Contoh Penerapan Nilai-Nilai Yajña dalam Kitab Rāmāyana


Nilai-nilai yajña dalam kitab Rāmāyana yang dapat kita terapkan saat ini melalui ajaran panca yajña adalah sebagai berikut.

1. Dewa Yajúa
Dewa yajña adalah yajña yang dipersembahkan ke hadapan Hyang Widhi Wasa atau Tuhan Yang Maha Esa beserta seluruh manifestasinya. Dalam cerita Rāmāyana banyak terurai hakikat dewa yajña dalam perjalanan kisahnya. Seperti pelaksanaan homa yajña yang dilaksanakan oleh Prabu Daśaratha. Upacara ini dimaknai sebagai upaya penyucian melalui perantara Dewa Agni.

Contoh-contoh nilai pelaksanaan dewa yajña melalui bhakti (persembahan) pada kehidupan saat ini penerapanya melalui:

a. Nitya Yajúa
Nitya yajña adalah yajña yang dilaksanakan setiap hari. Adapun yang termasuk pelaksanaan nitya yajña, antara lain:
  • Melaksanakan puja tri sandhya setiap hari
  • Yajña sesa atau mesaiban/ngejot adalah yajña yang dipersembahkan ke hadapan Hyang Widhi Wasa beserta manifestasinya, setelah memasak atau sebelum menikmati makanan. 
  • Jnana yajña adalah yajña dalam bentuk pengetahuan seperti melaksana- kan proses belajar mengajar.
b. Naimitika Yajña
Naimitika yajña adaiah yajña yang dilaksanakan pada waktu-waktu tertentu yang sudah terjadwal. Adapun dasar perhitungan pelaksanaan naimitika yajña adalah sebagai berikut:
  • berdasarkan perhitungan wara, yaitu perpaduan antara tri wara dengan panca wara, seperti hari kajeng kliwon.
  • berdasarkan atas perhitungan wuku, seperti Galungan, Kuningan, Saraswati, dan Pagerwesi.
  • berdasarkan atas perhitungan sasih, seperti hari suci Siwaratri dan hari raya Nyepi.
c. Insidental
Insidental adalah yajña yang dilaksanakan atas dasar adanya peristiwa atau kejadian-kejadian tertentu yang tidak terjadwal, dan dipandang perlu untuk melaksanakan yajña. Jadi, waktunya tidak tentu tergantung adanya sebuah peristiwa atau kejadian yang dianggap perlu dibuatkan upacara persembahan. Contohnya:
  • upacara melaspas;
  • upacara ngulapin orang jatuh;
  • Yajña rsi gana;
  • Sudhi wadani; dan lain-lain.

2. Pitra Yajña
Pitra yajña, yaitu kurban suci berupa persembahan dan bhakti kepada leluhur dan orang tua. Upacara ini secara turun temurun dalam masyarakat Hindu bertujuan untuk menghormati dan memuja leluhur yang pelaksanaannya disesuaikan dengan budaya daerah setempat.

Contoh-contoh nilai pelaksanaan pitra yajña, antara lain:
  • menjaga dan menghormati orang tua;
  • menuruti nasihat orang tua;
  • merawat orang tua ketika orang tua kita sedang sakit;
  • rajin membantu orangtua; dan
  • melaksanakan upacara pengabenan bagi orang tua atau leluhur kita yang telah meninggal.

3. Ṛsī Yajña
Ṛsī yajña yaitu semua bentuk persembahan yang tulus ditujukan kepada para maha rsi, rsi, orang suci, pinandita, pandita, guru, dan orang suci yang berhubungan dengan agama Hindu.

Nilai-nilai pelaksanaan ṛsī yajña yang sangat relevan dalam kehidupan sehari-hari, yaitu
  • menaati nasihat yang diberikan oleh guru dan melaksanakan nasihat tersebut;
  • memberikan punia kepada orang suci;
  • berpeilaku santun kepada orang suci dan guru; dan
  • selalu menghormati orang suci dan guru.

4. Manusa Yajúa
Susastra Hindu menjelaskan tentang manusa yajña adalah semua bentuk persembahan dan pemberian dalam berbagai bentuk materi secara tulus kepada masyarakat (maweh apangan ring kraman) dan athiti puja, yaitu pelayanan kepada tamu dalam upacara dalam berbagai kesempatan kegiatan tersebut adalah merupakan manusa yajña.

Contoh-contoh penerapan nilai manusa yajña untuk diterapkan saat ini adalah:
  • upacara manusia yajña yang pelaksanaanya disesuaikan dengan budaya dan daerah setempat, seperti upacara bayi selama di dalam kandungan sampai dengan pelaksanaan pawiwahan;
  • berbudhi pekerti dan menerapkanya terhadap diri pribadi dan orang lain;
  • ikut bertanggung jawab terhadap kebinekaan;
  • mampu berkolaborasi baik di sekolah, dalam keluarga, maupun di masyarakat;
  • peduli dengan orang lain;
  • menghargai orang lain;
  • berbagi untuk orang yang membutuhkan; dan
  • merepleksikan pemikiran dan proses berpikir yang bermanfaat untuk orang lain.

Nilai manusa yajña yang diterapkan dalam kehidupan sosial saat ini adalah asih (saling mengasihi) sesama sehingga moderasi beragama dapat terwujud dengan baik, melalui:
  • toleransi;
  • kesetaraan;
  • keseimbangan (harmoni); dan
  • dan keadilan.

5. Catur Asrama
Upacara butha yajña bertujuan untuk mensucikan butha kala dan/atau berbagai kekuatan alam yang bersifat negatif yang dapat mengganggu kehidupan manusia.

Upacara butha yajña memiliki maksud dan tujuan agar upacara tersebut mampu menggerakan energi Butha kala dan energi alam menjadi butha hita, yaitu energi yang bermanfaat untuk manusia sehingga manusia menjadi sejahtera dan harmoni dalam kehidupanya, Sarwaprani.

Contoh-contoh nilai penerapan/pelaksanaan bhuta yajña untuk diterapkan saat ini adalah:
  • upacara bhuta yajña yang pelaksanaanya disesuaikan dengan budaya dan daerah setempat, seperti: upacara itual mecaru;
  • merawat alam dan lingkungan; dan
  • ikut bertanggungjawab terhadap kebersihan lingkungan.