Manfaat Menghindari Sifat Temperamental (Ghadhab) dalam Islam


Rasulullah Saw. telah bersabda bahwa orang yang paling kuat adalah orang yang mampu mengendalikan hawa nafsu pada saat sedang dikuasai amarah, dan orang yang paling santun adalah orang yang mampu memaafhan manakala ia mampu untuk melakukan pembalasan.

Untuk itulah pentingnya berlatih mengendalikan amarah, terutama bagi para pemuda dan remaja, yang dalam pergaulan sehari-hari dan dalam rangka bersosialisasi tidak menutup kemungkinan, akan terjadi gesekan maupun kesalahpahaman baik yang disengaja maupun tidak, sehingga tetap tercipta kedamaian dan kerukunan, karena bisa terhindar dari perselisihan.

Adapun manfaat yang kita peroleh jika mampu menghindari sifat temperamental (ghadhab) adalah sebagai berikut:

1. Menghindari kebencian dan permusuhan
Ketika hati seseorang sedang dikuasai perasaan emosi dan marah dan tidak ada upaya upaya untuk mengendalikan, maka akan sangat berpotensi menimbulkan tindakan dan agresi yang bersifat destruktif sehingga mendatangkan kebencian dan permusuhan. Oleh karena itu, seseorang yang mampu mengendalikan sifat temperamental, maka sesungguhnya ia telah menghindarkan diri dari potensi permusuhan dan saling membenci dengan orang lain.

2. Membawa kebahagiaan
Kemampuan untuk menahan amarah memiliki keuntungan tersendiri bagi seorang mukmin. Manakala seseorang mampu menahan amarahnya, maka ia akan merasakan ketenangan dan kebahagiaan serta terhindar dari kerugian. Akhlak seorang muslim salah satunya dapat dilihat dari bagaimana caranya mengendalikan amarah.

3. Mendapatkan pahala yang besar dari Allah Swt.
Allah Swt. menjanjikan pahala yang besar yaitu surga yang luas bagi seseorang yang mampu mengendalikan amarah sebagaimana yang tertulis dalam Q.S. Ali Imran/3: 133-134 berikut ini:

133. Dan bersegeralah kamu mencari ampunan dari Tuhanmu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa.

134. (yaitu) orang yang berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Dan Allah Swt. mencintai orang yang berbuat kebaikan.