Pengertian Punarbhawa


Berdasarkan bahasa Sanskerta, punarbhawa terbentuk dari dua  kata, yaitu Punar artinya lagi dan bhawa artinya menjelma.

Dengan demikian, punarbhawa berarti kelahiran yang terulang ke dunia yang disebabkan oleh karma dan wasana dari kehidupan seseorang tersebut.

Kejadian tersebut sangat rahasia karena yang bersangkutan atau orang yang terlahir tersebut tidak mampu mengetahui, siapa sebenarnya dirinya.

Rahasia kelahiran yang berulang-ulang ke dunia disebabkan oleh karma wasana dari suatu kehidupan yang lain, sebelum seseorang mengetahui hakikat sang diri. Pengetahuan tersebut diuraikan pada bhagawadgita sebagai berikut.

Janma Karma ca me divyam evaṁ yo vetti tatvataḥ, tyaktvā deham purnarjanma naiti mām eti so rjuna.

Terjemahannya:

Ia yang mengetahui sebenarnya kelahiran suci dan karya-Ku, ia tidak lahir lagi, jika meninggalkan badannya, ia datang padaku, O Arjuna. (Bhagawadgita. IV. 9)

Uraian sloka tersebut menjelaskan bahwa manusia tetap memiliki tujuan untuk mencapai kesempurnaan menyatu dengan Hyang Widhi Wasa. Kelahiran tersebut merupakan kesempatan untuk meningkatkan kesempurnaan hidup.

Selain itu guna mengatasi kesengsaraan dan suka duka dengan cara terus berusaha meningkatkan kualitas diri demi mencapai kesempurnaan agar bisa melepaskan diri dari keterikatan duniawi yang selanjutnya menyatu dengan Hyang Widhi Wasa dengan selalu berkarma yang baik. Karena karma dan phala menjadi satu bagian yang tidak pernah terpisah.

Di dalam Weda disebutkan Karma phala ngaran ika palaning gawe hala hayu. Terjemahanya, karma phala adalah akibat phala dari baik buruk suatu perbuatan atau karma (Slokantara 68).

Hukum karma ini sesungguhnya sangat berpengaruh terhadap baik buruknya segala makhluk sesuai dengan perbuatan baik dan perbuatan buruk yang dilakukan semasa hidup.

Hukum karma dapat menentukan seseorang hidup bahagia atau menderita. Jadi, setiap orang berbuat baik (subha karma), pasti akan menerima hasil dari perbuatan baiknya, demikian pula sebaliknya (Tim Penyusun, 2012).