Membangun Kepekaan terhadap Keberagaman menurut Alkitab


Sekolah menjadi tempat yang penting untuk membangun kepekaan siswa terhadap keberagaman. Sekolah adalah komunitas mini karena terdiri dari berbagai kelompok usia, suku, golongan, dan mungkin juga agama. Meminjam konsep pendidikan yang menekankan keberagaman dari Lee (2010), tujuan pendidikan seperti ini adalah membentuk suatu komunitas shalom sama seperti yang Tuhan perintahkan. Ini dapat dicapai melalui dua tahap. Pertama, setiap orang perlu menyadari bahwa setiap manusia diciptakan seturut dengan gambar dan citra Tuhan (imago dei) dan setiap manusia harus diperlakukan secara adil dengan penuh hormat.

Berikut 4 hal yang harus kita lakukan untuk membangun kepekaan terhadap keberagaman menurut Alkitab, yaitu:
  1. bahwa kita harus mengasihi setiap orang seperti diri kita sendiri (Matius 22:39)
  2. bahwa Tuhan menginginkan agar semua bangsa datang ke hadapan-Nya (Wahyu 1:7) karena memang Tuhan mengasihi setiap ciptaan-Nya (Kisah Para Rasul 17:26)
  3. bahwa Tuhan menginginkan kita sungguh-sungguh saling mengasihi (Yohanes 15:12-13); dan
  4. mempraktikkan prinsip hidup dengan mengandalkan kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, dan penguasaan diri (Galatia 5:22).

Sungguh sangat kaya bekal Alkitab bagi kita untuk membangun komunitas perdamaian ini. Baiklah kita belajar mempraktikkan cinta kasih ini dengan sungguh-sungguh karena ini menjadi cara untuk menghadirkan damai sejati di dunia ini. Kita bisa mulai dengan komunitas yang paling kecil, yaitu keluarga dan sekolah, sebelum semakin terampil untuk mempraktikkannya di lingkungan yang lebih besar, yaitu lingkungan masyarakat.