Teori Asal Usul Peradaban Di Nusantara


Tentang asal usul keberadaan manusia nusantara juga terdapat beragam teori, namun hampir semua teori itu mengusulkan bahwa orang-orang nusantara adalah pendatang.

Beberapa teori menyatakan manusia di Nusantara berasal dari tempat berbeda, seperti dari India belakang, lembah Yunan China, bahkan dari Taiwan dan Fiji.

Dengan menempatkan suku-suku Nusantara sebagai pendatang dari luar, budaya nusantara juga dibawa dari luar termasuk budaya spiritual yang menjadi akar kepercayaan.

Ahli-ahli lain memberi pandangan terbalik, yaitu “Out of Sundaland”, budaya dan peradaban manusia bermula dari Sundaland yang sudah sangat maju jauh sebelum peristiwa naiknya permukaan air laut antara 50 – 230 m, karena peristiwa gletser era Pleistosen.

Perubahan alam sekitar Nusantara, sekarang juga diduga karena adanya serangkaian bencana banjir, tsunami dan mungkin letusan gunung berapi yang dahsyat.

Peristiwa alam besar secara beruntun membuat peradaban Sundaland runtuh perlahan-lahan, dan situs pusat-pusat peradabannya diperkirakan tenggelam. Kelompok-kelompok manusianya mengungsi ke tempat yang lebih tinggi, ke pulau-pulau lain bahkan mungkin hingga ke benua Amerika (Oppenheimer, 1999).

Pendukung teori “Out Of Sundaland” juga mengaitkan berbagai penelitian terakhir di antaranya, pemetaan kromosom manusia dengan menganalisis tipe-tipe DNA yang ada di seluruh dunia, penemuan situs Gunung Padang di Jawa Barat. Penemuan ras manusia Flores dan teorinya Arysio Santos yang menganggap Atlantis yang hilang adalah peradaban yang dulunya ada di Dangkalan Sunda.

Dalam hipotesis ini peradaban Sundaland juga memiliki sistem religi kepercayaan, secara khusus persebaran kromosom Y DNA KM (Karafet T. M. et al, 2015: 58) merujuk pada persebaran Y-DNA kode KM256 berasal dari Nusantara dan percabangannya menyebar ke Barat dan T imur diperkirakan antara 11.000 - 3.000 ribu tahun yang lalu.