejarah yang bermakna dan bermanfaat untuk kita ketahui.

Agusty Rodiah MayarRini:
1. Tempat nya bersih . 2. Guide Ramah dan sabar. 3. Barang barang peninggalan nya juga terjaga apik. 4. Karikatur struktur bangunan kokoh dan juga terjaga peninggalan bersejarah nya. 5. Harga tiket masuk 35ribu tidak ada kenaikan harga dari tahun 2013. 6. Bu Mimi Cucu Tjong A Fie juga sangat ramah sekali dan cantik sekali. 7. Tempatnya bagus buat foto foto juga. 8. Bisa ngopi didalam nongkrong ala ala saudagar. Paling utamanya tempatnya nyaman dan happy bangettt konsep rumah hijau. Seneng.

Nadheatul Arifa:
waktu kesini di-guide-in sama salah satu mba pegawai nya, dan beruntung bgt, soalnya tempat ini ternyata lumayan besar dan banyak pintunya, jadi kalo baru pertama kali mending minta diarahin atau ditemenin aja sama pegawai yang ada disana, mereka juga bakal cerita sejarahnya sepanjang kita keliling tempat ini, dan tentunya difotoin juga.


Vera Lie:
biaya masuk 35rb, bagus sekali peninggalan sejarah yg sangat terawat, benar2 rapi dan bersih, tersedia guide/pemandu untuk berkeliling.

Luthfi Fikriyandi:
Saya sangat suka dengan pengalaman yang saya rasakan di Tjong A Fie. Saya sangat suka dengan interior bangunannya, meskipun Medan panas, tapi dengan gaya bangunannya sangat adem. Saya sangat suka juga dengan barang² yang masih dijaga dan masih banyak disimpan dan dipajang di Tjong A Fie. Terimakasih atas pengelola, untuk merawat salah satu heritage penting di Medan.

Yunita Tri:
This place is marvellous. Peninggalan yang original, rumah dengan 20 kamar seluas 6000 meter, yang sudah berusia hampir 130 tahun. Furniturnya berkualitas, didatangkan dari Tiongkok, Yunani, Inggris, Austria. Kisah hidup seorang imigrant Cina yang sangat menarik. You must visit this place if you go to Medan.

Ratna Sari Dewi:
Sangat menikmati keliling" Di mansion ini, tempatnya rapi, bersih, tapi tempatnya memang kurang strategis karena didepan jalan dkt lampu merah, dan pusat kota jd lalu lintas jalannya sangat ramai, agak susah untuk nyebrang. Harga tiketnya ya lumayan lah, suka.

Ana Phan:
Salah satu Icon kota Medan yang sangat bersejarah. Bangunan yang dulu ditinggali salah satu pebisnis yang berpengaruh di Medan. Wajib didatangi kalau datang ke medan untuk mengetahui history Medan secara lebih baik.

Rio Vicaldo:
Salah satu rumah bersejarah di medan milik tokoh yang bernama Tjong A Fie... disini kita bisa melihat sejarah Tjong A Fie... rumah dengan konsep lama bisa kita temukan dan barang2 antik.

Viyoona Angel Yang:
Tempat bersejarah yang masih terawat bagus.. HTM 35rb/orang..ada pemandu yang akan menjelaskan sejarah2nya.

Elsa Chan:
Kalau berkunjung ke Kota Medan, sempatkanlah singgah kesini.
Rumah ini adalah rumah kediaman Tjong A Fie.
Rumah orang terkaya di Kota Medan pada zaman dulu.
Rumahnya masih sangat terawat (rumah ini sudah berusia 100 tahun lebih)
Banyak foto" keluarga Tjong A Fie di dalamnya dan juga pastinya foto" Kota Medan pada zaman dulu
Harga tiket masuk 35 ribu/orang, sudah termasuk jasa satu orang guide yang akan menemani dan menjelaskan semua sejarah tentang Tjong A Fie.
Bebas untuk foto" juga.

Komang Pradnyana:
Rumah ini dahulu milik Tjong A Fie, pengusaha sukses dan walikota Medan dimasanya. Sejak tahun 2009 dijadikan semacam cagar budaya oleh keturunannya sehingga dapat dikunjungi oleh masyarakat umum...
Properti ini luas banget, bangunannya 4000m2 dan tanahnya sendiri 6000m2. Belum lagi bangunannya bertingkat, jadi kemungkinan besar bakal berkeringat pas berkunjung kesini, apalagi cuaca kota Medan juga cukup panas...
Tiket masuknya 35rb per orang, nanti didepan biasanya ditanya mau dipandu apa ngga. Kalo mau, nanti akan ada pemandu yang menemani, tapi mereka ga mematok biaya sih, saran saya berikan uang yang cukup karena pengalaman saya dipandu sangat baik dan jelas dalam menjelaskan berbagai aspek tentang bangunan dan keluarga Tjong A Fie...
Didalam ada lemari pendingin yang menjual minuman, tapi alangkah baiknya kalo sudah bawa minuman sendiri, soalnya cukup melelahkan perjalanannya. Trus ada tanda2 petunjuk yang wajib ditaati oleh setiap pengunjung, seperti larangan menyentuh atau menduduki beberapa objek di dalam rumah dan larangan mengambil gambar dibeberapa titik rumah karena merupakan tempat ibadah. Jangan sungkan bertanya kepada pemandu (jika menggunakan jasanya)...
Selain itu terkait tempat parkir, posisi dari bangunan ini memang persis di jalan besar, jadi ga ada tempat parkir khusus disediakan untuk pengunjung. Paling untuk mobil bisa parkir dipinggir jalan, kalo motor saya kurang tahu...
Overall, tempat ini bagus banget buat mendapat sedikit pencerahan tentang suasana Medan di tempo dulu. Selain itu cocok banget buat foto2 maupun buat yang suka arsitektur bangunan lama...
Tjong A Fie Mansion, keren banget!!

Choirul Saleh:
Kita bisa belajar kebudayaan China di sini.. tentang seorang warga China yang datang ke Indonesia dan menjadi tokoh masyarakat dan pemimpin komunitas Tionghoa di Medan sekitarnya, beliau bernama Tjong A Fie.. Rumah beliau, mansionnya kini dijadikan semacam museum. Tempatnya sangat terawat dan cukup bersih. Kita tidak sendirian, ada guide ramah dan berpengalaman yang akan memandu kita selama tur di mansion ini.

Anna Maria:
Rumah ini sangat terawat dan bagus sekali. Banyak spot foto yang sangat bagus. Guide juga sangat membantu menjelaskan sejarah tentang keluarga Tjong A Fie beserta rumahnya. Harga tiket untuk masuk ke dalam mansion juga affordable. Kalau jalan-jalan ke Medan, jangan lupa untuk menyempatkan datang ke mansion ini. Sangat worth it!

Judy (Ryu):
History family's wife, children, grandchildren, great grand children  & famous legendary of the Chinese man from out of country married the local woman. Kindness, wisely, donations man, business man in the land of North of Sumatra.

Paul:
This is my second visit here as I enjoyed it so much the first time. Sure, one could make petty criticisms, but ultimately it's a wonderful old building celebrating the life of an iconic local figure whose influence reached as far as Penang and Singapore. The building is well-maintained, but the peeling paint and general rusticness superbly evoke a long-gone era, and the numerous family portraits, especially in the bedrooms, almost make you feel like you're intruding into someone's home. A few rooms are off-limits to the public, but most of the house is accessible. A guide is available, but I prefer exploring under my own steam, and the exhibits and photos that are labelled are generally bilingual. In a city with few tourist attractions, this mansion is well worth an hour or so of anyone's time and it was nice to see a large school group there learning about their local history. Plus, it's opposite the equally iconic Tip Top restaurant so you can visit both places in the same trip.