Nilai-Nilai Peninggalan Sejarah Hindu di Asia


Berikut adalah nilai-nilai yang dapat kita petik dari peninggalan sejarah hindu di asia:

1. Nilai Religius
Nilai Religius yang dimaksud adalah memanfaatkan peninggalan sejarah untuk kepentingan agama dalam hal ini sebagai media untuk memuja kemahakuasaan Hyang Widi seperti melalui peninggalan sejarah berupa kuil, candi, dan beberapa bukti peninggalan lainya.

2. Nilai Binneka Tunggal Ika
Nilai Binneka Tunggal Ika yang dimaksud adalah nilai-nilai ajaran untuk menjaga persatuan dan kesatuan Indonesia meskipun bangsa dan negara Indonesia terdiri atas beraneka ragam suku bangsa yang memiliki kebudayaan, adat-istiadat dan agama.

Peninggalan sejarah agama Hindu dalam bentuk karya sastra seperti pada Kakawin Sutasoma menguraikan tentang sebuah kakawin dalam bahasa Jawa Kuno. Kakawin ini terkenal dan nilai ajaranya sampai saat ini masih relevan untuk diterapkan, setengah bait dari kakawin ini menjadi motto Nasional Indonesia, yaitu Bhinneka Tunggal Ika (Bab 139.5). Motto atau semboyan Negara Kesatuan Republik Indonesia dikutip dari kitab kakawin Sutasoma.

Kakawin ini sebuah cerita tentang etika kehidupan yang memuat pesan moral tentang nilai-nilai ajaran toleransi antaragama, terutama antaragama Hindu-Siwa dan Buddha. Kakawin ini digubah oleh Empu Tantular pada abad ke-14.

Sebagai masyarakat pelajar nilai-nilai Bhinneka Tunggal Ika diimplementasikan untuk mempertahankan budaya luhur dengan tetap berinteraksi terbuka untuk mengenal dan menghargai budaya.

Cara untuk mengenal dan menghargai budaya, yaitu
  • menghargai adat istiadat;
  • berperan aktif dalam melestarikan peninggalan hindu;
  • tidak menonjolkan suku dan budaya sendiri; dan
  • menjaga hubungan baik meskipun berbeda suku, agama, ras, dan budaya dengan orang lain.

3. Nilai Kreatif
Nilai kreatif yang dimaksud adalah setiap orang berperan aktif dan memiliki kemampuan untuk merawat, menjaga, dan melestarikan peninggalan sejarah dengan cara:
  • memanfaatkan peninggalan sejarah untuk kepentingan agama;
  • menjaga dan merawat untuk kepentingan sosial;
  • dapat memanfaatkan untuk kepentingan pendidikan dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi;
  • berperan aktif untuk menjaga kebudayaan, dan mempromosikan melalui pariwisata;
  • membangun kesadaran dan tanggung jawab masyarakat dalam pengelolaan cagar budaya;
  • menyelenggarakan promosi cagar budaya.