Penyebab Munculnya Kemarahan (Ghadhab)


Marah (ghadhab) adalah situasi yang normal dan manusiawi karena ia merupakan sifat yang melekat pada tabiat seseorang.

Namun seorang mukmin harus berusaha mengendalikan sifat marah tersebut dan berlatih dengan cara menjauhi sebab-sebab yang dapat menimbulkan kemarahan dan jangan mendekati hal-hal yang mengarah pada situasi yang dapat memancingnya.

Oleh karena itu, kita perlu mengetahui dan mengenali hal-hal yang dapat menyebabkan kemarahan.

Ada 2 faktor penyebab munculnya kemarahan (Ghadhab), yaitu:

1. Faktor Fisik (Jasmaniah)
Kehidupan manusia terdiri dari dua unsur yaitu jasmaniah (fisik) dan rohaniah (psikis). Keduanya harus mendapatkan porsi perhatian yang seimbang.

Dalam hal yang berkaitan dengan penyebab kemarahan, kondisi fisik seseorang secara jasmaniah harus mendapat perhatian yang sungguh- sungguh agar kita mampu mengantisipasi dan mengelolanya sehingga dapat menghindarkan diri dari kemarahan yang sulit untuk kita kendalikan.

Adapun penyebab kemarahan secara fisik, yaitu:
a. Kelelahan yang berlebihan
Orang yang secara fisik terlalu lelah dalam bekerja bisa saja hatinya menjadi sensitif, mudah tersinggung sehingga mudah marah.

b. Kekurangan zat-zat tertentu dalam tubuh
Kurangnya zat-zat tertentu dalam otak, misalnya kekurangan zat asam maka otot-otot akan menjadi tegang, sistem pencernaan terganggu bahkan terjadi reaksi kimia pada otak sehingga mudah terbawa perasaan dan cepat tersinggung dengan sesuatu yang membuat tidak nyaman.

c. Reaksi hormon kelamin
Hormon kelamin pun dapat menjadi penyebab seseorang menjadi mudah marah dan sensitif.

Misalnya seseorang yang sedang mendekati siklus haidh, kita sering mendengar adanya pre menstrual syndrome yang ditandai dengan munculnya gejala perubahan suasana hati, kelelahan, mudah marah, depresi dan lain sebagainya.

2. Faktor Psikis (Rohaniah)
Faktor psikis yang dapat menyebabkan sifat temperamental atau mudah marah sangat erat kaitannya dengan karakter dan kepribadian seseorang.

Berikut adalah beberapa faktor penyebab kemarahan secara psikis yaitu:

a. Ujub (Bangga terhadap Diri Sendiri)
Rasa bangga seseorang terhadap diri sendiri baik dalam hal pemikiran, pendapat, status sosial, keturunan, kekayaan merupakan salah satu sebab munculnya kemarahan seseorang apabila tidak dikendalikan dengan nilai- nilai ajaran agama Islam.

Ujub sangat dekat dengan kesombongan. Apabila seseorang yang memiliki sifat ujub tersebut tidak mendapatkan pengakuan dari orang lain seperti yang ia harapkan, maka sangat berpotensi munculnya sifat amarah yang dapat merugikan.

b. Perdebatan atau Perselisihan
Debat adalah adu argumen antara satu pihak dengan pihak lain untuk memutuskan atau mendiskusikan tentang sebuah perbedaan. Akibat buruk yang ditimbulkan dari sebuah perdebatan di kalangan masyarakat sangatlah banyak. 

Itulah sebabnya Islam melarang terjadinya perdebatan, meskipun yang diperdebatkan adalah sesuatu yang benar karena jika tidak didasari dengan nilai-nilai dan ajaran Islam yang benar, perdebatan tersebut dapat menimbulkan kemarahan dan mendatangkan perselisihan. 

c. Senda Gurau yang Berlebihan
Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering menjumpai dan mengalami sekumpulan orang yang gemar bercanda, bersenda gurau yang terkadang melampaui batas.

Seringkali senda gurau tersebut menggunakan perkataan yang tidak berfaedah dan bisa menyakiti hati orang lain.

Khalid bin Shafwan mengatakan bahwa senda gurau yang berlebihan dari seseorang bagaikan menghantam seseorang dengan batu besar, menusuk hidung dengan bau- bauan yang lebih menyengat dari pada bubuk lada, dan menyiram kepala seseorang dengan sesuatu yang sangat panas melebihi air yang mendidih, lalu setelah itu ia hanya mengatakan, aku hanya bergurau, maka hal tersebut sangat berpotensi mengundang kemarahan orang lain.

d. Ucapan yang Keji dan Tidak Sopan
Ucapan yang berupa celaan, hinaan, umpatan atau perkataan yang menyesakkan dada kepada orang lain, adalah salah satu pemicu munculnya kemarahan seseorang.

Apabila kita tidak mampu mengendalikan perkataan kita kepada orang lain, maka hal tersebut bisa saja menjadikan orang lain tersinggung, kemudian memicu terjadinya kemarahan dan pertengkaran yang akan merugikan.

e. Sikap Permusuhan kepada Orang Lain
Seseorang yang memiliki bibit kebencian dan tidak suka kepada orang lain, cenderung akan memusuhi orang lain dengan segala cara. Ia akan mengolok-olok, mencari-cari kesalahan, mengadu domba, mencaci dan mengejek orang lain dengan berbagai cara.

Sehingga apabila orang yang diperlakukan buruk tersebut tidak rida, sangat berpotensi untuk memicu kemarahan dan permusuhan yang tidak kunjung berhenti di antara mereka.